Viral Syndrome

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Desember 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu viral syndrome?

Viral syndrome adalah gejala-gejala yang terjadi akibat infeksi yang disebabkan virus. Virus menyebar dengan mudah melalui udara dan barang yang dipakai bersama.

Gejala

Apa saja gejala viral syndrome?

Gejala viral syndrome bisa muncul perlahan-lahan dan bertahap, bisa juga mendadak. Bisa bertahan beberapa jam, bisa juga hingga berhari-hari. Bisa ringan, bisa parah, dan bisa naik turun dalam beberapa jam atau hari. Beberapa contoh gejalanya adalah:

  • Demam dan meriang
  • Hidung meler atau mampet
  • Batuk, sakit tenggorokan, atau suara serak
  • Sakit kepala, atau rasa sakit/tekanan di sekitar mata
  • Nyeri otot dan sendi
  • Napas pendek atau napas berbunyi (mengi)
  • Nyeri perut, kram perut, diare
  • Mual, muntah, atau hilang nafsu makan

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis viral syndrome? 

Selain menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, dokter juga terkadang akan melakukan tes berikut :

  • Tes kultur: Sampel lendir dari hidung, feses, atau urin, akan diambil dan dicek virus apa yang menyebabkan penyakit Anda.
  • Tes darah
  • Rontgen dada untuk mengecek adanya infeksi paru dan adanya cairan di sekitar jantung atau paru

Penyebab

Apa penyebab viral syndrome?

Viral syndrome disebabkan oleh virus, namun Anda bisa lebih berisiko terkena sindrom ini apabila:

  • Berusia lanjut usia
  • Sistem imum tubuh Anda lemah akibat penyakit tertentu atau setelah transplantasi organ
  • Anda merokok atau sering berada di sekitar perokok
  • Anda sering bepergian
  • Anda berenang di kolam yang tidak diberi klorin dengan benar

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati viral syndrome?

Penyakit yang disebabkan virus biasanya sembuh sendiri dalam 10-14 hari tanpa perlu pengobatan apa-apa. Namun, obat-obatan berikut ini bisa digunakan untuk meringankan gejalanya:

  • Antipiretik untuk menurunkan demam
  • Antihistamin untuk mengatasi gatal atau sesak napas
  • Dekongestan untuk mengatasi hidung mampet
  • Antitusif untuk menahan batuk
  • Obat-obatan antivirus untuk membunuh virus

Pengobatan di rumah

Apa yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan viral syndrome?

Hal-hal berikut bisa dilakukan untuk membantu mengatasi viral syndrome:

  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi akibat viral syndrome, terutama jika Anda muntah-muntah atau diare. Tanya dokter apakah Anda perlu mengonsumsi cairan elektrolit. Jangan minum minuman berkafein karena kafein malah akan memperburuk dehidrasi.
  • Beristirahat yang cukup untuk membantu proses penyembuhan tubuh. Tidur dan beristirahatlah sepanjang hari dan tinggalkan dulu pekerjaan atau sekolah.
  • Jika Anda mengalami kesulitan bernapas akibat hidung mampet atau tekanan di dada, gunakan humidifier.
  • Konsumsi madu atau permen pelega tenggorokan tanpa gula, untuk mengatasi sakit tenggorokan.
  • Stop merokok dan hindari tempat dengan asap rokok. Merokok bisa memperlambat proses penyembuhan penyakit.
  • Cuci tangan dengan rutin untuk mencegah penyebaran kuman ke orang lain. Gunakan air dan sabun, atau cairan pembersih tangan jika sedang tidak ada air. Selalu cuci tangan Anda setelah buang air, berada di toilet, batuk, bersin, dan sebelum makan mapun memasak.

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 4 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Jangan Anggap Remeh, Flu Bisa Sebabkan Komplikasi Berikut Ini

Banyak yang menganggap bahwa flu adalah penyakit ringan dan tidak akan membawa akibat yang fatal. Padahal, influenza juga bisa menyebabkan komplikasi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Flu, Kesehatan Pernapasan 4 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Gagal Bersin Bikin Hidung Gatal Tak Karuan? 6 Cara Ini Patut Dicoba

Bersin yang tiba-tiba tidak jadi memang sangat tidak menyenangkan. Oleh karena itu, silahkan simak beberapa cara agar Anda bisa bersin, ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Benar Kena Air Hujan Bisa Bikin Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
sinusitis kronis

Berbagai Tips Seputar Pencegahan Sinusitis yang Wajib Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
obat yang aman untuk ibu menyusui

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 2 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit