Perbandingan Susu Bubuk dan Susu Cair, Mana yang Lebih Sehat?

    Perbandingan Susu Bubuk dan Susu Cair, Mana yang Lebih Sehat?

    Ada berbagai jenis susu di pasaran, di antaranya susu cair dan susu bubuk. Susu bubuk melalui proses pembutan yang lebih panjang dibandingkan susu cair. Lantas, bagaimana perbandingan susu bubuk dan susu cair dalam hal manfaat kesehatan?

    Perbandingan susu bubuk dan susu cair

    Di antara susu bubuk atau susu cair, mana yang lebih bagus? Berikut perbedaan yang bisa Anda bandingkan.

    1. Susu bubuk diproses dengan tahapan lebih banyak

    Susu bubuk berasal dari susu cair yang mengalami proses pemanasan, penguapan, dan pengeringan dengan bantuan alat spray dryer.

    Alat ini berguna untuk mengurangi kadar air pada susu. Jadi, susu pun bisa berbentuk bubuk.

    Sementara itu, susu cair adalah jenis susu yang berasal dari hewan ternak penghasil susu. Produk susu cair ada yang ditambahkan pemanis atau perasa, ada pula yang tidak.

    2. Kandungan gizi susu cair lebih tinggi

    perbandingan susu bubuk dan susu cair dari segi kandungan gizi

    Perbandingan susu bubuk dan susu cair bisa dilihat dari zat gizinya. Susu hewani seperti susu sapi kaya akan protein, mineral, vitamin B-12, dan kolin.

    Berikut kandungan secangkir susu sapi full cream seberat 244 gram.

    • Protein: 7,89 gram (g).
    • Kalsium: 300 miligram (mg).
    • Magnesium: 29,3 mg.
    • Fosfor: 246 mg.
    • Kalium: 366 mg.
    • Zink: 1,02 mg.
    • Kolin: 43,4 mg.
    • Vitamin A: 78,1 mikrogram (mcg).
    • Vitamin B12: 1,32 mcg.

    Sementara itu, inilah kandungan secangkir susu yang berasal dari 3 sendok susu bubuk seberat 15 gram.

    • Protein: 4 g.
    • Kalsium: 137 mg.
    • Magnesium: 13 mg.
    • Fosfor: 117 mg.
    • Kalium: 200 mg.
    • Zink: 1,07 mg.
    • Kolin: 0,5 mg.
    • Vitamin A: 39 mcg.
    • Vitamin B12: 0,5 mcg.

    Berdasarkan kompisisi gizi keduanya, susu bubuk dan susu cair sama-sama memiliki beragam zat gizi yang diperlukan tubuh.

    Meski begitu, kandungan zat gizi susu bubuk lebih rendah daripada susu cair. Hal ini terjadi akibat proses pengeringan susu.

    Pastikan Anda selalu membaca informasi nilai gizi susu di kemasan.

    3. Susu cair lebih mudah basi

    Susu bubuk dan susu cair sama-sama mengalami proses pasteurisasi, yakni memanaskan susu dalam suhu dan rentang waktu tertentu.

    Proses ini penting untuk membunuh bakteri berbahaya yang membuat susu lebih mudah basi sehingga tidak tahan lama.

    Sayangnya, susu cair lebih mudah rusak daripada susu bubuk. Susu cair kaya air yang memudahkan pertumbuhan bakteri dan jamur, sehingga waktu simpannya lebih pendek.

    4. Kadar lemak susu bubuk lebih rendah

    Kadar lemak dalam segelas susu ternyata relatif lebih tinggi, yaitu 7,81 gram. Sementara itu, kandungan lemak di dalam segelas susu bubuk hanya sebesar 4 gram.

    Selain itu, kadar asam lemak jenuh pada susu bubuk lebih rendah. Susu bubuk mengandung lemak jenuh sebesar 2,5 gram, sedangkan susu cair sebesar 4,54 gram.

    Nah, perbandingan kadar lemak susu bubuk dan susu cair pun membantu Anda memperhatikan asupan lemak harian.

    Ini penting untuk Anda memiliki kondisi kesehatan atau menjalani diet tertentu, misalnya ingin menurunkan kadar kolesterol.

    Tahukah Anda?

    Susu bubuk dan susu cair sama-sama mengandung kolesterol. Namun, lebih penting mengurangi asupan asam lemak jenuh karena kandungan inilah bisa memengaruhi liver dalam mengolah kolesterol di tubuh.

    5. Sama-sama meningkatkan risiko penyakit jantung bila berlebihan

    Susu cair tinggi lemak dan asam lemak jenuh yang bisa menyumbat pembuluh darah.

    Penyumbatan pembuluh darah bisa membuat Anda mengalami penyakit jantung koroner, stroke, hingga serangan jantung.

    Risiko ini juga bisa ditemukan pada susu bubuk meski lebih rendah lemak dan asam lemak jenuh.

    Proses penguapan dan pemanasan pada susu bubuk bisa menyebabkan kolesterol susu teroksidasi.

    Oksidasi kolesterol ini bisa menimbulkan peradangan pembuluh darah. Peradangan membuat darah menggumpal sehingga pembuluh pun tersumbat.

    6. Susu cair lebih baik untuk tulang

    Bila Anda ingin menjaga kesehatan tulang, sebaiknya pilih susu cair.

    Segelas susu cair mengandung kalsium yang sangat tinggi dan bisa memenuhi 30% dari angka kecukupan gizi (AKG) harian.

    Kalsium merupakan mineral utama untuk menjaga kepadatan mineral tulang. Tulang pun akan kuat dan mengurangi risiko osteoporosis.

    Selain itu, susu cair juga mengandung vitamin D yang lebih banyak. Kalsium tidak akan bekerja maksimal tanpa vitamin D. Zat gizi ini membantu meningkatkan penyerapan kalsium pada tulang.

    7. Susu bubuk lebih cocok untuk intoleransi laktosa

    Intoleransi laktosa adalah kondisi tubuh yang tidak bisa mencerna laktosa atau gula alami pada susu hewani. Kondisi ini menyebabkan Anda kembung dan diare.

    Kondisi ini muncul akibat tubuh kekurangan enzim laktase yang memecah laktosa agar bisa diserap.

    Proses pembuatan susu bubuk bisa saja menghilangkan kandungan laktosa. Namun, susu cair hewani tidak sepenuhnya bebas laktosa.

    Oleh karena itu, susu bubuk lebih aman untuk penderita intoleransi laktosa.

    Bila Anda bertanya lebih bagus susu cair atau susu bubuk, jawabannya adalah tergantung kebutuhan.

    Kandungan gizi susu cair lebih tinggi dan lebih baik untuk kesehatan tulang. Sementara, susu bubuk tidak mudah rusak dan lebih rendah lemak jenuh.

    Waktu terbaik minum susu cair atau bubuk pun bisa kapan saja.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 05/01/2023

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan