3 Cara Bijak Orangtua Menghadapi Anak yang Dihukum Skorsing

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/08/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bentuk hukuman yang diterapkan sekolah beragam. Mulai dari hukuman ringan seperti berdiri di depan kelas, menulis permintaan maaf beberapa halaman, hingga hukuman berat seperti skorsing. Nah, jika anak diskors dari sekolahnya, lantas bagaimana Anda sebagai orangtua menghadapi situasi seperti ini?

Cara bijak menghadapi anak yang kena skorsing

Semua orangtua tentu tidak ingin sang anak terlibat masalah di sekolah. Baik itu masalah dalam belajar maupun perilaku, seperti membolos, menyontek, atau berkelahi dengan teman.

Meski tidak ingin, Anda tetap harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bila suatu hari anak dihukum skorsing dari sekolah. Skorsing atau dikenal juga dengan suspensi merupakan hukuman berupa pemberhentian sementara anak dari kegiatannya di sekolah.

Maksudnya, anak diharuskan belajar di rumah hingga waktu yang ditentukan oleh pihak sekolah. Dilansir dari laman North Ireland Departments biasanya hukuman skorsing diterapkan jika anak melanggar peraturan sekolah, seperti terlibat perkelahian, perusakan fasilitas di sekolah, atau masalah serius lainnya.

Jika buah hati Anda mendapatkan hukuman ini, perhatikan beberapa tipsnya menghadapi anak yang diskors dengan sikap yang bijak.

1. Jangan panik dan emosi

mendisiplinkan anak dengan cara menampar

Sebelum menjalani hukuman, pihak sekolah biasanya akan mengirimkan surat dan memanggil Anda untuk membahas masalah anak di sekolah. Setelah mendengar berita ini, jangan dulu panik atau marah. Langkah terbaik yang harus Anda lakukan adalah memenuhi panggilan dari sekolah.

Mendatangi sekolah anak membantu Anda memahami masalah ini. Harus diakui, tidak semua orangtua tahu dengan baik bagaimana anak bersikap di sekolah. Jadi, mendengar penjelasan pihak sekolah membantu Anda memahami masalah yang menimpa anak.

Menghadapi anak yang diskors dengan kepala dingin, membantu Anda melewati masalah ini lebih baik. Ketimbang Anda langsung menghukum dan memarahi anak habis-habisan atau malah menyalahkan pihak sekolah.

2. Cari tahu titik permasalahannya

Anak pindah sekolah baru

Bila ingin menyelesaikan suatu masalah, Anda tentu perlu tahu akar permasalahannya. Ya, konsep inilah yang perlu Anda gunakan untuk menghadapi anak diskors dari sekolah. Anda perlu mendengar penuturan dari anak secara langsung, pihak sekolah, dan teman-temannya.

Tujuannya, agar Anda tahu apa kesalahan yang dilakukan anak hingga ia dihukum skorsing. Dengarkanlah dari setiap pihak yang mungkin terlibat dalam masalah ini.

Selain itu, cara ini juga dapat membantu Anda menentukan cara terbaik untuk mendisiplikan anak.

3. Jangan lengah, pastikan anak menjalani hukumannya dengan baik

bersih-bersih rumah

“Diskors enak tau. Jadi, nggak sekolah, bisa main sepuasnya…” Pemikiran seperti ini bisa saja muncul dalam benak anak, jika hukuman skorsing tidak dilakukan dengan tepat.

Nah, menghadapi anak dengan hukuman diskors berarti Anda juga harus memastikan bahwa hukuman tersebut membuat anak jera sehingga ia enggan melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.

Hukuman suspensi semacam ini bukan berarti tidak memberi kebebasan pada anak. Ini justru merupakan upaya terakhir yang dilakukan sekolah untuk menangani pelanggaran serius yang dilakukan anak. Pihak sekolah mengharapkan orangtua dapat menemukan cara yang tepat untuk mendisiplinkan anak di rumah.

Supaya anak tidak menganggap masa skorsing sebagai waktu liburan, Anda perlu menghadapi anak yang tengah menjalani masa hukuman ini dengan melakukan beberapa hal berikut.

Sita mainan dan gadget

Membiarkan mainan dan gadget tergeletak di rumah, akan memancing anak untuk memainkannya. Supaya anak tidak merasa sedang berlibur di masa skorsing, Anda mungkin perlu menyita gadget dan mainan yang biasa ia gunakan.

Tidak ada jam main atau nonton TV

Cara menghadapi anak diskors selanjutnya adalah menegaskan pada anak tidak ada waktu untuk main ke luar rumah, nonton TV, atau main games selama masa skorsing.

Anda perlu memasang mata, agar anak tidak diam-diam menyalakan TV, video games, atau pergi dari rumah. Jika Anda tidak bisa, minta bantuan anggota keluarga lain yang Anda percayai untuk mengawasi anak.

Minta anak mengerjakan tugas sekolah

Meski diliburkan dari sekolah, bukan berarti anak dibebastugaskan dari belajar. Anak tetap harus belajar di rumah, seperti biasanya. Pastikan tugas sekolah selesai dengan baik dan mintalah anak memanfaatkan waktu luangnya selama skorsing ini dengan membaca buku pelajaran.

Selain belajar, beri anak pekerjaan rumah

Selain menyuruhnya belajar, cara lain untuk menghadapi anak yang dihukum skorsing agar jera adalah memberi tugas untuk melakukan bersih-bersih rumah. Anda bisa meminta anak melakukan tugas yang bisa ia kuasai, seperti mencuci piring, menyapu halaman, membersihkan kandang hewan peliharaan, atau mengepel lantai.

Tugas bersih-bersih ini tidak hanya membuat anak sibuk selama masa skorsing, tapi juga mengajari anak untuk menguasai keterampilan baru yang bermanfaat dan bertanggung jawab.

Sumber foto: Bubble Span.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Menghukum anak yang berbohong cenderung mendorong mereka membuat kebohongan lainnya, terutama jika si anak takut pada hukuman yang akan diterimanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 29/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit
menjelaskan rasisme kepada anak

Tips Menjelaskan Rasisme kepada Anak Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 12/06/2020 . Waktu baca 5 menit