Gejala Alergi Susu Sapi dan Nutrisi yang Diperlukan pada Si Kecil Usia 1-3 Tahun

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/05/2020
Bagikan sekarang

Untuk mengenali kondisi kesehatan pada si Kecil, Bunda perlu dengan teliti memperhatikan gejala yang mungkin nampak tetapi jangan terburu-buru mengambil keputusan. Contoh kondisi kesehatan yang tidak boleh luput dari perhatian Bunda adalah gejala alergi. Gejala alergi, terutama alergi makanan pada si Kecil cukup umum ditemukan. Salah satu alergen yang umum menjadi pemicu adalah susu sapi. Gejala dan ciri alergi susu sapi pada anak bisa jadi berbeda-beda.

Apa saja gejala atau ciri alergi terhadap susu sapi pada anak?

ciri-ciri bayi alergi susu sapi

Perlu diingat, alergi susu sapi dan intoleransi laktosa merupakan dua hal yang berbeda. Intoleransi laktosa adalah kondisi yang dapat dialami si Kecil akibat kekurangan enzim laktase, yaitu enzim yang memecah kandungan gula laktosa dalam susu.

Sedangkan alergi susu sapi merupakan reaksi sistem imun si Kecil akibat pajanan susu sapi.  Gejala yang ditimbulkan keduanya mirip; seperti diare, muntah, dan sakit perut.

Tanda anak alergi terhadap susu sapi

Tanda atau ciri yang timbul ketika anak alergi susu sapi dapat terlihat secara langsung ataupun setelah beberapa hari mengonsumsi susu sapi atau olahannya. Tingkat keparahan dari gejala bergantung pada si Kecil dan jumlah susu sapi yang dikonsumsi.

Gejala yang biasanya muncul secara langsung akibat mengonsumsi susu sapi dalam jumlah kecil, di antaranya:

  • Kesulitan bernapas atau napas berbunyi
  • Pembengkakan wajah
  • Ruam dan gatal pada kulit
  • Mengi atau batuk yang tak kunjung mereda
  • Muntah, diare

Jika si kecil rentan terhadap reaksi alergi yang parah, beberapa ciri alergi susu sapi ini juga dapat timbul. Tingkat parahnya gejala berbeda pada setiap anak dan bergantung pada jumlah susu sapi yang dikonsumsi, di antaranya seperti:

  • Kesulitan bernapas atau napas berbunyi
  • Pembengkakan lidah atau tenggorokan
  • Mengalami kesulitan berbicara atau suara serak
  • Mengi atau batuk yang tak kunjung mereda
  • Pucat

Saat mendapati anak mengalami gejala atau ciri alergi susu sapi yang parah, segera hubungi atau lakukan kunjungan dokter.

Nutrisi apa yang bisa diberikan pada si Kecil yang tidak cocok susu sapi?

susu formula untuk bayi anak diare

Bunda dapat mempertimbangkan pemberian nutrisi alternatif susu sapi, seperti  formula soya yang mengandung isolate protein kedelai dan yang sudah difortifikasi dengan vitamin & mineral yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak. 

Apa saja kandungan nutrisi pada formula soya dan fungsinya dalam bantu tumbuh kembang si Kecil yang menunjukan ciri alergi susu sapi? Yuk simak di bawah!

1. Isolat protein kedelai

Kandungan isolat protein kedelai dalam formula soya yang difortifikasi dengan makro dan mikronutrien yang dibutuhkan, sehingga dapat menjadi sumber protein yang baik bagi si Kecil.

Sebagai perbandingan, 200 gram formula fortifikasi mengandung protein sebanyak 7 gram protein, dan 8 gram protein pada susu sapi dengan jumlah yang sama. 

Oleh karena itu, formula soya dapat menjadi pilihan alternatif sumber protein untuk menggantikan susu sapi. Sebanyak 40 gram formula soya mengandung 4 gram protein yang penting bagi pertumbuhan anak, seperti untuk perkembangan sistem imun dan otak. Dalam satu hari, si Kecil usia 1-3 tahun membutuhkan protein kurang lebih sebanyak 13 gram protein.

