home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bisakah Pen di Dalam Tulang Patah? Apa yang Harus Dilakukan?

Bisakah Pen di Dalam Tulang Patah? Apa yang Harus Dilakukan?

Pengobatan untuk patah tulang biasanya dilakukan dengan memasang implan, atau dikenal dengan istilah pen, sebagai penyambung tulang yang patah. Dalam hal ini, pen tulang akan membantu mempercepat proses penyembuhan, sekaligus mengembalikan fungsi awal tulang yang mengalami cedera.

Nah, yang selanjutnya jadi pertanyaan adalah mungkin tidak, ya, pen yang telah ditanam dalam tulang ini bisa patah?

Apakah pen tulang bisa patah?

Pen tulang berfungsi untuk membantu menyambungkan kembali tulang yang patah. Selama proses penyembuhan tulang, pen akan menggantikan fungsi tulang dalam menyangga beban tubuh. Singkatnya, penggunaan pen dapat membantu tulang untuk tumbuh normal kembali seperti sedia kala. Anda mungkin berpikir kalau pen tulang itu kuat, bahkan jauh lebih kuat daripada tulang.

Sayangnya, kenyataannya belum tentu. Sama halnya dengan tulang yang mungkin saja patah, pen di dalam tulang pun demikian. Kekuatan pen, yang umumnya terbuat dari bahan logam, bisa berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor. Mulai dari jenis logam penyusun pen, proses pembuatan pen, hingga ukuran pen tersebut.

Pen tulang yang patah biasanya terjadi akibat tekanan dari berat badan, sehingga membuat pen tidak mampu menahan dan akhirnya patah.

perawatan patah tulang kaki

Apa penyebabnya?

Sekilas, pen memang terlihat begitu kuat karena bahannya yang terbuat dari logam dan dapat menggantikan peran tulang sementara. Namun nyatanya, masih ada kemungkinan pen patah sehingga menyulitkan proses penyembuhan tulang yang rusak.

Beberapa penyebab yang mendasari hal ini, seperti:

  • Pen longgar. Terkadang pen longgar karena tidak dipasang dengan benar atau akibat tekanan dari tulang, sehingga lama-kelamaan longgar.
  • Proses penyembuhan patah tulang yang lambat atau cenderung sulit. Akibatnya, kemampuan pen untuk mengembalikan fungsi tulang justru menurun sehingga nantinya patah.
  • Kekuatan pen tidak memadai. Kondisi ini bisa dipicu oleh adanya tekanan berat, yang kemudian berujung pada kegagalan pen untuk menopang tulang sebagaimana mestinya.
  • Pen rusak. Hal ini biasanya terjadi karena gerakan tubuh, yang sebenarnya normal tapi dilakukan terus menerus, sehingga pen kesulitan untuk menahan bagian tulang yang cedera dan justru patah.

Perlukah melakukan operasi kembali?

kanker tulang bisa sembuh

Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kondisi patah tulang yang Anda alami sebelumnya hingga diharuskan untuk menggunakan pen. Pen tulang yang patah juga membutuhkan operasi guna mengembalikan fungsinya, meski tidak selalu.

Sebelumnya, dokter akan mempertimbangkan beberapa hal meliputi kondisi pen serta struktur tulang yang mengalami cedera. Jika patah tulang sebelumnya masih belum kunjung sembuh dan masih harus diobati dengan menggunakan pen, maka pen yang patah harus segera dikeluarkan.

Nantinya, pen akan diganti dengan yang baru sehingga bisa kembali menopang dan menyambung tulang yang patah. Sebaliknya, jika tulang dirasa sudah cukup membaik dan bisa berfungsi seperti sedia kala, maka pen yang patah bisa dikeluarkan.

Dalam beberapa kasus, kondisi pen yang rusak masih mungkin berada di dalam tubuh dan tidak menimbulkan masalah apapun. Kembali lagi, semua keputusan ini sebaiknya Anda diskusikan lebih lanjut dengan dokter sembari menimbang kemungkinan terbaik dan terburuknya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Broken Metal Implants in Your Body. https://www.verywellhealth.com/broken-metal-implants-in-your-body-2549321 Diakses pada 15 Oktober 2018.

Journal of the American Academy of Orthopaedic Surgeons. Removal of Broken Hardware. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18252842 Diakses pada 15 Oktober 2018.

Radiographics Publication Online. Fracture Fixation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14615566 Diakses pada 15 Oktober 2018.


Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 10/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus