home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Katanya Minum Es Sehabis Makan Bikin Perut Beku, Benarkah?

Katanya Minum Es Sehabis Makan Bikin Perut Beku, Benarkah?

Pada siang hari yang terik, minum es setelah makan pasti terasa nikmat dan menyegarkan. Namun, ada yang mengatakan bahwa minum es setelah makan bisa bikin perut beku dan mengganggu sistem pencernaan. Benarkah?

Minum es setelah makan, apa benar bisa bikin perut beku?

Faktanya, tidak ada perbedaan yang terlalu kentara saat Anda mengonsumsi air es setelah makan dengan mengonsumsi air biasa maupun air panas. Bahkan, minum es setelah makan mungkin dapat membuat Anda minum lebih banyak air. Pasalnya menurut American College of Sports Medicine, kebanyakan orang cenderung lebih suka minum air dingin dibandingkan meminumnya saat panas.

Mungkin jika diingat-ingat, ketika Anda minum air hangat, Anda akan cenderung tidak mudah merasa haus. Hal ini dapat membuat Anda lupa untuk minum air, sehingga pada titik tertentu, Anda mungkin saja mengalami dehidrasi.

Selain itu, minum es setelah makan adalah alternatif yang lebih baik dibandingkan minum minuman manis, khususnya jika Anda ingin menjaga berat badan Anda. Alasannya, air es dapat membantu Anda membakar kalori sedikit lebih banyak dibandingkan air mineral biasa maupun minuman manis.

Sebab, saat minum air es, tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan temperatur di dalam tubuh. Meski begitu, minum air dingin tidak akan serta merta membuat berat badan Anda turun drastis.

Namun, minum air mineral baik es maupun tidak sudah terbukti dapat memberikan manfaat kesehatan baik fisik maupun mental. Bahkan, The National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine menyarankan laki-laki berusia 19 tahun ke atas untuk mengonsumsi 3.7 liter air setiap harinya, sementara wanita berusia 19 tahun ke atas mengonsumsi 2.7 liter air.

Risiko kebanyakan minum air es

Sama halnya dengan makanan dan minuman lain yang Anda konsumsi, minum es, baik setelah makan atau tidak, juga memiliki beberapa risiko, yaitu:

  • Jika Anda menderita achalasia, sebuah kondisi yang membatasi tubuh Anda untuk mendorong makanan melalui esofagus ke lambung, akan memperburuk kondisi tersebut jika Anda minum es setelah makan.
  • Pada beberapa orang, minum air mineral dingin dapat menyebabkan kepala pusing. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian.
  • Penelitian lain menyebutkan bahwa air es dapat membuat ingus Anda menjadi lebih kental dan lebih susah untuk melewati jalan pernapasan. Sementara, hal ini akan menyulitkan Anda saat sedang flu karena akan membuat kondisi Anda memburuk.

Manfaat minum air es

Tidak selalu berbahaya, ada beberapa manfaat dari minum air es, baik setelah makan ataupun tidak, yaitu:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 Health Benefits of Ice Cold Water. Retrieved from https://harcourthealth.com/7-health-benefits-of-ice-cold-water/

Corleone, J. (2019). Drinking Cold Water After Eating | Livestrong.com. Retrieved from https://www.livestrong.com/article/537267-drinking-cold-water-after-eating/

Dietary reference intakes: Electrolytes and water. (2004). Retrieved from http://nationalacademies.org/hmd/~/media/Files/Activity%20Files/Nutrition/DRI-Tables/9_Electrolytes_Water%20Summary.pdf?la=en

Exercise and Fluid Replacement. (2007). Medicine & Science In Sports & Exercise39(2), 377-390. doi: 10.1249/mss.0b013e31802ca597

LaFata, D., Carlson-Phillips, A., Sims, S., & Russell, E. (2012). The effect of a cold beverage during an exercise session combining both strength and energy systems development training on core temperature and markers of performanceJournal Of The International Society Of Sports Nutrition9(1), 44. doi: 10.1186/1550-2783-9-44

Mattsson, P. (2001). Headache Caused by Drinking Cold Water is Common and Related to Active MigraineCephalalgia21(3), 230-235. doi: 10.1046/j.1468-2982.2001.00211.x

Saketkhoo, K., Januszkiewicz, A., & Sackner, M. (1978). Effects of Drinking Hot Water, Cold Water, and Chicken Soup on Nasal Mucus Velocity and Nasal Airflow ResistanceChest74(4), 408-410. doi: 10.1016/s0012-3692(15)37387-6

Sissons, B. (2019). Is drinking cold water bad for you? Risks and benefits. Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/325038.php

Watson, K. (2018). Is Drinking Cold Water Bad for You? Digestion, Weight Loss, Energy. Retrieved from https://www.healthline.com/health/is-drinking-cold-water-bad-for-you#cold-vs.-warm-water

 

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 20/06/2019
x