Jika Bunda mencari alternatif dari susu sapi akibat anak menunjukan ciri alergi susu sapi tapi tetap ingin memenuhi kebutuhan protein anak, formula soya dapat menjadi salah satu pilihannya.

2. Vitamin dan mineral

Formula soya yang telah difortifikasi mampu menyediakan sejumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan si Kecil. Beberapa kandungan yang penting seperti:

  • Kalsium: Penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Rekomendasi asupan harian sebanyak 700 mg per hari.
  • Vitamin B kompleks: Penting untuk metabolisme, energi, kesehatan jantung dan sistem saraf. Rekomendasi asupan harian sebanyak 0.5 microgram per hari.
  • Vitamin D: Bekerja bersama kalsium dalam menjaga kekuatan tulang dan membantu melawan penyakit kronis di kemudian hari. Rekomendasi asupan harian sebanyak 400 IU (international unit) per hari.
  • Zat besi: Membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Rekomendasi asupan harian sebanyak 7-10 mg per hari.

Sejumlah manfaat dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan si Kecil tersebut terdapat pada susu soya apabila Anda memilih formula yang tepat.

3. Bebas laktosa

Meski jarang ditemukan, si Kecil tak hanya dapat mengalami dan menunjukan ciri alergi susu sapi, tapi juga mungkin mengalami intoleransi laktosa. Laktosa merupakan jenis gula yang ditemukan pada susu dan olahannya. Apabila si Kecil mengalami hal ini, formula soya yang telah difortifikasi dapat menjadi alternatif.

4. Sumber serat

Keuntungan lain dari formula kedelai adalah kandungan serat di dalamnya. Susu soya atau kedelai termasuk sumber makanan nabati sehingga dapat sekaligus menjadi sumber serat. Serat dibutuhkan si Kecil untuk menjaga sistem pencernaan yang sehat. 

5. Omega 3 dan 6

Terdapat juga formula soya yang difortifikasi omega 3 dan 6 yang menjadi kunci dalam pertumbuhan dan perkembangan anak seperti:

  • Mendorong perkembangan otak
  • Kesehatan jantung
  • Sistem imun

Selain itu, apabila si Kecil menunjukan gejala alergi seperti asma, penelitian menunjukan bahwa asam esensial omega 3 dapat membantu meringankan gejala tersebut.

Mengonsumsi susu soya secukupnya (1 atau 2 gelas sehari) merupakan alternatif yang baik untuk anak di atas usia satu tahun. Saat anak menunjukkan ciri alergi pada susu sapi, bukan berarti ia harus berhenti mendapat kebaikan dan manfaat dari susu, Bunda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala dan Tanda Anak Anda Alergi Susu Sapi

Sebanyak 2-7 persen bayi mengalami alergi susu sapi, yang akibatnya bisa berbahaya. Bagaimana mengetahui gejala alergi susu sapi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

Apakah Ibu Menyusui Perlu Banyak Minum Susu?

Beberapa ibu menyusui mungkin minum susu untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Tapi, apakah setiap ibu menyusui perlu minum susu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Parenting, Menyusui 24/04/2018

Bayi Alergi Susu Sapi, Sebaiknya Pilih Susu Formula Jenis Apa?

Beberapa bayi mungkin tidak bisa mencerna protein susu sapi dan juga tidak bisa menerima ASI. Lalu, susu formula apa yang cocok untuk bayi alergi susu sapi?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala

Apa yang Harus Dilakukan Jika Si Kecil Alergi Susu Sapi?

Jika anak alergi susu sapi, orangtua mungkin khawatir kebutuhan kalsium si kecil jadi sulit dipenuhi. Apakah alergi ini bisa disembuhkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Albert Novianto

Direkomendasikan untuk Anda

bayi sesak napas

Penyebab Sesak Nafas pada Bayi dan Cara Menanggulanginya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/01/2020
alergi susu sapi bisa sembuh

Apakah Alergi Susu Sapi Dapat Disembuhkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21/01/2020
anak alergi susu sapi

3 Langkah yang Bisa Ortu Lakukan Ketika Si Kecil Alergi Susu Sapi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2019
alergi ASI

Kulit Anak Gatal-gatal Setelah Menyusui, Apa Ini Tanda Alergi ASI?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2018