Minum Paracetamol Terus-terusan, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Paracetamol adalah obat penghilang rasa sakit yang paling banyak digunakan. Paracetamol biasanya digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan nyeri yang dirasakan selama flu. Obat ini bisa didapatkan dengan resep maupun tidak. Sehingga banyak orang yang menggunakan paracetamol dalam waktu yang lama. Lantas, adakah efek samping paracetamol dalam jangka panjang?

Adakah efek samping paracetamol?

Efek samping dari paracetamol sebenarnya jarang terjadi, tapi tetap bisa muncul, seperti:

  • mual, sakit perut bagian atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan
  • urine berwarna gelap, feses berwarna pucat
  • kuning pada kulit dan mata
  • reaksi alergi, yang dapat menyebabkan ruam dan bengkak
  • flushing, tekanan darah rendah dan detak jantung cepat, ini kadang-kadang dapat terjadi ketika paracetamol diberikan di vena lengan Anda
  • kelainan darah, seperti trombositopenia (jumlah sel trombosit yang rendah) dan leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah)
  • kerusakan hati dan ginjal jika Anda mengambil terlalu banyak (overdosis), ini bisa berakibat fatal pada kasus yang berat

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Namun, jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut setelah minum paracetamol, segera hubungi dokter Anda.

Lantas, adakah efek samping paracetamol dalam jangka panjang?

Paracetamol dianggap lebih aman daripada analgesik lain yang umum digunakan seperti obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen atau opioid.

Namun, penggunaan dalam jangka panjang masih diperdebatkan dan dianggap remeh oleh beberapa orang. Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Profesor Philip Conaghan dari Fakultas Kedokteran di University of Leeds, menjawab keraguan ini.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa ada kemungkinan risiko munculnya penyakit jantung, masalah ginjal, dan gangguan pada sistem pencernaan dalam penggunaan paracetamol jangka panjang.

Meskipun memang, risiko yang disebutkan cukup kecil, tapi peluang penyakit tersebut tetap ada.

Penelitian ini menunjukkan bahwa risiko kesehatan yang merugikan dari penggunaan paracetamol dalam jangka panjang diremehkan. Terutama dalam kaitannya dengan peningkatan risiko masalah jantung, gastrointestinal dan ginjal.

Memang penelitian ini masih butuh digali lebih dalam lagi, tapi tetap saja Anda harus berhati-hati dan konsultasikan dulu ke dokter jika ingin menggunakan paracetamol dalam jangka yang panjang.

Lantas, seberapa lama paracetamol aman digunakan?

Sejauh ini. tidak ada batasan atau patokan seberapa lama obat penghilang rasa sakit ini aman digunakan. Yang perlu diingat adalah Anda hanya boleh menggunakan obat ini ketika merasakan sakit, entah itu sakit kepala atau nyeri di bagian tubuh lain.

Namun, jika memang rasa sakit dan nyeri yang Anda alami tak kunjung sembuh, mungkin saja ada masalah atau gangguan yang terjadi pada tubuh Anda. Bila sangat mengganggu dan berkelanjutan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Agar, jika ada suatu masalah kesehatan tertentu yang Anda alami dapat dideteksi dini. Lagi-lagi, selalu konsultasikan ke dokter bila ingin menggunakan obat dalam jangka panjang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Informasi Kesehatan 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Efek Samping Minum Obat Pereda Nyeri, dari Ringan Hingga yang Fatal

Ada berbagai jenis obat pereda nyeri dengan keunggulan dan efek samping masing-masing. Lantas, apa saja efek samping tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 19 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Pilihan Obat Pilek yang Aman dan Manjur untuk Ibu Hamil

Ada banyak obat pilek di apotek. Namun, jangan asal pilih jika Anda sedang hamil. Berikut rekomendasi pilihan obat pilek yang aman untuk diminum ibu hamil.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit

Oskadon

Oskadon adalah obat untuk meredakan sakit kepala dan rasa nyeri lainnya. Cari tahu dosis, efek samping, serta interaksi obat Oskadon di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 5 Maret 2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
dosis obat pereda nyeri

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
minum paracetamol saat hamil

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit