Penyakit Addison

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit Addison (Addison disease)?

Penyakit Addison adalah gangguan yang terjadi ketika kelenjar adrenalin tidak bekerja secara maksimal, sehingga tubuh tidak menghasilkan cukup hormon-hormon penting.

Dua kelenjar adrenal kecil ini terletak di atas ginjal. Kelenjar adrenal menghasilkan hormon kortisol dan aldosteron. Dalam penyakit Addison, kelenjar adrenal menghasilkan sangat sedikit sekali hormon kortisol dan aldosterone. Tanpa hormon ini, garam dan air dalam tubuh tak bisa dikeluarkan melalui urin, yang akan mengakibatkan jatuhnya tekanan darah hingga sangat rendah.

Di saat yang bersamaan, hal tersebut akan meningkatkan jumlah potasium hingga tingkat yang membahayakan. Sampai saat ini belum ada metode efektif untuk mencegah penyakit Addison.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Penyakit Addison dapat muncul di setiap umur dan jenis kelamin. Namun, di banyak kasus, penyakit ini lebih sering menjangkiti wanita daripada pria.

Situs layanan masyarakat Britania Raya, NHS, penyakit ini tergolong dalam kelainan langka yang biasanya terjadi di antara umur 30 dan 50 tahun. Selalu konsultasi pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit Addison (Addison disease)?

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala Addison disease biasanya berkembang perlahan, seringkali selama beberapa bulan. Seringkali, penyakit ini berkembang sangat lambat, sehingga gejala diabaikan. Akibatnya, kondisi bisa lebih menjadi lebih buruk. Beberapa gejala penyakit Addison adalah:

  • Sering merasa lemah atau kelelahan
  • Penurunan nafsu makan
  • Berat badan menurun drastis
  • Tekanan darah rendah
  • Hypoglycemia atau gula darah rendah
  • Mual, muntah, dan diare
  • Ngidam makanan asin
  • Hiperpigmentasi atau menggelapnya warna kulit
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit perut
  • Depresi
  • Rambut rontok
  • Disfungsi seksual pada wanita

Terdapat beberapa tanda dan gejala yang mungkin tidak disebutkan di atas. Jika Anda cemas terhadap satu gejala, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda merasa bahwa Anda menderita penyakit ini, pergilah ke dokter untuk meminta saran dan diagnosis yang akurat. Terlebih, segera hubungi dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala penyakit Addison, seperti:

  • Kulit lebih gelap
  • Merasakan sangat lelah
  • penurunan berat badan
  • Masalah pada sistem pencernaan seperti mual, muntah, dan sakit perut
  • Pusing atau pingsan
  • Sakit otot atau sakit persendian

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami tanda-tanda di atas guna mendapatkan diagnosis yang tepat. Pada kasus penyakit Anddison yang parah, dibutuhkan penanganan medis segera sebelum mengakibatkan koma bahkan kematian.

Penyebab

Apa penyebab penyakit Addison (Addison disease)?

Penyebab penyakit Addison yang utama adalah kelenjar adrenal tidak bekerja secara efektif. Barisan kelenjar ini terletak tepat di belakang ginjal. Mereka memproduksi hormon untuk menjaga kerja organ-organ dan jaringan dalam tubuh. Ketika kelenjar adrenal terluka, hormon kortisol dan aldosteron tidak akan diproduksi. Penyebab dari luka adrenal dapat berupa:

  • Kacaunya sistem imun yang mengira kelenjar adrenal berbahaya bagi tubuh. Karena itu ia menyerang kelenjar tersebut.
  • Penyakit infeksi seperti TBC, AIDS, atau infeksi jamur.
  • Tumor atau pendarahan pada kelenjar adrenal.

Terdapat kemungkinan penyebab lain dari penyakit ini. Silakan tanyakan dokter Anda jika Anda memiliki pertanyaan tambahan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit Addison (Addison disease)?

Jika Anda terdiagnosa penyakit Addison, Anda sebaiknya mengikuti instruksi dokter untuk dirawat secara efektif. Di samping itu, Anda sebaiknya mencatat dan menghindari hal-hal berikut:

  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung potasium tinggi (seperti pisang, jeruk, garam pengganti).
  • Mengabaikan gejala-gejala penyakit atau kelainan. Hal ini menyebabkan dokter tidak bisa mengawasi kondisi Anda dan menemukan perawatan yang tepat.
  • Tidak melakukan pengobatan segera setelah gejala mulai muncul. Diagnosis awal membuat pengobatan lebih efektif.
  • Tidak bekerja sama dengan perawatan dokter, seperti tidak mengonsumsi obat yang telah dianjurkan, tidak datang sesuai jadwal dan menolak terapi. Dokter dapat menyediakan arahan metode dan perawatan yang terbaik untuk Anda. Selalu ikuti arahan dan instruksi dari dokter.

Selalu turuti arahan dokter untuk melakukan perawatan yang efektif. Silakan konsultasi dengan dokter Anda mengenai faktor-faktor yang Anda butuhkan untuk membatasi atau dihindari saat Anda dirawat karena penyakit ini.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit Addison (Addison disease)?

Metode perawatan dapat bermacam-macam bergantung pada kondisi dan beratnya gejala. Bagaimanapun, dalam banyak kasus, perawatan dengan kortikosteroid topikal adalah yang banyak digunakan. Obat kortikosteroid dapat membantu mengontrol gejala.

Biasanya, Anda membutuhkan pengobatan yang berkelanjutan untuk hasil terbaik. Dokter Anda dapat meningkatkan dosisnya jika Anda menderita penyakit-penyakit atau kondisi medis seperti infeksi, trauma, stres, atau pembedahan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Untuk mendiagnosa penyakit ini, dokter akan memeriksa darah dan urin, serta menimbang konsentrasi hormon adrenal. Dokter dapat meminta Anda untuk menjalani X-ray dan CT scan pada kelenjar adrenalin.

Selain itu, dokter akan mendiagnosa penyakit Anda berdasarkan sejarah medis, tanda-tanda, dan gejala yang Anda rasakan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit Addison (Addison disease)?

Di samping perawatan manual penyakit Addison oleh dokter, Anda perlu melaksanakan dan menjaga gaya hidup Anda dan untuk memastikan kesehatan serta kondisi Anda:

  • Memeriksa kesehatan dan kondisi secara teratur ke dokter.
  • Menjalani pengobatan sesuai dengan anjuran dokter.
  • Konsultasi dengan dokter untuk saran sebelum dan sesudah bedah.
  • Selalu membawa persediaan obat darurat yang lengkap, pastikan Anda dan keluarga Anda mengetahui cara pemakaian obat-obat ini.
  • Memiliki gaya hidup sehat. Seimbangi diet dengan kadar garam yang cukup.
  • Lakukan olahraga, tetapi jangan terlalu berlebihan.
  • Hubungi dokter jika merasa kurang sehat (mual, muntah, demam) atau merasa pusing, lelah dan berat badan menurun drastis.
  • Selalu konsultasi dengan dokter jika Anda ingin mengurangi dosis obat, sehingga Anda akan terhindar dari komplikasi seperti penambahan berat badan, diabetes, dan hipertensi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi patah hati

5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit