Albumin

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu tes serum albumin?

Ada beragam zat yang mengalir bersama darah di sekujur tubuh Anda, salah satunya albumin. Albumin adalah protein yang membentuk sebagian besar plasma darah, yakni sekitar 60 persennya terdiri atas protein ini. Proses pembentukan albumin adalah suatu mekanisme tubuh yang dilakukan oleh organ hati (liver).

Mengingat jumlahnya yang tidak sedikit, protein dalam darah ini memiliki fungsi yang sangat penting bagi keberlangsungan kerja organ-organ tubuh. Kadar albumin yang optimal akan membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Di sini, protein dalam darah ini akan bertugas untuk mengatur ketika kadar cairan di dalam tubuh kurang atau bahkan berlebih. Pasalnya tanpa albumin, maka tubuh bisa saja mengalami kebocoran cairan yang nantinya mengakibatkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Kondisi ini bisa terjadi karena tidak adanya pengatur utama untuk menjaga keseimbangan cairan. Alhasil, kelebihan cairan tersebut bisa bocor hingga keluar dari pembuluh darah, dan menyerang jaringan-jaringan tubuh.

Bukan hanya itu, albumin juga dibutuhkan sebagai penyedia protein untuk menunjang berbagai fungsi tubuh. Misalnya, untuk memperbaiki jaringan yang rusak serta membawa nutrisi dan hormon penting ke seluruh penjuru tubuh.

Protein dalam darah ini juga berperan untuk mengangkut bilirubin (pigmen jingga kuning), dan produk empedu yang diproduksi oleh organ hati, ke seluruh tubuh. Sebab tanpa adanya jumlah bilirubin yang cukup, tubuh akan memunculkan beragam efek samping. Contohnya seperti penyakit kuning, kelelahan parah, serta penurunan berat badan drastis.

Adanya gangguan pada organ hati dan ginjal bisa turut memengaruhi kadar protein dalam darah ini. Kondisi tubuh setelah operasi atau memiliki luka terbuka, dapat meningkatkan peluang Anda untuk memiliki kadar albumin rendah.

Maka itu, penting untuk memastikan kadar albumin di dalam tubuh Anda senantiasa optimal. Cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui berapa kadar protein ini dalam darah yakni dengan melakukan tes serum albumin.

Pengukuran serum albumin adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mencari tahu berapa jumlah albumin di dalam darah, sekaligus memeriksa kondisi kesehatan tubuh.

Kapan saya perlu menjalani tes serum albumin?

Organ hati yang berfungsi dengan normal, seharusnya berperan dalam mengubah protein menjadi albumin. Namun ketika ada masalah dengan organ hati, otomatis proses pembentukan albumin pun akan terganggu. Kondisi ini yang nantinya berujung pada penuranan kadar albumin di dalam tubuh.

Jika tubuh Anda menunjukkan indikasi adanya ketidakseimbangan kadar albumin, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan tes serum albumin. Beberapa tanda yang menunjukkan penurunan kadar albumin adalah sebagai berikut:

  • Berat badan menurun drastis.
  • Pembengkakan di beberapa lokasi tertentu pada tubuh, seperti perut (asites), mata, dan kaki.
  • Mengalami penyakit kuning (jaundice).
  • Kelelahan parah yang bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Di samping itu, dokter juga bisa menggunakan tes untuk mengukur kadar protein dalam darah ini guna mendeteksi adanya masalah kesehatan lainnya. Entah itu penyakit ginjal, atau pun pankreatitis kronis.

Hasil pemeriksaan nantinya berguna untuk membantu dokter dalam menentukan jenis pengobatan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Bahkan, bisa membantu melihat sejauh mana perkembangan penyakit yang Anda miliki setelah menjalani pengobatan.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani tes serum albumin?

Sebaiknya sampaikan pada dokter mengenai riwayat, kondisi, serta kebiasaan terkait kesehatan yang Anda alami. Pasalnya, beberapa hal tertentu sedikit banyak bisa memengaruhi hasil tes serum albumin yang Anda lakukan. Tidak menutup kemungkinan, hasil tersebut menjadi kurang akurat sehingga sulit untuk memberi gambaran mengenai kondisi kesehatan Anda sepenuhnya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan albumin adalah sebagai berikut:

  • Hasil tes tidak akan akurat apabila Anda mendapatkan cairan infus dalam tubuh, atau minum air putih dalam jumlah banyak. 
  • Jumlah albumin dalam darah bisa menurun selama masa kehamilan. 
  • Konsumsi beberapa jenis obat-obatan bisa memengaruhi kadar albumin.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani tes serum albumin?

Tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani tes ini. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan klinis terlebih dahulu, untuk mengecek kondisi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Konsultasikan dengan dokter perihal persiapan tertentu sebelum tes. 

Anda juga bisa menyampaikan yang mungkin ingin ditanyakan terkait dengen prosedur tes nantinya. Biasanya, dokter atau petugas medis akan meminta Anda untuk menghindari minum beberapa jenis obat yang berisiko memengaruhi hasil tes.

Sebagai contohnnya, yakni insulin, steroid anabolik, dan hormon pertumbuhan. Jangan lupa beri tahu dokter jika Anda sedang rutin minum suatu jenis obat tertentu. Dokter mungkin akan memberi tahu Anda untuk mengubah dosis obat, atau menganjurkan untuk berhenti minum obat tersebut sebelum melakukan tes.

Perhatikan juga untuk jangan melakukan perubahan apa pun pada obat atau dosis minum obat Anda, kecuali atas perintah dari dokter. Mengubah jenis atau dosis minum obat sedikit banyak bisa memengaruhi hasil pemeriksaan tes serum albumin.

Sampaikan pada dokter jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu yang sudah ada sebelumnya, sehingga membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit hati atau ginjal. Ambil contoh, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Beri tahu dokter jika Anda merupakan pengguna alkohol berat, memiliki infeksi akibat tato, atau sebelumnya pernah menerima darah orang lain. Misalnya mendapatkan transfusi darah. Pasalnya, kondisi tersebut berisiko membuat Anda terserang penyakit hati. Jangan lupa untuk memberi tahu dokter bila Anda sedang hamil.

Pada dasarnya, tidak ada pantangan makanan tertentu sebelum melakukan tes untuk mengecek kadar protein dalam darah ini. Namun, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menghindari makanan dan minuman tertentu sebelum beberapa jam sebelum tes dengan alasan.

Hal tersebut biasanya disarankan untuk jika Anda akan melakukan tes pengecekan kadar protein dalam darah, yang bersamaan dengan pemeriksaan lainnya.

Bagaimana proses tes serum albumin?

Prosedurnya hampir mirip seperti melakukan donor darah atau pengambilan darah di salah satu bagian tubuh. Jika Anda pernah melakukan pemeriksaan lain yang melibatkan pengambilan darah, Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan prosedurnya.

Pertama-tama, Anda akan diminta untuk duduk di atas kursi terlebih dahulu. Selanjutnya, seorang petugas medis akan mengikatkan tali atau sabuk elastis di bagian lengan atas tangan Anda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam mencari letak pembuluh darah vena.

Di sisi lain, cara ini juga berfungsi untuk meningkatkan pasokan darah di bagian tubuh tersebut. Alhasil, penyuntikkan jarum dan pengambilan darah pun jadi lebih mudah untuk dilakukan. Namun sebelumnya, petugas medis akan membersihkan area kulit sasaran terlebih dahulu.

Proses pembersihan ini dilakukan dengan menggunakan alkohol dan antiseptik. Tujuannya untuk memastikan kulit sudah benar-benar dalam keadaan bersih. Baru kemudian, secara perlahan jarum berukuran kecil akan mendarat di kulit Anda, tepatnya masuk ke salah satu pembuluh darah.

Darah Anda akan diambil sesuai jumlah yang dibutuhkan, bisa berukuran sedang atau bahkan lebih banyak. Singkatnya, langkah-langkah yang dilakukan tenaga medis untuk mengambil darah dalam mengukur kadar albumin adalah sebagai berikut:

  • Melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalamnya.
  • Membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol.
  • Menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum, tergantung kebutuhan.
  • Memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah.
  • Melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup. 
  • Menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik setelah selesai disuntik.
  • Memberi sedikit tekanan pada bagian tersebut, dan kemudian memasang perban untuk membalut bekasi suntikan.

Setelah dikumpulkan, darah Anda akan ditandai dan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisis lanjutan.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani tes serum albumin?

Secara garis besar, proses pemeriksaan serum albumin ini sebenarnya tidak sakit dan tidak membutuhkan waktu lama. Sama halnya dengan sebelum menjalani tes pemeriksaan albumin, tidak ada aturan khusus yang harus Anda lakukan juga setelahnya.

Dokter biasanya akan langsung mempersilakan Anda untuk kembali pulang setelah menjalani semua rangkaian tes. Hasil tes umumnya akan keluar dalam waktu sekitar 12 jam setelahnya. Dokter yang akan menyampaikan perkiraan waktunya agar Anda bisa kembali untuk menerima hasil tes tersebut. 

Jika Anda memiliki riwayat kondisi kesehatan tertentu, atau sering pusing usai menjalani tes darah, sebaiknya beri jeda waktu terlebih dahulu. Pastikan kondisi tubuh Anda sudah sepenuhnya stabil saat kembali pulang ke rumah.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Tes serum albumin adalah serangkaian tes yang salah satunya berfungsi untuk memeriksa fungsi organ hati serta ginjal, dan dilakukan dalam satu waktu. Maka itu, pemeriksaan darah ini dapat membantu dokter menentukan penyebab dari gejala yang Anda alami, sekaligus membuat diagnosis yang akurat.

Normal

Kisaran normal: kadar albumin darah ideal seharusnya berada pada rentang 3,4-5,4 (g/dL).

Catatan:

Kisaran normal untuk tes ini dapat bervariasi tergantung laboratorium dan pelayanan kesehatan yang Anda pilih. Diskusikan dengan dokter apabila ada pertanyaan seputar hasil tes Anda.

Contoh di atas merupakan hasil tes yang umum. Beberapa laboratorium menggunakan standar pengukuran yang berbeda, atau mungkin menggunakan sampel yang berbeda.

Abnormal

Indeks naik

Jika kadar protein dalam darah ini meningkat dari jumlah yang seharusnya, mungkin disebabkan oleh:

  • Mengalami diare parah, dehindari, atau kondisi lainnya yang menguras persediaan cairan di dalam tubuh. 
  • Makan makanan dengan kandungan protein tinggi. 
  • Minum obat-obatan tertentu yang berpengaruh pada kadar protein dalam darah.
  • Terlalu lama menggunakan tuorniket saat pengambilan sampel darah.

Indeks turun

Sebaliknya, jika kadar protein dalam darah ini menurun dari jumlah yang seharusnya, mungkin disebabkan oleh:

  • Asupan gizi yang buruk (malnutrisi)
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis
  • Sindrom malabsorpsi gastrointestinal, seperti sariawan atau Crohn’s disease
  • Limfoma Hodgkin
  • Memiliki penyakit diabetes.
  • Hipertiroidisme (terlalu banyak produksi hormon tiroid). 
  • Gagal jantung.
  • Adanya luka atau perdarahan

Berbagai hal lainnya yang bisa memengaruhi hasil pengukuran kadar albumin adalah sebagai berikut:

1. Konsumsi obat-obatan

Obat yang ditujukan untuk diabetes seperti insulin, dan obat steroid untuk perawatan kulit umumnya bisa meningkatkan kadar protein darah. Di sisi lain, pil KB justru diyakini bisa menurunkan kadar albumin.

2. Sedang hamil

Jika sedang hamil, baik itu masih hamil muda atau sudah masuk trimester 3, sebaiknya sampaikan dengan dokter. Pasalnya, kehamilan ternyata bisa memengaruhi hasil pemeriksaan protein dalam darah Anda. Biasanya, hasil pengukuran tersebut menjadi kurang akurat karena jumlahnya menurun dari yang seharusnya.

3. Memiliki luka bakar serius

Punya luka bakar serius juga bisa memengaruhi hasil pemeriksaan kadar albumin tubuh. Hasil akan menunjukkan jumlah yang lebih rendah ketimbang semestinya (hipoalbuminemia).

4. Minum terlalu banyak air

Minum terlalu banyak air atau mendapatkan cairan intravena (infus), bisa membuat hasil tes pemeriksaan kadar protein tubuh menjadi tidak akurat. Terlebih jika air yang Anda minum dan jumlah cairan intravena yang masuk terbilang banyak. Bukan tidak mungkin, hasilnya akan lebih tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Efek Samping

Apa efek samping yang mungkin terjadi dari tes serum albumin?

Jumlah darah yang diambil dari tes ini terbilang sedikit. Itu sebabnya, efek samping yang kerap muncul dari pemeriksaan serum albumin adalah rendah. Sayangnya, Anda mungkin saja akan mengalami ketidaknyamanan yang bisa berujung muncul sedikit memar pada kulit usai diambil darah.

Hal ini bisa terjadi jika petugas medis mengalami kesulitan dalam menemukan pembuluh darah vena. Akibatnya, jarum suntik biasanya terasa seolah masuk ke bagian yang salah atau kurang tepat. Pastikan Anda selalu memberi tahu dokter jika memiliki kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko pendarahan berlebih.

Sampaikan juga jika Anda sedang rutin menggunakan obat-obatan tertentu. Misalnya pengencer darah, yang dapat menyebabkan Anda mengalami jumlah perdarahan banyak selama prosedur dilakukan.

Meski begitu, setiap tes darah umumnya bisa menimbulkan berbagai efek samping. Jangan khawatir, kondisi tersebut biasanya ringan dan akan segera hilang dalam beberapa waktu setelahnya. Berbagai kemungkinan efek samping yang timbul dari tes serum albumin adalah sebagai berikut:

  • Mengalami sedikit memar di area bekas suntikan
  • Kehilangan darah dalam jumlah banyak
  • Penumpukan darah di bawah kulit
  • Pusing
  • Mengalami infeksi di area bekas suntikan

Seseorang dengan kondisi medis tertentu kadang memiliki risiko lebih besar untuk mengalai efek samping. Sebaiknya waspada dengan kondisi apa pun yang bisa menyebabkan perdarahan berlebih, seperti gangguan pembekuan darah.

Segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter jika Anda mengalami satu atau lebih efek samping yang dirasa tidak biasa.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca