5 Hal yang Harus Dilakukan agar Menjadi Orangtua yang Lebih Positif

Oleh

Saat Anda memiliki anak, otomatis peran Anda berubah dari hidup berdua bersama pasangan, menjadi orangtua dengan segala tantangannya.  Tantangan ini kadang membuat lelah, stres, bahkan sampai depresi. Rasa ini ketika berlangsung lama, akan membuat sebagian orang merasa tidak bisa menjadi orangtua yang baik

Nah, untuk terhindar dari stres, Anda perlu menjadi orangtua yang lebih positif menghadapi sesuatu. Lalu, bagaimana menjadi orangtua yang baik? Beberapa tips ini mungkin bisa menjadi acuan Anda.

Cara menjadi orangtua yang baik dan lebih positif

Ubah cara pandang dalam melihat masalah

Saat Anda sedang bersantai dan pikiran sedang tenang, pikirkan masalah yang sering membuat Anda marah atau kesal. Misalnya, ketika anak membuang-buang makanan, berlarian hingga terjatuh, atau bermain air. Saat Anda mengingatnya, Pertama, pikirkan lebih lebih dalam alasan anak melakukan hal yang Anda anggap menyebalkan. 

Mengapa si kecil membuang-buang makanan? Apakah ia bosan atau hanya mencari perhatian? Melansir dari Very Well Family, penting untuk orangtua mengubah persepsi terhadap suatu masalah. Saat anak melihat reaksi negatif dari orangtua karena tingkah lakunya, saat itu ia merasa diperhatikan.

Kedua, pikirkan mengapa perilaku ini mengganggu Anda. Apakah karena Anda malu di depan orang lain? Lalu, sudahkah Anda memutuskan perilaku tersebut adalah perilaku yang buruk dan tidak dapat diterima oleh orang lain? Memang sebagian perilaku anak seperti itu menjengkelkan, tapi terkadang apa yang dia lakukan memang sesuai perkembangannya dan selama tidak menyakiti orang lain sebaiknya Anda tidak perlu ambil pusing.

Dengan mengubah cara pandang terhadap masalah, perlahan Anda bisa menjadi orangtua yang baik dan lebih positif untuk si kecil.

Turunkan ekspektasi pada anak

Bagaimana cara menjadi orangtua yang baik? Terkadang orangtua lupa bahwa anak hanyalah anak-anak yang masih ingin bersenang-senang dengan dunianya. Ketika orangtua memiliki ekspektasi tinggi atau aturan tertentu tentang sikap anak dan itu tidak dimilikinya, justru menjadi bumerang untuk orangtua dan membuat Anda kesal bahkan stres. 

Pahami bahwa anak Anda masih anak-anak yang ingin bermain. Terkadang senang dan ramah saat bertemu orang baru, tapi tidak jarang terlihat tidak nyaman ketika di tempat asing. Menurunkan ekspektasi pada anak bisa membuat Anda lebih santai menghadapi masalah dan menjadi orangtua yang lebih baik dan positif.

Membuat waktu khusus untuk anak

Waktu menjadi hal yang sangat berharga ketika Anda sudah memiliki anak. Terkadang kesibukan membuat jarak antara orangtua dan anak. Jarak itu semakin bertambah ketika anak remaja sibuk menjelajahi hal baru di luar. 

Kids Health menyebutkan bahwa salah satu cara untuk menjadi orangtua yang baik, positif, dan efektif adalah membuat waktu khusus bersama anak. Simpan ponsel dan pekerjaan Anda di kantor, buat waktu agar anak bisa bercerita banyak tentang kesehariannya. Cara ini juga bisa mempererat hubungan antara orangtua dan anak karena saling mengerti satu sama lain.

Jalin kedekatan dengan anak

Untuk menjadi orangtua yang baik dan lebih positif menghadapi anak, Anda perlu menjalin hubungan lebih dekat dengannya. Saat anak dan Anda merasa dekat dan terkoneksi dari hati ke hati, stres dalam diri akan berkurang dan sikap Anda lebih positif. Luangkan waktu 10-20 menit setiap harinya untuk mengetahui bagaimana kabar dan kesibukan anak hari itu, begitu juga dengan Anda. Berbagi cerita bisa menjadi sarana untuk menjadi orangtua yang baik dan lebih positif.

Gunakan kalimat positif di depan anak

Saat Anda merasa lelah, hindari mengucapkan kalimat negatif tentang diri Anda. Melansir dari Huffington Post, anak akan meniru apa yang orangtua lakukan dan katakan. Ini bisa menjadi sugesti negatif untuk si kecil, terutama saat usia dia masih balita. Di usia ini, anak perlu rasa percaya diri untuk kehidupan sosial dan emosionalnya. Kalimat positif akan membantu anak dalam meningkatkan kepercayaan dirinya.

Share now :

Direview tanggal: Januari 22, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 20, 2020

Yang juga perlu Anda baca