Perut Bayi Bunyi Tidak Selalu Tanda Keroncongan, Kenali Penyebabnya yang Bahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat memeluk bayi atau mendekatkan telinga Anda ke perut bayi, Anda mungkin pernah mendengar suara gemuruh yang berasal dari perutnya. Mungkin Anda penasaran apa artinya bunyi itu. Apakah normal kalau perut bayi bunyi, atau justru tanda penyakit? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak ulasan berikut ini.

Perut bayi bunyi tanda sistem pencernaannya sehat

Menurut University of Iowa Stead Family Children’s Hospital, bunyi gemuruh yang Anda dengar keluar dari perut bayi sebenarnya normal. Suara tersebut berasal dari gerakan usus untuk meremas dan mendorong makanan masuk untuk dicerna dan sisanya “diolah” menjadi feses. Terlebih, struktur usus manusia sebenarnya mirip terowongan panjang berongga, sehingga kemudian akan tercipta bunyi gemuruh yang menggema. Ini sebabnya Anda bisa mendengar perut bayi bunyi walaupun mungkin tidak begitu jelas.

Bayi yang makan makanan fermentasi atau kacang-kacangan juga membuat perutnya berbunyi. Ini terjadi karena bakteri normal yang hidup di usus memakan gula yang dihasilkan dari makanan tersebut. Kemudian, bakteri tersebut akan mengeluarkan gas sebagai efek samping dari proses pencernaan bakteri itu sendiri.

Intinya, perut bayi yang berbunyi adalah normal dan menandakan bahwa sistem pencernaannya bekerja dengan baik. Bunyi tersebut juga bisa muncul pada saat bayi kelaparan. Sama seperti orang dewasa, perut bayi yang kosong akan berbunyi karena adanya gerakan usus yang meremas kehampaan. Ini sebenarnya merupakan sinyal dari otak bahwa bayi membutuhkan makanan.

Namun, juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit

Bunyi perut bisa menandakan suatu penyakit. Oleh karena itu, dokter sering meletakkan stetoskop pada perut kita ketika sedang memeriksa kondisi tubuh kita.

Dalam kasus normal, bunyi perut pada bayi akan berkurang dan akhirnya berhenti ketika bayi tidur. Namun, bila terjadi perubahan bunyi pada perut bayi setelah makan apalagi disertai dengan munculnya gejala lain, bisa jadi itu menjadi adanya adanya suatu penyakit. Karakteristik perut bayi bunyi yang tidak normal biasanya terdengar tidak teratur, berkurang atau bertambah kenyaringannya.

Berikut beberapa kondisi yang menyebabkan perubahan bunyi pada perut bayi, seperti:

  • Suara perut bayi mengeras. Suara perut bayi ini bisa terdengar kadang tanpa stetoskop. Ini bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang mengalami diare, penyakit Crohn, alergi makanan, infeksi pada usus, dan kolitis ulserativa (peradangan pada usus besar yang menyebabkan usus berdarah).
  • Suara perut bayi menurun. Suara perut bayi yang menjadi lebih lamban atau berkurang dari biasanya apalagi setelah makan bisa menandakan adanya penyakit. Kemungkinan bayi mengalami konstipasi atau sembelit dan peradangan pada usus. Bila perut bayi tidak berbunyi sama sekali kemungkinan bayi mengalami penyumbatan usus (ileus)
  • Suara perut meningkat kemudian menurun. Ini bisa menjadi pertanda pecahnya usus atau kematian jaringan usus pada bayi (nekrosis).

Bila terjadi hal-hal yang telah disebutkan dan disertai gejala lain, terutama bayi menjadi tidak nyaman dan sering menangis, segera periksa kesehatannya ke dokter. Dokter akan mengevaluasi suara bunyi perut bayi dengan gejala buang angin, mual, muntah, dan aktivitas buang air besarnya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, bayi akan menjalani tes pemindaian pada perut, tes darah, dan endoskopi untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata mengerti dan suka bila gerakannya ditiru. Mengapa begitu dan adakah pengaruhnya dalam perkembangan sosial?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10/06/2020 . Waktu baca 4 menit

9 Tips Menyeimbangkan Pekerjaan dan Merawat Bayi

Merawat bayi sekaligus bekerja tentu tidaklah mudah. Terkadang hal ini bisa membuat ibu stres. Lalu, bagaimana menyeimbangkan pekerjaan dan merawat bayi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Parenting, Tips Parenting 28/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Pertama Kali Menjadi Orangtua? Ini Hal yang Harus Diketahui

Tips ini membantu Anda yang baru pertama kali menjadi orangtua. Agar tak dilingkupi rasa gugup, Anda bisa mengetahui beberapa hal ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Parenting, Tips Parenting 05/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Membuat Rumah Aman untuk Anak Bebas Bergerak

Bila anak sudah mulai merangkak dan berjalan, Anda perlu menata kembali rumah agar anak bebas bergerak. Berikut tips membuat rumah aman untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Parenting, Tips Parenting 05/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit
penyebab bayi kejang

Berbagai Hal yang Dapat Menyebabkan Bayi Kejang, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit