Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anak Takut pada Orangtua, Apa yang Harus Dilakukan?

Anak Takut pada Orangtua, Apa yang Harus Dilakukan?

Rasa takut pada anak merupakan hal yang wajar, karena ia menemukan beragam hal baru. Sebagai orangtua, Anda harus membantu anak melawan rasa takut tersebut. Namun, bagaimana bila anak takut pada orangtua sendiri? Hal ini bisa terjadi karena sikap yang ditunjukkan orangtua. Tidak jarang, hal ini sengaja dilakukan agar anak bersikap patuh. Tepatkah hal ini dilakukan orangtua atau lebih baik menumbuhkan rasa hormat pada orang tua?

Apa yang terjadi bila anak takut orangtua?

Jim Taylor dari University of San Fransisco mengatakan, ketakutan yang ditanamkan pada anak hanya akan memberikan efek jangka pendek. Pada saat hal ini diterapkan, anak mungkin akan mematuhi apa yang orangtua inginkan.

Namun perlu diketahui, ketakutan anak pada orangtua akan memberi efek buruk untuk jangka panjang. Rasa takut tersebut bisa menimbulkan stres, rasa tidak aman, kecemasan, dan sejumlah masalah psikologis, emosional, dan fisik lainnya.

Ditambah lagi, anak dengan kondisi ini akan menerapkan hal yang sama saat dia menjadi orangtua nantinya. Anak pun cenderung berbohong untuk menghindari kemarahan mereka.

Selain pada keluarga, kondisi ini juga bisa berdampak negatif pada anak di lingkungan sosialnya. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dengan emosi dan ketakutan bisa menggunakan cara yang sama dalam berinteraksi dengan temannya. Parahnya, anak bisa bersikap mengintimidasi (bullying) terhadap anak lain.

Mendidik anak agar hormat pada orangtua, bukan merasa takut

Menanamkan rasa takut dan hormat (respect) pada anak terhadap orangtua merupakan dua hal yang berbeda. Rasa takut berarti dipaksa, sementara hormat bisa didapat tanpa paksaan. Dengan tumbuhnya rasa hormat, anak akan senantiasa mendatangi orangtua bila membutuhkan bantuan, nasihat, atau dorongan, bahkan hingga mereka dewasa nanti.

Lalu, bagaimana cara menanamkan rasa hormat anak terhadap orangtua? Langkah-langkah berikut ini bisa Anda terapkan:

  • Jadilah panutan atau contoh untuk anak

Cara paling mudah untuk menumbuhkan rasa hormat anak pada orangtua, yaitu dengan menjadi contoh/panutan yang baik. Bila ingin mendapat rasa hormat dari anak, orangtua pun harus memberikan rasa hormat pula pada anak.

Tunjukkan pula cara menghormati orang lain di lingkungan sosialnya, seperti supir yang mengantar mereka ke sekolah, guru di sekolah, penjual di pasar, dan sebagainya. Dengan begini, anak pun akan melakukan hal yang sama.

  • Kendalikan emosi

Jangan lupa untuk selalu mengendalikan emosi Anda pada anak. Bila hal ini tidak Anda lakukan, bukan hormat yang timbul, justru rasa takut anak terhadap orangtua.

Bicaralah dengan sopan dan sabar meski Anda sedang dalam keadaan kesal atau marah. Bila merasa emosi dengan sikap anak, lebih baik tarik nafas yang panjang dan tenangkan diri Anda terlebih dahulu sebelum membicarakan permasalahannya dengan anak.

  • Tunjukkan cinta pada anak

Hal paling penting yang harus dilakukan dalam mendidik anak, yaitu berusaha selalu menunjukkan orangtua mencintai anak. Dengan begini, anak pun akan kembali mencintai orangtua tanpa perlu merasa takut.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Psychology Today. (2020). My Kids Don’t Fear Me (But is That a Good Thing?). [online] Available at: https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-power-prime/201405/my-kids-don-t-fear-me-is-good-thing [Accessed 3 Mar. 2020].

Foundation, L. (2020). Teaching children to respect you, not fear you – IF Foundation. [online] IF Foundation. Available at: https://www.iffoundation.org.au/teaching-children-to-respect-you-not-fear-you/ [Accessed 3 Mar. 2020].

Youthranch.org. (2020). Fear and Respect: What’s the Difference?. [online] Available at: https://www.youthranch.org/blog/fear-and-respect-whats-the-difference [Accessed 3 Mar. 2020].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.