home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Langkah Sukses Move On Setelah Gagal Nikah

5 Langkah Sukses Move On Setelah Gagal Nikah

Telah menjalin asmara cukup lama membuat orang ingin berada pada tahap yang lebih serius, yaitu pernikahan, Nyatanya, hubungan yang lama, persiapan yang matang tak menjadikan jaminan bahwa melangkah ke pelaminan akan berjalan lancar. Gagal menikah yang tadinya hanya mimpi buruk bisa-bisa berubah menjadi kenyataan karena satu dan lain hal.

Sakit hati? Sudah pasti. Kecewa? Apalagi. Lantas, bagaimana caranya memulihkan perasaan yang terluka akibat menelan pahitnya kenyataan, yang mengharuskan Anda berdua berpisah padahal telah mantap untuk menikah?

Cara menyembuhkan patah hati akibat gagal menikah

gagal menikah

Sudah merencanakan banyak hal untuk pernikahan, sudah kenal dekat dengan keluarga satu sama lain, bahkan sudah menggelar pesta pertunangan, ternyata bukanlah jaminan kuat untuk bisa terus melangkah mantap ke jenjang selanjutnya.

Perselingkuhan, hadirnya orang ketiga, merasa adanya ketidakcocokan, dan alasan lainnya kadang menjadi duri kecil yang berdampak besar dalam kisah asmara Anda dan pasangan.

Kalau sudah begini, mau tidak mau Anda harus berusaha untuk memulihkan hati dan diri sendiri karena gagal menikah, dengan cara berikut ini:

1. Terima dengan lapang dada

agar tidak patah hati

Rasanya hampir semua orang yang gagal menikah, merasa kalau hidupnya seolah-olah akan hampa tanpa kehadiran pasangan.

Bagaimana tidak? Persiapan pernikahan mungkin telah tersusun rapi di depan mata, bahkan rencana untuk membangun rumah tangga bersama sudah ada sejak dahulu kala.

Namun apa daya, nyatanya takdir berkata lain, bahwa Anda dan pasangan mungkin memang tidak digariskan untuk bersama.

Sekarang apa lagi yang bisa Anda lakukan kecuali menerima semua kenyataan ini dengan lapang dada, karena kembali bersama pasangan tampaknya sudah mustahil.

Memang, menerima “mimpi buruk” yang menjadi nyata setelah sekian lama menjalin asmara tentu tidaklah semudah seperti yang dipikirkan.

Butuh proses panjang sampai Anda benar-benar bisa legowo merelakan kepergian si dia beserta impian untuk terus bersamanya.

Jadikan kejadian ini sebagai pelajaran hidup dan terimalah dengan hati yang lapang.

2. Keluarkan semua hal yang mengganjal hati

mendukung teman setelah keguguran

Sedih, galau, amarah, kecewa, dan frustrasi adalah emosi murni yang pasti hadir setelah patah hati akibat batal menikah. Wajar kalau setelah ini Anda merasa hancur dan tidak berdaya.

Akan tetapi, jangan jadikan gagal menikah sebagai alasan unuk menyiksa diri sendiri dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Daripada terus mengurung diri seharian di kamar, menolak bertemu orang lain, bahkan tidak mau makan, lebih baik salurkan uneg-uneg yang Anda rasakan saat ini pada keluarga, sahabat, maupun orang-orang terdekat lainnya.

Entah mau marah, memaki, menangis hebat, teriak sekencang-kencangnya, cerita semalam suntuk, ataupun melakukan hal-hal lainnya yang setidaknya bisa membantu mengeluarkan hal yang mengganjal dan memperkeruh hati Anda.

Jadikan orang-orang terpercaya dan terdekat Anda seolah seperti “tong sampah” untuk membuang segala keluh kesah yang kini menyelimuti perasaan Anda.

Bila perlu, minta dukungan dan bantuan dari mereka yang sekiranya dapat membuat perasaan Anda agar bisa jauh lebih baik dan semakin baik setiap harinya.

3. Jaga jarak dari sang mantan

Jika mendekat terasa menyakitkan, tandanya Anda harus memberi jarak dari sang mantan agar hati tidak semakin terluka.

Bukan hanya dari segi fisik, sebaiknya simpan atau bahkan buang semua barang pemberian si dia dan berhenti stalking gerak-geriknya di media sosial,

Karena toh, tidak ada gunanya lagi Anda masih berharap padanya setelah ada “tragedi” gagal menikah sebelumnya. Sekadar mengingat biasa saja boleh, tapi jangan sampai Anda malah jadi memikirkannya berlarut-larut.

Alih-alih menata kembali hati yang patah, hal tersebut justru bisa menggagalkan proses move on dan meruntuhkan niat kuat Anda untuk melupakan sang mantan kekasih.

4. Sibukkan diri dengan hal-hal positif

cara bicara

Sulit dipungkiri, gagal menikah pasti akan menimbulkan perasaan sedih dan kecewa yang teramat dalam. Jika tidak ditangani dengan tepat, Anda bisa saja mengalami stres atau depresi karena tidak mampu menerima pahitnya kenyataan yang ada.

Setelah berhasil mengubur semua kenangan masa lalu dan mencurahkan segala perasaan Anda pada orang terdekat, kini saatnya menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Coba mulai membuat prioritas penting dalam hidup, yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Mengisi hari-hari dengan melakukan kegiatan yang positif tidak hanya membantu membangun kembali hidup Anda, tapi juga membuka peluang untuk bertemu dengan orang-orang baru.

Cara tersebut juga akan membuat Anda lebih fokus dalam membenahi kehidupan pribadi, sehingga tidak terus-menerus terjebak dalam pikiran buruk yang bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri.

5. Percaya ada rencana yang lebih baik di depan

agar hidup bahagia

Lagi-lagi, menata kembali perasaan yang berantakan setelah gagal menikah tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, bukan berarti itu semua tidak mungkin.

Kehidupan Anda tentu akan tetap berjalan baik-baik saja meski tanpa kehadiran pasangan, bukan?

Kuncinya, terima kenyataan ini dengan lapang dada. Percayalah bahwa akan ada banyak rencana-rencana indah lainnya yang menanti di depan mata, asalkan Anda mau berusaha keras untuk mencapainya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

13 Women Share How Their Lives Changed After They Called Off Their Weddings. https://www.womenshealthmag.com/relationships/g19998474/what-happened-when-women-called-off-their-wedding/ Diakses pada 28 November 2018.

How to Recover From a Breakup the Healthy Way. https://www.huffingtonpost.com/rebecca-lammersen/how-to-recover-from-a-breakup-the-healthy-way_b_5722120.html Diakses pada 28 November 2018.

How to Move On: 10 Steps for Closure After You Break Up. https://www.everydayhealth.com/emotional-health/how-move-on-10-steps-closure-after-you-break-up/ Diakses pada 28 November 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 18/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum