home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

10 Manfaat Nanas Madu yang Memiliki Kandungan Nutrisi Melimpah

10 Manfaat Nanas Madu yang Memiliki Kandungan Nutrisi Melimpah

Buah nanas adalah salah satu jenis buah tropis yang sangat mudah ditemukan di Indonesia. Pengolahan nanas madu dalam berbagai jenis makanan dan minuman sangat beragam, seperti jus, smoothies, rujak, hingga bumbu asam manis pada masakan. Buah nanas madu adalah salah satu jenis nanas yang banyak digemari, karena rasanya yang lebih manis dan menyegarkan. Nah, tahukah Anda selain rasa yang lezat, nanas madu ternyata memiliki kandungan nutrisi dan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Kandungan gizi yang terdapat dalam nanas madu

Terlepas dari rasanya yang lebih manis, kandungan nutrisi yang terdapat pada nanas madu sebenarnya tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan buah nanas biasa. Dalam 100 gram buah nanas madu, Anda bisa mendapatkan manfaat dari kandungan gizi berikut ini:

  • Air 85.66 gram.
  • Protein 0.53 gram
  • Lemak total 0.11 gram
  • Karbohidrat 13.5 gram
  • Serat 1.4 gram
  • Zat besi 0.28 miligram (mg).
  • Fosfor 8 mg
  • Kalium 108 mg
  • Natrium 1 mg
  • Seng 0.16 mg
  • Asam askorbat (Vitamin C) 56.4 mg
  • Thiamin (Vitamin B1bro) 0.08 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2) 0.033 mg
  • Niacin (Vitamin B3) 0.507 mg
  • Asam pantotenat (Vitamin B5) 0.217 mg
  • Vitamin B6 0.114 mg

Manfaat kesehatan mengonsumsi nanas madu

Dengan kandungan nutrisi yang melimpah pada nanas madu, tak heran jika Anda dapat merasakan manfaat kesehatan saat mengonsumsinya. Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan dari nanas madu:

1. Mengandung antioksidan untuk melawan penyakit

Sebagian dari Anda mungkin masih belum mengetahui bahwa buah nanas madu sangat kaya antioksidan. Molekul ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan berperan penting dalam melawan berbagai penyakit.

kandungan dan manfaat nanas madu

Alasannya, antioksidan dapat membantu melawan stres oksidatif, yaitu saat terdapat radikal bebas dalam jumlah yang banyak dalam tubuh. Jika dibiarkan, radikal bebas dapat berinteraksi dengan sel-sel tubuh dan menyebabkan kerusakan.

Hal ini yang menyebabkan terjadinya peradangan kronis, sistem imun yang melemah, dan berbagai penyakit berbahaya lainnya. Maka itu, nanas madu yang kaya akan antioksidan seperti flavonoid dan asam fenolat memiliki manfaat agar Anda bisa terlindungi dari kondisi tersebut.

2. Meningkatkan sistem imun tubuh

Kandungan vitamin, mineral, dan enzim seperti bromelain di dalam buah nanas madu ternyata dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Selain itu, buah ini rupanya juga bisa membantu menekan peradangan.

Sebuah penelitian yang dimuat pada Journal of Nutrition and Metabolism pada tahun 2014 menunjukkan, konsumsi buah nanas madu dapat mengurangi risiko mengalami infeksi virus dan bakteri, termasuk pada anak-anak.

Bahkan, penelitian lain membuktikan bahwa anak yang mengalami infeksi sinus bisa lebih cepat sembuh setelah mengonsumsi suplemen bromelain, jika dibandingkan dengan mengonsumsi obat-obatan lain.

3. Menurunkan tekanan darah

Kandungan lain yang terdapat pada buah nanas madu, yaitu kalium, ternyata memberikan manfaat untuk menurunkan tekanan darah. Bahkan, semakin banyak mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya akan nutrisi ini, semakin rendah pula risiko mengalami tekanan darah tinggi.

Sebuah penelitian pada masyarakat Amerika pada tahun 2011 menyatakan, meningkatkan asupan kalium dapat mengurangi 20% dari total risiko kematian yang disebabkan oleh berbagai penyakit.

Nah, tak hanya kalium, ternyata enzim bromelain yang terdapat pada nanas madu juga memiliki manfaat dalam menurunkan risiko Anda mengalami penyakit tekanan darah tinggi.

4. Mencegah kanker

Ada berbagai kandungan nutrisi pada buah nanas madu yang ternyata memiliki manfaat dalam membantu Anda mencegah kanker. Sebagai contoh, kandungan vitamin C buah ini dapat melawan pembentukan sel radikal bebas dalam tubuh. Jika dibiarkan tumbuh, sel radikal bebas dapat menjadi pemicu terjadinya kanker.

Lalu, sebuah penelitian yang dimuat pada Journal of Clinical Oncology pada tahun 2014 menyatakan,kandungan beta karoten yang juga ditemukan dalam nanas madu dapat menghambat perkembangan kanker usus.

Bukan hanya itu, kandungan bromelain yang terdapat pada buah ini juga dapat menekan perkembangan sel kanker payudara hingga kanker kulit. Bahkan, bromelain dapat menstimulasi sel kanker agar cepat mati.

5. Mencegah gangguan pencernaan

Berikutnya, manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dari kandungan bromelain yang terdapat pada nanas madu adalah pencegahan terhadap gangguan pencernaan. Bromelain merupakan enzim pencernaan yang dapat memecah molekul protein.

buah nanas untuk pencernaan

Saat molekul tersebut berhasil dipecah ke dalam asam amino dan peptida, mereka akan lebih mudah dicerna ke dalam usus halus, sehingga dapat melancarkan proses pencernaan.

Namun, tak hanya bromelain, kandungan air dan serat yang terdapat pada nanas madu juga memberikan manfaat dalam mencegah sembelit serta meningkatkan kesehatan saluran pencernaan.

6. Menjaga kesehatan jantung

Kandungan serat, kalium, dan vitamin C pada nanas madu memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan jantung, berdasarkan penelitian yang pada Archives of Internal Medicine.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa orang yang mengonsumsi 4.069 miligram (mg) kalium setiap harinya dapat menurunkan risiko penyakit jantung iskemik hingga 49 persen.

Bahkan, tidak hanya itu saja, peneliti juga menyebutkan bahwa kalium juga dapat membantu menurunkan risiko stroke, meningkatkan kepadatan tulang, hingga mengurangi pembentukan batu ginjal.

7. Meningkatkan kesuburan

Tahukah Anda bahwa radikal bebas dapat merusak sistem reproduksi? Maka itu, Anda yang ingin hamil maka dapat mencoba memperbanyak konsumsi buah nanas madu.

Pasalnya, kandungan antioksidan pada buah nanas madu memiliki manfaat dalam meningkatkan kesuburan. Antioksidan yang terdapat pada buah ini, seperti vitamin C dan beta karoten, dapat membantu memerangi radikal bebas di dalam tubuh.

Selain itu, kandungan vitamin dan mineral seperti seng dan folat pada nanas madu dapat meningkatkan kesuburan baik pada wanita maupun pada pria.

8. Menjaga kesehatan kulit

Kandungan vitamin pada buah nanas madu ini memang kaya akan manfaat. Mengonsumsi nanas madu bisa membantu melawan kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari dan juga polusi.

Tak hanya itu, kandungan nutrisi ini juga memiliki manfaat untuk mengurangi kerutan pada kulit, hingga memperbaiki tekstur kulit sehingga lebih halus dan kenyal.

Vitamin C juga memiliki peranan penting dalam pembentukan kolagen yang dapat membentuk sel kulit yang sehat, cantik, dan tampak halus.

9. Mengurangi lemak pada area perut

Rutin mengonsumsi buah dan sayuran memang dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal. Apalagi, obesitas atau berat badan berlebih juga dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit jantung dan gangguan metabolisme.

Namun, tak hanya itu saja, sebuah penelitian yang dimuat pada Nutrition Journal menyatakan bahwa mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin, dapat membantu menjaga kadar lemak di area perut tetap pada batas wajar.

Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis memang memengaruhi penumpukan lemak pada area tersebut. Maka itu, buah nanas madu yang manis memiliki manfaat sebagai pengganti yang lebih sehat dari camilan manis yang biasanya kurang sehat.

10. Mencegah asma

Kandungan beta karoten pada buah nanas madu memiliki manfaat untuk mencegah asma. Beta karoten mudah dapati Anda temukan pada buah dan sayuran berwarna oranye, kuning, dan hijau tua, seperti nanas madu, pepaya, brokoli, dan lain sebagainya.

Tak hanya beta karoten, ternyata kandungan bromelain pada buah ini juga dapat membantu mengurangi gejala asma. Maka itu, jangan ragu untuk mengonsumsi nanas secukupnya secara rutin.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lu, X. H., Sun, D. Q., Wu, Q. S., Liu, S. H., & Sun, G. M. (2014). Physico-chemical properties, antioxidant activity and mineral contents of pineapple genotypes grown in china. Molecules (Basel, Switzerland), 19(6), 8518–8532. https://doi.org/10.3390/molecules19068518

Reuter, S., Gupta, S. C., Chaturvedi, M. M., & Aggarwal, B. B. (2010). Oxidative stress, inflammation, and cancer: how are they linked?. Free radical biology & medicine, 49(11), 1603–1616. https://doi.org/10.1016/j.freeradbiomed.2010.09.006

Cervo, M. M., Llido, L. O., Barrios, E. B., & Panlasigui, L. N. (2014). Effects of canned pineapple consumption on nutritional status, immunomodulation, and physical health of selected school children. Journal of nutrition and metabolism, 2014, 861659. https://doi.org/10.1155/2014/861659

Yang, Q., Liu, T., Kuklina, E. V., Flanders, W. D., Hong, Y., Gillespie, C., Chang, M. H., Gwinn, M., Dowling, N., Khoury, M. J., & Hu, F. B. (2011). Sodium and potassium intake and mortality among US adults: prospective data from the Third National Health and Nutrition Examination Survey. Archives of internal medicine, 171(13), 1183–1191. https://doi.org/10.1001/archinternmed.2011.257

Pavan, R., Jain, S., Shraddha, & Kumar, A. (2012). Properties and therapeutic application of bromelain: a review. Biotechnology research international, 2012, 976203. https://doi.org/10.1155/2012/976203

Okuyama, Y., Ozasa, K., Oki, K., Nishino, H., Fujimoto, S., & Watanabe, Y. (2014). Inverse associations between serum concentrations of zeaxanthin and other carotenoids and colorectal neoplasm in Japanese. International journal of clinical oncology, 19(1), 87–97. https://doi.org/10.1007/s10147-013-0520-2

Müller, A., Barat, S., Chen, X., Bui, K. C., Bozko, P., Malek, N. P., & Plentz, R. R. (2016). Comparative study of antitumor effects of bromelain and papain in human cholangiocarcinoma cell lines. International journal of oncology, 48(5), 2025–2034. https://doi.org/10.3892/ijo.2016.3411

Chobotova, K., Vernallis, A. B., & Majid, F. A. (2010). Bromelain’s activity and potential as an anti-cancer agent: Current evidence and perspectives. Cancer letters, 290(2), 148–156. https://doi.org/10.1016/j.canlet.2009.08.001

Romano, B., Fasolino, I., Pagano, E., Capasso, R., Pace, S., De Rosa, G., Milic, N., Orlando, P., Izzo, A. A., & Borrelli, F. (2014). The chemopreventive action of bromelain, from pineapple stem (Ananas comosus L.), on colon carcinogenesis is related to antiproliferative and proapoptotic effects. Molecular nutrition & food research, 58(3), 457–465. https://doi.org/10.1002/mnfr.201300345

Rathnavelu, V., Alitheen, N. B., Sohila, S., Kanagesan, S., & Ramesh, R. (2016). Potential role of bromelain in clinical and therapeutic applications. Biomedical reports, 5(3), 283–288. https://doi.org/10.3892/br.2016.720

Safarnavadeh, T., & Rastegarpanah, M. (2011). Antioxidants and infertility treatment, the role of Satureja Khuzestanica: A mini-systematic review. Iranian journal of reproductive medicine, 9(2), 61–70.

van Eekelen, E., Geelen, A., Alssema, M., Lamb, H. J., de Roos, A., Rosendaal, F. R., & de Mutsert, R. (2019). Sweet Snacks Are Positively and Fruits and Vegetables Are Negatively Associated with Visceral or Liver Fat Content in Middle-Aged Men and Women. The Journal of nutrition, 149(2), 304–313. https://doi.org/10.1093/jn/nxy260

Secor, E. R., Jr, Shah, S. J., Guernsey, L. A., Schramm, C. M., & Thrall, R. S. (2012). Bromelain limits airway inflammation in an ovalbumin-induced murine model of established asthma. Alternative therapies in health and medicine, 18(5), 9–17.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 08/03/2021
x