Cara Aman Buang Obat yang Sudah Kedaluwarsa Atau Tidak Terpakai Lagi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cara buang obat yang sudah kedaluwarsa atau sudah tidak terpakai lagi beda dengan cara membuang sampah rumah tangga biasa. Dibiarkan menumpuk di kotak obat berisiko tidak sengaja diminum oleh penghuni rumah lain yang tidak tahu menahu soal obat basi tersebut. Hal ini bisa menyebabkan keracunan. Sembarangan membuang obat sisa pun bisa berpotensi disalahgunakan oleh orang yang menemukannya. Maka, perhatikan benar cara Anda membuang obat di rumah. Ikuti panduan ini.

Cara buang obat yang aman

Pada dasarnya, setiap obat harus segera dibuang bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Ikuti langkah-langkah berikut sesuai panduan Badan Pengawas Obat dan Makanan:

  • Hilangkan semua label informasi dari wadah obat agar jenis obat tersebut tidak lagi bisa dibaca atau terlihat jelas. Ini juga berguna untuk menghindari obat dijual kembali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab setelah obat dikumpulkan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
  • Untuk obat berbentuk krim, salep, tablet, kapsul, dan bentuk padat lainnya: hancurkan obat dan campur dengan air, tanah, atau sampah menjijikan lain yang akan dibuang, kemudian taruh semua ke dalam wadah atau plastik tertutup. Hal ini untuk mencegah obat bocor atau tercecer dan diambil kembali oleh pemulung.
  • Obat-obatan berbentuk koyo bekas harus diremas atau gunting acak agar tidak bisa lagi ditempel.
  • Kebanyakan obat sirup boleh dituang langsung isinya ke toilet. Misalnya, obat demam anak atau obat flu cair. Namun, jangan lakukan cara ini untuk sirup antibiotik, antijamur, dan antivirus.

Beberapa obat tidak boleh dibuang sendiri

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa ada beberapa jenis obat yang berbahaya jika dituang langsung ke toilet. Misalnya opiat (fentanylmorfindiazepamoxycodone, buprenoprhine), obat-obatan kemoterapi, hingga obat antibiotik, antijamur, dan antivirus. Pasalnya, bakteri pembusuk dalam air gorong-gorong tidak bisa berfungsi apabila terkena obat tersebut. Yang ada, mereka malah mati.

Obat antibiotik, antijamur, dan antivirus dalam bentuk sirup/cair sebaiknya dibiarkan tetap berada dalam kemasan aslinya. Namun sebelum dibuang, larutan dulu bersama air, tanah, atau bahan lain yang tidak diinginkan, kemudian ditutup rapat. Hilangkan label obat (seperti langkah pertama) dan buang ke tempat sampah.

Beberapa obat-obatan lainnya — seperti dan obat opiat obat-obatan kemoterapi — dilengkapi dengan petunjuk pembuangan khusus beserta lokasi di mana Anda harus membuangnya. Masukkan sampah obat tersebut ke dalam tempat khusus seperti wadah kedap udara atau kantong bersegel dan bawa ke instansi resmi terdekat, seperti puskesmas pabrik obat, apotik, rumah sakit, atau kantor polisi yang bertanggung jawab untuk menangani pembuangan obat secara resmi. Di sana, kumpulan obat bekas akan dibakar untuk melindungi lingkungan sekitar dari pencemaran obat.

Obat-obatan lainnya yang tidak boleh dibuang di toilet adalah:

  • Methylphenidate
  • Naltrexone hydrochloride
  • Methadone Hydrochloride
  • Hydrocodone Bitartrate
  • Naloxone Hydrochloride

Anda juga dapat menghubungi Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota atau kabupaten tempat tinggal Anda, atau otoritas pengelolaan sampah lokal untuk mendapatkan informasi mengenai cara buang obat yang benar di daerah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Obat Pengencer Darah yang Paling Umum Digunakan, Plus Risiko Efek Samping

Banyak jenis obat pengencer darah ada di pasaran. Apalagi bagi penderita penyakit jantung dan stroke, wajib tahu cara kerja, jenis, dan efek sampingnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella yang menyerang usus. Bagaimana mengatasi penyakit ini? Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat dan Efek Samping Centella Asiatica (Daun Pegagan) untuk Kulit

Centella asiatica (daun pegagan) disebut sebagai ramuan abadi yang manjur mengobati berbagai macam penyakit. Cari tahu penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Panduan Memilih Sampo yang Bagus untuk Rambut Lebih Sehat

Jika Anda melihat salah satu atau lebih dari bahan kimia dalam sampo yang bagus, sebaiknya taruh kembali ke raknya dan pilih merek lain.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ilustrasi bilas lambung atau gastric lavage

Mengenal Bilas Lambung, Terapi Medis Darurat untuk Atasi Keracunan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat nyeri tulang

Pilihan Obat yang Digunakan untuk Meredakan Nyeri Tulang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
vasodilator

Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit