Apa Benar Orang yang Sakit Cacar Air Tidak Boleh Kena Angin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat menderita cacar air, akan muncul lentingan-lentingan merah di kulit berisi cairan yang sangat gatal. Nah, sebagian orang ada yang mengatakan kalau kita tidak boleh kena angin saat cacar air. Nanti malah semakin banyak cacarnya dan semakin gatal kulitnya. Pokoknya sebaiknya di dalam rumah saja. Apakah Anda pernah mendengarnya? Apa benar jika penderita cacar air terkena angin, sakitnya akan bertambah parah? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu cacar air?

Cacar air adalah penyakit akibat infeksi virus Varicella zoster. Biasanya serangan virus ini hanya sekali seumur hidup dan paling sering terjadi saat masa kanak-kanak.

Virus ini paling dikenal karena membuat kulit Anda jadi gatal-gatal, badan lemas, dan demam. Infeksi virus ini termasuk penyakit yang sangat mudah menular.

Apa benar Anda tidak boleh kena angin saat cacar air?

Ya, benar. Seharusnya penderita cacar air mengurangi paparan angin. Sebab, virus penyebab cacar air dengan sangat mudah akan menyebar ke orang di sekitar Anda. Cacar air sangat mudah menular, salah satunya lewat udara. Batuk dan bersin dari orang yang terinfeksi cacar air pun dapat mengirimkan butiran air yang mengandung virus cacar air.

Orang yang terinfeksi virus cacar air dapat menyebarkan virus ke orang lain hingga 5 hari sebelum dan setelah ruam-ruam muncul di kulit. Masa yang paling menular adalah hari-hari sebelum ruam muncul dan hari-hari pertama ruam muncul.

Itulah mengapa Anda sebaiknya tidak kena angin saat cacar air. Angin akan membawa virus tersebut dengan mudah ke orang sekitarnya yang belum pernah menderita cacar air.

Penderita cacar air juga sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu di satu ruangan yang sama dengan orang lain yang belum terkena cacar air. Sebab penularannya juga akan terjadi dengan mudah.

Maka dari itu, anak yang sedang terinfeksi cacar air juga tidak diizinkan untuk bersekolah dahulu, sebab hal ini akan mudah menularkan virus ke teman-teman di sekolahnya yang belum mengalami cacar.

Jika Anda mengalami gejala demam selama cacar, Anda juga perlu mengurangi paparan angin untuk meredakan demam tersebut. Pasalnya, angin yang dingin bisa membuat tubuh menggigil, terutama ketika Anda sedang demam.

Penderita cacar air memang sebaiknya mengurangi paparan angin, tetapi ini bukan berarti jika penderita cacar air terkena angin kondisi cacarnya akan semakin bertambah. Hal ini belum terbukti secara ilmiah. Hanya saja, orang yang sedang kena cacar air perlu banyak beristirahat supaya tubuh mampu melawan virus. Karena itu, sebaiknya memang Anda tidak menghabiskan banyak waktu di luar ruangan dan terpapar angin. 

Apa virusnya akan terbawa oleh angin saja?

Selain melalui angin, virus cacar air juga bisa menyebar langsung jika seseorang yang belum pernah terinfeksi menyentuh luka atau kulit penderita cacar air.

Benda-benda yang telah terinfeksi virus seperti mainan, pakaian, seprai, handuk, dan benda lainnya yang sudah terpapar virus juga sangat mungkin menularkan virus ini ke orang lain yang sehat. Jadi selain menghindari kena angin saat cacar air, hal-hal ini juga perlu menjadi perhatian.

Bagaimana perawatan cacar air yang bisa dilakukan di rumah?

Meskipun menular, cacar air dalam kebanyakan kasus termasuk penyakit ringan. Jika Anda mengalami cacar air, maka Anda harus banyak istirahat. Perawatan cacar air biasanya tergantung pada usia dan tingkat keparahan penyakitnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah supaya cacar air cepat sembuh adalah:

  • Minum banyak cairan seperti air putih, jus, atau sup kaldu. Apalagi jika ada demam. Jika yang mengalami cacar air adalah bayi, maka harus diberikan ASI lebih sering lagi.
  • Hindari menggaruk luka atau lentingan cacar air. Jaga kuku tetap pendek dan bersih. Untuk menghilangkan refleks ketika gatal, pakai sarung tangan atau kaus kaki agar Anda tidak bisa menggaruknya dan mencegah terjadinya goresan saat tidur.
  • Gunakan obat gatal untuk mengurangi rasa gatal. Center of Disease Control and Prevention di Amerika Serikat merekomendasikan penggunaan losion calamine, obat antihistamin, atau hidrokortison.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jenis Penyakit Kulit Menular dan Tidak Menular yang Umum

Ada macam-macam penyakit kulit dari yang menular hingga yang tidak. Agar tak keliru, kenali jenis penyakit kulit berdasar penularannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Ragam Penyakit Kulit Menular Beserta Penyebab dan Gejalanya

Di Indonesia ada beberapa penyakit kulit menular yang masih menyebar luas. Apa saja penyakit kulit tersebut? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Penyakit infeksi pada anak cukup mengkhawatirkan karena bisa mengganggu tumbuh kembang. Lantas, apa saja penyakit infeksi yang sering dialami anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Cacar air salah satu penyakit paling menular dan bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Ini penjelasan seputar vaksin varisela untuk cegah cacar air.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 24 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit



Direkomendasikan untuk Anda

penyakit herpes

Herpes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
penyakit cacar air

Cacar Air

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Virus penyebab cacar air

Mengenal Penyebab Cacar Air, Siapa yang Lebih Berisiko Tertular?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab herpes kulit

Mengenal Penyebab Penyakit Herpes Kulit dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit