backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

8 Manfaat Beras Merah untuk Kesehatan Bayi dan Risikonya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 24/11/2023

8 Manfaat Beras Merah untuk Kesehatan Bayi dan Risikonya

Makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, terutama nasi putih. Namun kenapa makanan untuk bayi seringnya bubur nasi merah bukannya nasi putih? Memang, apa manfaat beras merah untuk bayi? Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan di bawah ini.

Apakah beras merah aman untuk bayi?

Selain memiliki banyak manfaat, beras merah umumnya termasuk makanan yang aman untuk bayi. Akan tetapi, beras merah harus diperkenalkan sebagai makanan bayi dengan hati-hati dan pada usia yang sesuai.

Biasanya, bayi mulai diberi makanan padat sebagai MPASI sekitar usia 6 bulan. Pada awalnya, makanan padat untuk bayi umumnya berupa sereal atau bubur beras putih yang telah diolah khusus untuk bayi.

Baru setelah bayi berusia lebih dari 1 tahun, Anda dapat mempertimbangkan untuk memperkenalkan beras merah ke dalam pola makan bayi.

Ini karena beras merah mengandung lebih banyak serat daripada beras putih. Serat dalam beras merah memang memiliki manfaat untuk bayi, tetapi lebih sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang masih sangat muda.

Jadi, sebaiknya pertimbangkan dengan hati-hati jumlah beras merah yang diberikan kepada bayi.

Pastikan juga makanan yang diberikan kepada bayi dalam bentuk yang sangat halus dan lembut. Ini dapat membantu menghindari risiko tersedak atau gangguan pencernaan pada bayi.

Selain itu, seiring dengan memperkenalkan makanan padat, penting untuk memantau bayi Anda terkait kemungkinan munculnya tanda-tanda alergi makanan.

Jika Anda memiliki riwayat alergi dalam keluarga, konsultasikan kepada dokter anak sebelum memperkenalkan makanan baru pada si Kecil.

Dokter akan memberikan panduan dan saran yang sesuai untuk keadaan khusus bayi Anda.

Pastikan untuk memantau respons bayi Anda terhadap makanan tersebut dan berkonsultasi dengan dokter anak Anda jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran.

Apa saja manfaat beras merah untuk bayi?

seafood untuk mpasi

Beras merah memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan si Kecil. Berikut adalah fakta mengenai manfaat beras merah untuk bayi yang perlu Anda ketahui.

1. Mendukung tumbuh kembang

Ada banyak sekali nutrisi yang terkandung dalam beras merah. Sejumlah nutrisi ini pastinya diperlukan oleh bayi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Beras merah kaya akan nutrisi penting seperti serat, protein, zat besi, magnesium, fosfor, zinc, dan sejumlah vitamin B. Nutrisi ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Vitamin B kompleks dalam beras merah juga dapat membantu dalam metabolisme energi dan mendukung perkembangan sistem saraf bayi.

2. Melancarkan saluran pencernaan

Beras merah mengandung serat yang cukup tinggi, yaitu sebesar 3,5 gram dalam 100 gram beras merah.

Hal ini dapat membantu memenuhi kebutuhan serat si Kecil, sehingga juga turut membantu melancarkan dan menyehatkan sistem pencernaan bayi serta mencegah sembelit.

3. Membuat bayi lebih kenyang

Kandungan serat yang cukup tinggi di dalam beras merah bukan hanya bisa melancarkan pencernaan, tetapi juga membantu bayi merasa lebih kenyang.

Ini karena beras merah termasuk ke dalam jenis gandum utuh yang diketahui bisa mengenyangkan.

Namun, perlu diperhatikan kembali bahwa bayi juga perlu mengonsumsi makanan lainnya agar bisa memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan.

Oleh karena itu, sebaiknya tetap batasi konsumsi beras merah agar bayi tidak terlalu kenyang dan bisa mengonsumsi makanan lain.

4. Membentuk sel darah merah

Zat besi sangat penting untuk mencegah anemia. Bukan hanya pada orang dewasa, tetapi juga bayi.

Untuk itu, bayi memerlukan asupan zat besi yang cukup untuk mendukung pembentukan sel darah merah yang sehat dan diperlukan oleh tubuh.

5. Melindungi sel tubuh

Beras merah mengandung antioksidan, seperti selenium, yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh bayi dari kerusakan oksidatif.

Antioksidan di dalam beras merah bisa membantu menetralkan oksigen reaktif dan mencegah kerusakan sel-sel di dalam tubuh.

6. Menjadi sumber energi dan gizi

Beras merah menyediakan sumber energi yang baik berkat kandungan karbohidratnya. Energi ini penting untuk pertumbuhan dan aktivitas sehari-hari bayi.

Selain itu, beras merah juga cenderung memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih karena bagian lapisan luar (kulit ari) yang utuh.

7. Mencegah obesitas dan diabetes

Gula yang terkandung dalam beras merah juga relatif sedikit, yaitu hanya 0,85 gram per 100 gram beras merah, sehingga aman untuk kadar gula darah bayi.

Memberikan makanan rendah kadar gula bisa mencegah berbagai kondisi kesehatan yang bisa disebabkan oleh kelebihan gula pada tubuh bayi, seperti obesitas dan diabetes.

8. Mudah dicerna

Keunggulan beras merah untuk bayi lainnya adalah mudah dicerna dan tidak menimbulkan reaksi energi.

Hal ini membuat beras merah sangat cocok untuk diberikan ke bayi mengingat sistem pencernaan bayi yang masih lemah dan belum matang.

Cara membuat bubur beras merah untuk bayi di rumah

  • Untuk membuat bubur beras merah, pastikan beras merah sudah cukup halus untuk bisa dicerna dengan baik oleh bayi.
  • Pertama, Anda harus menggiling beras merah terlebih dahulu agar menjadi butiran yang lebih halus. Anda bisa menggilingnya dengan blender atau menumbuknya secara tradisional.
  • Selanjutnya, campurkan ¼ gelas bubuk beras merah dengan 1 gelas air mendidih. Masak sambil terus diaduk selama sekitar 10 menit. Selesai dan Anda bisa sajikan untuk bayi.

Adakah risiko atau bahaya beras merah untuk bayi?

bayi susah makan

Beras merah tidak selalu berbahaya untuk bayi, tetapi ada beberapa risiko dan pertimbangan yang perlu diperhatikan saat memasukkan beras merah dalam jadwal makan bayi Anda.

1. Gangguan pencernaan

Beras merah mengandung lebih banyak serat daripada beras putih. Serat ini bisa sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang masih sangat muda.

Jika diberikan terlalu dini atau dalam jumlah besar, beras merah dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sembelit atau diare.

2. Alergi

Bayi dapat mengalami alergi terhadap beras, termasuk beras merah.

Penting untuk memantau tanda-tanda alergi pada bayi, seperti ruam, gatal-gatal, atau masalah pernapasan setelah memperkenalkan beras merah ke dalam diet bayi.

Jika ada riwayat alergi makanan dalam keluarga, Anda harus lebih berhati-hati.

3. Risiko tersedak

Ketika memasukkan beras merah ke dalam makanan bayi, pastikan untuk mengolahnya dengan baik dan memastikan bahwa konsistensi makanan sangat lembut dan tidak menyebabkan risiko tersedak.

Bayi harus mampu mengonsumsi beras merah tanpa kesulitan untuk bisa mendapat manfaat yang terkandung secara optimal.

4. Risiko kanker

Dibandingkan dengan beras putih, mengutip jurnal Frontiers in nutrition, beras merah mengandung arsenik yang lebih tinggi, yang diduga bisa memicu kanker.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara yang benar dalam mengolah beras merah sebagai makanan bayi agar kadar arsenik di dalam beras merah bisa berkurang.

Anda bisa merendam beras merah di dalam air dengan perbandingan 6—10 jumlah air dan 1 jumlah beras. lalu buang 40—60% air rendaman sebelum memasaknya.

Cara ini bisa membantu mengurangi kadar arsenik di dalam beras merah, tetapi juga mungkin bisa mengurangi sedikit manfaat beras merah untuk bayi.

Kesimpulan

Kesimpulannya, beras merah memiliki banyak manfaat untuk bayi dan dapat diperkenalkan ke dalam pola makan bayi, tetapi dengan hati-hati dan pada usia yang sesuai. Pastikan untuk memantau respons bayi Anda terhadap makanan tersebut dan berkonsultasi kepada dokter anak jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 24/11/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan