Trauma Otak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu trauma otak?

Trauma otak adalah kondisiyang sering terjadi karena berbagai macam hal termasuk perdarahan dan syok hebat pada otak. Trauma-trauma ini diklasifikasikan menurut tingkat keparahan atau tipe trauma . Ditambah lagi,  trauma dapat juga diklasifikasikan menurut tingkat keretakan tengkorak, luka pada otak, atau lokasi pendarahan dalam.

Banyak orang pernah terkena trauma kepala ringan. Namun trauma kepala yang menyebabkan trauma otak beratdapat membuat komplikasi hingga penyakit yang parah atau bahkan kematian.

Seberapa umumkah trauma otak?

Trauma otak umumnya terjadi pada orang-orang di bawah usia 35 tahun dan pada lansia. Kejadian pada pria dua kali lipat lebih umum terjadi dibandingkan pada wanita. Anda dapat mengurangi faktor risiko terkena kondisi ini. Hubungi dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala trauma otak?

Gejala dari trauma otak tergantung pada tipe dan tingkat keparahan dari trauma. Gejala-gejala dapat terjadi langsung atau berkembang secara perlahan. Orang-orang dengan trauma otak ringan dapat juga kehilangan kesadaran sementara.

Gejala-gejala lain yang terkait termasuk sakit kepala, gangguan perilaku, pusing, vertigo, tinnitus, dan kelelahan. Pasien juga dapat mengalami gangguan tidur dan gangguan emosional, kesulitan dalam mengingat, kesulitan berkonsentrasi, memperhatikan, atau berpikir.

Trauma otak sedang atau berat dapat mengakibatkan sakit kepala yang parah, muntah, mual, kejang, tidak dapat bangun, mydriasis, dan kesulitan berbicara. Di samping itu, kelelahan yang parah, kelumpuhan, kehilangan koordinasi, kebingungan, kegelisahan, atau agitasi juga dapat terjadi.

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Temui dokter apabila Anda mengalami trauma pada kepala lalu merasa tidak nyaman atau ada perubahan pada perilaku. Apabila telah mengalami trauma belakangan ini, segeralah periksakan ke rumah sakit.

Penyebab

Apa penyebab trauma otak?

Trauma otak dapat terjadi karena benturan tiba-tiba pada kepala atau saat sesuatu membentur otak. Penyebab umum adalah cedera pada kepala, kecelakaan mobil, jatuh, diserang atau dipukul, atau olahraga. Dapat juga terjadi karena tembakan peluru di kepala dan objek lain seperti pisau atau tulang di kepala.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk trauma otak?

Trauma otak adalah kondisi yang bisa terjadi akibat beberapa faktor risiko. Secara lebih spesifik, kelompok usia berikut memiliki risiko lebih tinggi:

  • Anak-anak khususnya bayi hingga balita
  • Orang-orang dengan usia muda khususnya di antara usia 15-24 tahun.
  • Lansia berusia 75 tahun ke atas.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk trauma otak?

Untuk kasus trauma ringan, umumnya hanya dilakukan observasi dan mengobati gejala-gejalanya (misalnya obat penghilang rasa sakit untuk sakit kepala). Dalam 24 jam pertama sejak trauma, pasien harus dibangunkan setiap 2 jam untuk memeriksa tanda-tanda dari trauma sekunder. Mengonsumsi obat penenang dan mengangkat kepala dapat membantu mengontrol gejala-gejala.

Saat tekanan di dalam tengkorak dan otak meningkat, pasien akan dimonitor. Apabila terdapat beberapa peradarahan atau ada perdarahan yang parah, kemungkinan operasi diperlukan (contoh: craniotomy untuk mengangkat gumpalan darah). Proses membersikan luka terbuka dan lesi diperlukan untuk mengurangi kemungkinan infeksi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk trauma otak?

Trauma otak adalah kondisi yang hanya bisa didiagnosis  oleh dokter dengan cara melakukan pemeriksaan klinik (khususnya lewat pergerakan mata dan pupil) dan pemeriksaan dasar (pemeriksaan pernapasan, sirkulasi). Ini diperlukan untuk membuat diagnosis yang akurat. Skala Glasgow (dengan jangkauan 3-15) akan digunakan untuk memastikan tingkat keparahan dari cedera kepala. CT scan dilakukan untuk menentukan cedera kepala sedang dan parah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi trauma otak?

Trauma otak adalah kondisi yang bisa diringankan gejalanya dengan haya hidup dan pengobatan rumahan berikut:

  • Gunakan perlengkapan keselamatan apabila beraktivitas di jalanan dan olahraga (misalnya bersepeda, skateboarding, atau bermain olahraga ekstrem);
  • Patuhi peraturan lalu lintas;
  • Apabila dalam anggota keluarga terdapat anak-anak yang cedera otak, pastikan anak tersebut dibawa ke rumah sakit dan dimonitor setelah cedera pada kepala, khususnya jika cedera berat;
  • Jangan mengonsumsi alkohol apabila akan berkendara, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah ke dokter untuk memahami solusi yang terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

You are already subscribed to notifications.
Sumber

National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Brain trauma: Hope through research. 2016. http://www.ninds.nih.gov/disorders/tbi/detail_tbi.htm Accessed December 12th, 2015
American Speech-Language-Hearing Association. Brain trauma (TBI). 2016. http://www.asha.org/public/speech/disorders/tbi/ Accessed December 12th, 2015
ALZ. Brain trauma. 2016. http://www.alz.org/dementia/traumatic-brain-injury-head-trauma-symptoms.asp Accessed December 12th, 2015

https://www.webmd.com/brain/brain-damage-symptoms-causes-treatments Diakses pada 09 Maret 2018. 

Yang juga perlu Anda baca

10 Obat Alami yang Mampu Redakan Migrain

Selain mengonsumsi obat, Anda bisa memilih cara lain untuk mengatasi migrain. Simak obat migrain alami atau tradisional di bawah ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

6 Obat yang Ampuh Redakan Sakit Kepala Sebelah

Sakit kepala sebelah mempunyai serangan yang cukup sering terjadi. Daripada menahannya, simak obat sakit kepala sebelah kanan atau kiri yang ampuh ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

14 Cara yang Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Sakit Kepala

Daripada mengganggu aktivitas harian Anda, ada berbagai cara menghilangkan juga mengatasi sakit kepala seperti di bawah ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
Ragam Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Sistem Imun Lansia

Ragam Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Sistem Imun Lansia

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020