Jangan Membuang Obat Kedaluwarsa Sembarangan! Ini Cara yang Benar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Obat memainkan peran penting dalam mengobati berbagai kondisi dan penyakit, namun saat Anda tidak lagi membutuhkan obat-obatan tersebut, penting untuk membuangnya dengan benar untuk membantu mencegah obat tercampur-baur dengan satu sama lain.

“Obat-obatan yang terlalu lama disimpan mungkin sudah melewati setengah dari batas waktu pemakaian mereka, menyebabkan mereka tidak lagi bekerja dengan efektif,” ujar Kimberly Cimarelli, manajer farmasi di Penn State Milton S. Hershey Medical Center, dilansir dari WebMD.

Selain itu, komposisi kimia dalam obat dapat berubah seiring waktu, membuatnya berbahaya jika dikonsumsi melewati masa pakainya.

Namun, bagaimana cara membuang obat kedaluwarsa yang benar? Mungkin tampak mudah untuk mengguyur obat-obatan bekas ke dalam toilet atau membuangnya di tempat sampah bersama sampah rumah tangga lainnya. Ini bukan ide yang baik.

Obat-obatan yang dibuang ke dalam toilet akan larut dalam air dan mencemari sungai, danau, dan persediaan air bersih. Membuang obat kedaluwarsa di tempat sampah juga dapat membahayakan lingkungan, dan masih dapat ditemukan oleh anak-anak, hewan peliharaan — dan bahkan orang dewasa yang sengaja ingin menyalahgunakan obat-obatan.

Di bawah ini, kami memberikan beberapa rekomendasi dan instruksi khusus untuk Anda pertimbangkan saat membuang sisa obat-obatan kedaluwarsa, bekas, atau yang tidak lagi digunakan.

1. Titipkan obat-obatan kedaluwarsa kepada instansi resmi

Kumpulkan obat-obatan yang sudah tak terpakai. Setelah agak banyak, bawa ke instansi resmi terdekat, seperti pabrik obat, apotik, rumah sakit, atau kantor polisi yang bertanggung jawab untuk menangani pembuangan obat secara resmi.

Pihak-pihak tersebut akan melakukan pemusnahan rutin terhadap stok obat yang sudah kedaluwarsa. Setelah dikumpulkan, obat-obatan kedaluwarsa ini akan dibakar untuk melindungi lingkungan sekitar dari pencemaran obat.

Mereka menerima obat-obatan resep dan non-resep, namun biasanya tidak akan menerima benda-benda tajam (seperti jarum suntik bekas), obat cair, krim dan salep, serta obat hirup.

Selain itu, Anda juga dapat menghubungi Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota atau kabupaten tempat tinggal Anda, atau otoritas pengelolaan sampah lokal untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan cara membuang obat kedaluwarsa di daerah Anda.

2. Membuang sampah di rumah

Dilansir dari Food and Drugs Administration (FDA), jika tidak ada program penitipan obat-obatan bekas resmi yang tersedia di wilayah tempat tinggal Anda, Anda dapat mengikuti langkah-langkah sederhana di bawah ini untuk membuang beberapa obat-obatan di tempat sampah rumah tangga:

Pertama, campur obat-obatan (namun jangan menggerus tablet maupun membuka isi kapsul) dengan substansi menjijikan, misalnya sampah makanan, debu, kotoran hewan peliharaan, atau ampas kopi. Ini untuk membuat obat-obatan ini tidak sedap dipandang mata guna menghindari anak-anak dan hewan peliharaan Anda untuk mengobrak-abrik tempat sampah, juga menghalangi orang-orang asing yang mungkin sengaja mencari obat untuk mereka gunakan sendiri.

Kedua, masukkan campuran sampah tersebut ke dalam tempat khusus seperti wadah kedap udara atau zip-top (namun jangan gunakan kantung plastik kresek) untuk menghindari kebocoran, dan taruh wadah tersebut di tempat sampah Anda.

Ketiga, sebelum membuang botol obat atau kemasan obat kosong lainnya, selalu rusak tampilan fisiknya. Cabut atau coret stiker kemasan yang berisi data pribadi Anda, jika ada, dan gunting kemasan karton untuk membuatnya sulit dibaca. Hal ini bertujuan untuk mencegah pemalsuan kemasan atau isi ulang ilegal, karena bisa saja botol obat berstiker diambil oleh mereka yang tidak bertanggung jawab dan selanjutnya diisi oleh obat palsu.

3. Membuang obat kedaluwarsa di toilet

Beberapa obat resep yang mengandung zat yang dikendalikan, seperti opiat (fentanyl, morfin, diazepam, oxycodone, buprenoprhine) tidak boleh dibuang langsung ke dalam tempat sampah, karena metode ini mungkin masih memberikan kesempatan bagi anak atau hewan peliharaan untuk secara tidak sengaja menelan obat-obatan tersebut.

Ada baiknya untuk teliti kembali sebelum benar-benar membuang Beberapa obat-obatan lainnya — seperti obat-obatan kemoterapi — dilengkapi dengan petunjuk pembuangan khusus beserta lokasi dimana Anda harus membuangnya.

Jika Anda tidak dapat menemukan tempat pembuangan resmi, direkomendasikan untuk membuang obat-obatan seperti di atas dengan mengguyurnya ke dalam toilet segera setelah mereka tidak lagi digunakan.

Misalnya, Anda menggunakan koyo fentanyl untuk meredakan nyeri kronis. Segera remas koyo bekas dan sisa koyo lainnya dalam kemasan yang sudah tidak lagi dibutuhkan, dan siram ke dalam toilet. Saat Anda membuang obat-obatan bersubstansi keras seperti ini, Anda akan membantu orang lain di sekitar Anda tetap aman dengan memastikan bahwa obat-obatan tersebut tidak bisa lagi digunakan atau tidak sengaja tertelan dan menyebabkan celaka.

Namun, beberapa tenaga pelayanan kesehatan dan ilmuwan tampak kurang setuju dengan metode ini atas alasan keamanan lingkungan. Namun, FDA berargumen bahwa obat-obatan seperti ini bisa berakibat sangat fatal hanya dengan satu dosis saja bagi orang awam yang tidak seharusnya mengonsumsinya.

“Kami percaya bahwa risiko ini jauh melebihi potensi risiko terhadap kesehatan manusia atau lingkungan yang mungkin berasal dari pembuangan obat-obatan kedaluwarsa di toilet,” ujar FDA, dikutip dari CNN.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit