home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berapa Banyak Vitamin C yang Dibutuhkan Ketika Sedang Sakit Batuk Pilek?

Berapa Banyak Vitamin C yang Dibutuhkan Ketika Sedang Sakit Batuk Pilek?

Vitamin C menjadi suplemen penting dalam melawan infeksi penyakit, salah satunya batuk pilek. Sebagian besar orang pasti ingin cepat sembuh saat sakit. Maka itu, biasanya Anda akan menambahkan dosis harian vitamin C (asam askorbat) agar tubuh cepat pulih. Simak penjelasan seberapa banyak vitamin C yang direkomendasikan saat sakit berikut ini.

Dosis vitamin C yang boleh dikonsumsi saat sakit

Daya tahan tubuh yang menurun karena sakit batuk pilek membatasi aktivitas Anda. Daya tahan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari beragam penyakit, tidak bisa bekerja secara optimal. Vitamin C sendiri dapat berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh.

Maka itu, vitamin C biasanya diresepkan oleh dokter saat Anda sakit batuk pilek. Vitamin C bukanlah komponen yang dapat diproduksi tubuh. Oleh karena itu, Anda membutuhkan bantuan vitamin C melalui asupan makanan atau suplemen.

Berdasarkan laman Web MD, rekomendasi konsumsi harian vitamin C pada orang dewasa dapat dilihat sebagai berikut.

  • Perempuan 19 tahun ke atas: 65 mg
  • Ibu hamil (19 tahun ke atas) 85 mg
  • Ibu menyusui (19 tahun ke atas): 120 mg
  • Laki-laki 19 tahun ke atas: 90 mg

Nah, seberapa banyak dosis vitamin C yang diperlukan saat sakit batuk pilek? Berdasarkan studi yang dilakukan Harvard Medical School pada 2013, dosis vitamin C memengaruhi penurunan gejala pada orang yang sakit batuk pilek.

Studi tersebut melibatkan 11.000 partisipan dengan 29 penelitian acak. Partisipan berprofesi sebagai pelari maraton, pemain ski, dan tentara. Mereka sering melakukan aktivitas fisik pada kondisi wilayah bercuaca dingin. Setidaknya, mereka membutuhkan 200 mg vitamin C per hari untuk meminimalkan risiko sakit batuk pilek.

Pada ulasan selanjutnya dikatakan, dosis 200 mg vitamin C tidak memiliki pengaruh saat individu mengalami sakit batuk pilek. Ini merajuk pada populasi secara umum.

Namun, konsumsi vitamin C sebanyak 200 mg per hari dapat mengurangi durasi gejala batuk pilek rata-rata 8% pada orang dewasa dan 14% pada anak-anak.

Dikatakan oleh dr. Bruce Bistrian, Kepala Nutrisi Klinis di Harvard-affiliated Beth Israel Deaconess Medical Center, hal ini penting diketahui oleh beberapa orang yang sering mengalami batuk pilek, karena 23 juta orang tidak bekerja dikarenakan kondisi ini.

Sedikit berbeda pada penelitian lain yang dilakukan oleh dr. Harri Hemilä di University of Helsinki, Finlandia. Merangkum penelitian tersebut, konsumsi vitamin C 6 gram dalam sehari dapat mengurangi 17% durasi sakit batuk pilek.

Sementara itu, vitamin C dosis 8 gram saat dikonsumsi per hari mampu menurunkan 19% durasi sakit batuk pilek. Hemilä menyimpulkan bahwa dosis vitamin C dapat memperpendek durasi sakit sehingga Anda menjadi cepat sembuh.

Jadi, bolehkah konsumsi vitamin C dosis tinggi ketika sakit?

Anda bisa saja menerapkan dosis konsumsi vitamin C saat sakit seperti yang disebutkan pada pembahasan di atas, mulai dari 200 mg hingga 8 gram per hari. Meskipun penelitian mengatakan bahwa dosis dapat berpengaruh pada kekambuhan gejala dan durasi, konsumsi vitamin C tetap perlu dibatasi.

Vitamin C dosis di atas 400 mg dikeluarkan lewat urine. Sementara dosis di atas 2000 mg per hari, tergolong terlalu banyak konsumsi vitamin C dapat menyebabkan mual, diare, dan sakit perut bagian atas.

Dr. Bistrian mengingatkan untuk mengonsumsi vitamin C setiap hari sebelum Anda sakit batuk pilek, sesuai dengan rekomendasi harian di atas.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas, Anda bisa mengonsumsi buah jambu biji (guava) yang tinggi vitamin C. Vitamin C di dalam buah yang manis ini mampu memperbaiki sistem imunitas dan bekerja melawan infeksi kuman penyakit karena bersifat antimikroba.

Anda bisa mengonsumsinya setiap hari dalam bentuk buah atau jus. Dengan begitu daya tahan tubuh tetap terjaga saat Anda berkegiatan di kantor ataupun melakukan hobi yang Anda sukai tanpa terhalang oleh penyakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can vitamin C prevent a cold? – Harvard Health. Retrieved February 26, 2020, from Harvard Health website: https://www.health.harvard.edu/cold-and-flu/can-vitamin-c-prevent-a-cold

Larger doses of vitamin C may lead to a greater reduction in common cold duration. (n.d.). Retrieved February 25, 2020, from ScienceDaily website: https://www.sciencedaily.com/releases/2017/03/170330115246.htm

Vitamin C for Health. (n.d.). Retrieved February 25, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/diet/supplement-guide-vitamin-c#1

Vitamin C and colds: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2015). Retrieved February 25, 2020, from Medlineplus.gov website: https://medlineplus.gov/ency/article/002145.htm

What Is Your Immune System? Retrieved February 25, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/cold-and-flu/immune-system-function

8 Health Benefits of Guava Fruit and Leaves. Retrieved February 25, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/nutrition/8-benefits-of-guavas#section1

Shaik-Dasthagirisaheb, Y. B., Varvara, G., Murmura, G., Saggini, A., Caraffa, A., Antinolfi, P., … Pandolfi, F. (2013). Role of vitamins D, E and C in immunity and inflammation. Journal of Biological Regulators and Homeostatic Agents, 27(2), 291–295. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23830380

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 04/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x