Dexbrompheniramine

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa obat Dexbrompheniramine?

Dexbrompheniramine merupakan antihistamin yang meminimalisir efek dari zat kimia alami histamin pada tubuh. Histamin dapat menyebabkan gejala seperti bersin, gatal-gatal, mata berair dan hidung beringus.

Dexbrompheniramine umumnya digunakan untuk mengatasi hidung beringus, bersin, gatal, mata berair yang disebabkan oleh alergi, masuk angin atau flu.

Dexbrompheniramine juga dapat digunakan untuk tujuan lain yang tidak disebutkan di petunjuk obat ini.

Bagaimana aturan pakai Dexbrompheniramine?

Gunakan sesuai dengan label pada kemasan atau sesuai petunjuk dokter. Jangan gunakan dalam dosis yang lebih besar, lebih kecil atau lebih lama dari yang direkomendasikan. Obat ini biasanya digunakan hanya dalam jangka yang singkat hingga gejala hilang.

Jangan gunakan lebih dari 7 hari berturut-turut. Bicarakan dengan dokter jika gejala tidak membaik setelah 7 hari pengobatan, atau jika Anda memiliki demam dengan sakit kepala atu ruam kulit. Jangan memberikan obat ini pada anak di bawah 4 tahun. Selalu tanyakan pada dokter sebelum memberikan obat batuk atau flu pada anak. Kematian dapat terjadi dari penggunaan obat batuk dan flu yang tidak tepat pada anak-anak kecil.

Jika Anda memerlukan operasi atau tes medis, beri tahu ahli bedah atau dokter sebelumnya bahwa Anda telah menggunakan obat ini dalam beberapa hari.

Bagaimana cara menyimpan Dexbrompheniramine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Dexbrompheniramine untuk orang dewasa?

Oral

Kondisi alergi

Dewasa: dikombinasikan dengan dekongestan, pseudoephedrine: 2 mg hingga 4 kali sehari.

Bagaimana dosis Dexbrompheniramine untuk anak?

Oral

Kondisi alergi

Anak-anak di atas 6 tahun: dikombinasikan dengan pseudoephedrine: 1 mg hingga 4 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Dexbrompheniramine?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan dexbrompheniramine dan segera hubungi dokter jika Anda memiliki efek samping serius, seperti:

  • Detak jantung yang cepat atau tidak teratur
  • Perubahan mood
  • Tremor, kejang
  • Mudah memar atau berdarah, kelemahan yang tidak biasa
  • Sesak napas
  • Lebih jarang buang air kecil atau tidak sama sekali.

Efek samping yang lebih tidak serius dapat meliputi:

  • Pusing, mengantuk
  • Mulut, hidung atau tenggorokan kering
  • Konstipasi
  • Pandangan kabur
  • Merasa gelisah atau kurang istirahat.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Dexbrompheniramine?

Anda dilarang menggunakan obat ini jika Anda mengalami konstipasi parah, penyumbatan pada lambung atau usus, atau jika Anda tidak dapat buang air kecil.

Jangan gunakan obat ini jika Anda memiliki penyakit yang belum ditangani atau tidak terkendali, seperti glukoma, asma atau COPD, penyakit jantung atau kelainan tiroid.

Tanyakan dokter atau apoteker apakah dexbrompheniramine aman digunakan jika Anda memiliki:

  • Penyumbatan pada saluran pencernaan (lambung atau usus), kolostomi atau ileostomi
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Batuk berdahak, atau batuk akibat merokok, emfisema atau bronkitis kronis
  • Pembesaran prostat atau gangguan saat buang air kecil
  • Jika Anda menggunakan kalium (Cytra, Epiklor, K-Lyte, K-Phos, Kaon, Klor-Con, Polycitra, Urocit-K).

Apakah Dexbrompheniramine aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko,
  • B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C= Mungkin berisiko,
  • D= Ada bukti positif dari risiko,
  • X= Kontraindikasi,
  • N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Dexbrompheniramine?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • CNS depressants eg
  • Barbiturates
  • Hypnotics
  • Opioid analgesics
  • Anxiolytic sedatives and neuroleptics
  • Other antimuscarinics
  • MAOIs
  • Betahistine
  • Ototoxic drugs.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Dexbrompheniramine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Dexbrompheniramine?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Kelainan CV parah
  • Asma
  • Mengantuk
  • Glaukoma sudut tertutup
  • Retensi urinasi
  • Hipertropi prostatis
  • Obstruksi pyloroduodenal
  • Kerusakan ginjal dan hati
  • Epilepsi.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Hidung tersumbat alias mampet bisa sangat mengganggu bahkan membuat sakit kepala. Jangan dulu putus asa, simak cara mengatasi hidung tersumbat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Flu, Kesehatan Pernapasan 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Selain rasa gatal dan kulit kemerahan, ada beberapa tanda dan gejala alergi kulit yang perlu Anda waspadai. Kenali tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Kulit 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Penyebab gatal di selangkangan beragam. Mulai dari hal sepele karena Anda tidak menjaga kebersihan alat vital hingga tanda penyakit kelamin tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara bersin

Gagal Bersin Bikin Hidung Gatal Tak Karuan? 6 Cara Ini Patut Dicoba

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pilek adalah penyebab pilek

Pilek

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
gatal setelah mandi

Gatal Setelah Mandi? Beberapa Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit