Cara Mengukur Lingkar Perut yang Benar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kesehatan Anda bisa dideteksi lewat seberapa lebar lingkar perut Anda, lho! Orang yang punya lingkar perut perut besar lebih berisiko terkena berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung ketimbang yang lingkar perutnya kecil. Nah, apakah Anda termasuk orang yang punya lingkar perut besar atau kecil? Guna memudahkan Anda, simak cara mengukur lingkar perut dalam ulasan berikut.

Pentingnya mengukur lingkar perut

Kebanyakan orang selama ini hanya mengukur risiko obesitas atau kegemukan dari angka di timbangan saja. Padahal, obesitas dan overweight bisa juga diukur melalui lingkar perut.

Ukuran lingkar perut Anda dapat menggambarkan seberapa banyak kadar lemak viseral yang menumpuk di sekitar perut. Nah, penumpukan lemak di perut inilah yang bisa jadi tanda bahwa Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.

Para ahli setuju bahwa lingkar perut lebih akurat untuk memperlihatkan obesitas sentral pada orang dewasa dibanding dengan indeks massa tubuh. Obesitas sentral sendiri merupakan kelebihan lemak yang ada pada perut. Berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa obesitas sentral atau lebih dikenal dengan perut buncit berkali-kali lipat lebih berbahaya daripada obesitas pada umumnya.

Itu sebabnya, penting untuk sering-sering mengecek lingkar perut Anda sendiri. Tak perlu khawatir, cara mengukur lingkar perut tak sesulit yang Anda bayangkan, ‘kok.

Cara mengukur lingkar perut

Mengukur lingkar perut tak boleh asal. Tanpa teknik yang tepat, hasilnya tentu tidak akan akurat. Supaya hasilnya optimal, sebaiknya Anda menanggalkan pakaian seperti kaus, rok, maupun celana panjang. Dengan begitu, bagian perut dapat terekspos dengan baik.

Jangan lupa, siapkan dulu pita ukur atau meteran yang biasa digunakan untuk membuat baju. Pita ukur ini bisa Anda beli di toko yang menjual peralatan jahit.

Jika alat yang dibutuhkan sudah tersedia, Anda bisa memulai mengukur lingkar perut. Berikut cara mengukur lingkar perut yang perlu Anda perhatikan baik-baik.

  • Berdiri di depan cermin dengan posisi tegak dan rileks. 
  • Tekan jari-jari pada kulit untuk menemukan tulang rusuk yang paling bawah dan tulang pinggang paling atas. 
  • Tentukan bagian tengah di antara kedua tulang tersebut. Spot ini sejajar dengan pusar Anda.
  • Kemudian tempatkan ujung meteran angka 0 di spot yang sejajar dengan pusar dan sisanya dilingkarkan ke perut dan seluruh batang tubuh. Pastikan pita meteran melintang dalam posisi horizontal (datar) dan tidak terlalu menekan kulit perut. 
  • Periksa nomor pada pita meteran di mana angka 0 bertemu dengan angka terakhir yang melingkari pinggang Anda. Angka terakhir itulah ukuran pinggang Anda. 

Ketika mengukur lingkar perut, usahakan Anda tidak mencoba untuk menahan napas atau mengecilkan perut. Sebab, hal ini justru dapat membuat hasil pengukuran jadi tidak akurat. Intinya, berdirilah dengan posisi yang tegak sambil melemaskan tubuh dan buang napas secara perlahan. 

Mengutip dalam laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas aman lingkar perut pria adalah 90 cm, sedangkan wanita 80 cm.

Bila hasil pengukuran Anda melebihi batas tersebut, mulailah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan mengatur pola makan dan perbanyak aktivitas fisik. Selain membantu menghilangkan lemak perut, cara ini juga sebagai upaya menurunkan risiko terkena berbagai penyakit kronis di kemudian.

Jangan ragu periksa ke dokter untuk meminta bantuannya dalam menentukan perawatan terbaik yang sesuai dengan kondisi Anda.

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perut Kembung Setiap Pagi? Ini Penyebab dan Cara Menghentikannya

Perut kembung setiap pagi tentu bikin aktivitas sehari-hari tidak nyaman. Kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara menghentikannya? Ini dia ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Tips Makan Sehat, Nutrisi 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Klaudikasio

DefinisiApa itu klaudikasio? Claudication atau klaudikasio adalah nyeri yang timbul saat berolahraga. Klaudikasio biasanya merupakan gejala yang diakibatkan oleh adanya penyempitan arteri di tangan dan kaki menyempit ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Congestive Heart Failure (CHF)

Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung kongestif adalah kondisi jantung tidak mampu memompa darah. Apa penyebab, gejala, dan cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab perut buncit pria

8 Penyebab Perut Buncit yang Sering Kali Tidak Disadari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
cara menghilangkan hitam di leher

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
olahraga mengecilkan perut

6 Gerakan Olahraga yang Manjur Mengecilkan Perut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kaki lemas

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit