home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bu, Ini Pentingnya DHA di 1000 Hari Pertama Kehidupan Si Kecil

Bu, Ini Pentingnya DHA di 1000 Hari Pertama Kehidupan Si Kecil

Sebagian dari Ibu mungkin sudah mengetahui betapa pentingnya DHA (Docosahexaenoic acid) bagi pertumbuhan otak si Kecil. Periode terbaik untuk mengoptimalkan pertumbuhan si Kecil adalah pada saat 1000 hari pertama kehidupan (mulai dari konsepsi hingga si Kecil berusia dua tahun). Oleh karena itu, dari mulai ibu hamil hingga menyusui, kebutuhan harian DHA untuk anak perlu terus diperhatikan.

Apa saja manfaat DHA untuk anak?

Si Kecil dalam janin bisa mendapatkan DHA dari makanan yang ibu konsumsi dan setelah itu pemberian DHA berlanjut melalui ASI. DHA sangat penting bagi si Kecil bahkan ketika ibu tidak dapat asupan DHA dari makanan atau suplemen, tubuh akan menggunakan DHA dari ibu sendiri untuk diberikan pada si Kecil saat masa kehamilan dan melalui ASI setelah dilahirkan.

Berikut paparan lebih lanjut mengenai manfaat DHA untuk anak:

Perkembangan otak

Pengaruh DHA untuk anak dalam mendukung perkembangan otak si Kecil telah dibuktikan oleh beberapa penelitian. Salah satunya penelitian yang dilaksanakan di Australia. Hasilnya menunjukan bahwa si Kecil dengan ibu yang mendapat asupan minyak ikan berdosis tinggi (termasuk DHA) saat trimester kedua kehamilan, memiliki nilai yang lebih tinggi dalam tes koordinasi antara mata dan tangan.

Berat badan saat lahir

Para peneliti di Maastricht University, Belanda, menemukan “hubungan positif yang signifikan” antara tingkat DHA ibu (terutama di awal kehamilan) dan berat badan serta ukuran lingkar kepala si Kecil saat lahir.

Penelitian lain menunjukkan, mengonsumsi sumber makanan atau suplemen DHA untuk si Kecil selama masa kehamilan mungkin memberi manfaat (meski kecil) untuk mengurangi risiko bayi lahir prematur, bagi ibu yang pernah mengalami persalinan prematur.

Melindungi si Kecil dari penyakit

Sebuah studi pada tahun 2011 menemukan bahwa manfaat DHA untuk anak yang didapat karena ibu mengonsumsi sumber makanan atau suplemen dapat membantu melindungi si Kecil dari penyakit di awal kehidupan setelah dilahirkan.

Studi ini mengikutsertakan 1.100 ibu hamil dan 900 bayi. Dari penelitian ini ditemukan bahwa anak-anak dengan ibu yang mengonsumsi 400 mg DHA setiap hari dan hampir selama masa mengandung, risiko untuk terkena gejala pilek selama beberapa bulan pertama kehidupan lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang lahir dengan ibu yang diberi plasebo selama hamil.

Selain ketiga manfaat yang telah disebutkan, DHA juga sering disebut-sebut sebagai cara alami untuk mencegah keguguran. Beberapa ibu juga mengonsumsi DHA untuk mengurangi risiko depresi pascapersalinan.

Berapa kebutuhan asupan DHA per hari?

Sebenarnya rekomendasi kebutuhan DHA untuk si Kecil yang diberikan melalui ibu belum benar-benar ditemukan. Namun sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di Journal of Perinatal Medicine menyimpulkan bahwa ibu hamil dan menyusui butuh mengonsumsi 200 mg DHA per hari.

Sumber lain juga menyarankan untuk ibu hamil dan menyusui mendapatkan asupan DHA setidaknya sekitar 200 mg atau 300 mg-900 mg per hari yang terdiri dari EPA dan DHA.

Makanan sumber DHA yang aman bagi ibu hamil dan menyusui

Makanan merupakan sumber terbaik DHA untuk si Kecil yang dapat ibu konsumsi. Sumber makanan yang tinggi DHA di antaranya seperti:

  • Salmon
  • Tuna
  • Teri
  • Sarden
  • Kacang dan minyak kenari
  • Produk makanan yang difortifikasi/ditambahkan DHA

Ibu juga dapat meminum suplemen sebagai alternatif jika kurang suka atau tidak dapat mengakses makanan tersebut. Suplemen dapat memberikan asupan DHA sama dengan sumber makanan, asalkan Ibu memilih yang berkualitas tinggi dan aman.

Sejumlah penelitian telah menunjukan efek positif DHA selama kehamilan untuk kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan DHA setiap hari agar si Kecil dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Holecko, C. (2010, March). DHA in Pregnancy: Should You Supplement? Retrieved January 27, 2020, from: https://www.everydayhealth.com/pregnancy/101/dha-in-pregnancy.aspx

verywell. (2020). What You Need to Know About Using DHA During Pregnancy. Retrieved January 27, 2020, from: https://www.verywellfamily.com/dha-and-pregnancy-89182

Adda Bjarnadottir, MS, LN. (2019, May 28). DHA (Docosahexaenoic Acid): A Detailed Review. Retrieved January 27, 2020, from: https://www.healthline.com/nutrition/dha-docosahexaenoic-acid#sources

Gautier, S. (2016). DHA prenatal supplementation during the last half of pregnancy positively affects infant attention and behavioral state (fussiness) across the first year of life – News – Understanding vitamins & more – NUTRI-FACTS. Retrieved January 27, 2020, from: https://www.nutri-facts.org/en_US/news/DHA-prenatal-supplementation-during-the-last-half-of-pregnancy-positively-affects-infant-attention-and-behavioral-state-fussiness-across-the-first-year-of-life.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal diperbarui 30/03/2020
x