Spasme Esofagus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu spasme esofagus?

Idealnya, kontraksi pada esofagus (kerongkongan) berfungsi untuk memindahkan makanan dari mulut ke lambung dengan ritme yang normal.

Spasme esofagus berarti kontraksi di kerongkongan tidak normal, tidak teratur, dan kadang terlalu keras. Kondisi ini mungkin disebut diffuse esophageal spasm (DES). Kontraksi yang terjadi akan membuat makanan tidak bisa masuk ke lambung. Akibatnya, makanan terjebak di saluran kerongkongan.

Kadang pun kontraksinya teratur, tapi terlalu kuat sehingga menimbulkan sakit yang luar biasa.

Seberapa umumkah spasm esofagus?

spasm esofagus jarang terjadi. Kondisi ini biasa terjadi pada lansia berusia 60 hingga 80 tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala spasm esofagus?

Beberapa gejala umum spasm esofagus antara lain:

  • Dada terasa sakit dan sesak, sering juga dikira sebagai nyeri dada (angina) yang merupakan salah satu gejala serangan jantung
  • Susah menelan, terutama makanan atau minuman tertentu yang terlalu panas atau dingin
  • Serasa ada menyangkut di tenggorokan
  • Makanan naik lagi ke atas dari lambung

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus ke dokter segera jika Anda mengalami gejala kejang esofagus. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kejang esofagus?

Penyebab kejang esofagus belum diketahui secara pasti. Dokter-dokter menduga kuat bahwa kondisi ini disebabkan oleh gangguan saraf yang mengatur refleks menelan pada kerongkongan Anda. Dalam beberapa kasus, menelan makanan yang terlalu panas atau dingin dapat memicu kejang.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko spasm esofagus?

Ada beberapa faktor risiko spasm esofagus. Di antaranya adalah:

  • Usia lanjut
  • Refluks asam lambung atau Gastroesophageal reflux disease (GERD), juga sering disebut penyakit maag
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Kecemasan atau depresi
  • Minum wine atau mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana spasm esofagus didiagnosis?

Dokter Anda mungkin mendiagnosis spasm esofagus dari rekam medis atau riwayat kesehatan Anda dengan menanyakan beberapa pertanyaan. Misalnya makanan atau minuman apa yang memicu kejang, di mana terasa menyangkut, gejala apa yang dirasakan, dan obat-obatan apa yang Anda minum.

Diagnosis dokter bisa diperkuat dengan pemeriksaan seperti tes esofagus dengan manometri atau tes barium dengan sinar X.

Pemeriksaan lainnya mencakup apakah nyeri dada disebabkan oleh refluks asam lambung, makanan naik lagi, atau penyebab lainnya.

Bagaimana spasm esofagus diobati?

Pengobatan spasm esofagus termasuk mengobati kondisi lainnya yang memicu kejang, misalnya refluks asam lambung. Perubahan pola hidup dan pola makan biasanya sangat membantu mencegah refluks.

Pengobatan lainnya meliputi:

  • Mematuhi pantangan makanan dan minuman tertentu dari dokter.
  • Pelebaran esofagus dengan alat khusus. Prosedur ini mungkin dilakukan berkali-kali.
  • Operasi mungkin diperlukan, terutama untuk orang dengan akalasia (tidak bisa menelan).
  • Bila Anda tidak bisa dioperasi, dokter mungkin menyarankan obat seperti botulinum toxin, untuk melemaskan otot-otot kerongkongan.

Lifestyle changes & home remedies

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi spasm esofagus?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi kejang esofagus:

  • Hindari pemicunya. Buatlah daftar makanan dan minuman yang bisa memperparah kondisi Anda. Pemicunya memang berbeda-beda pada setiap orang.
  • Jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin.
  • Mengelola stres. Pada beberapa orang, kejang esofagus bisa dipicu oleh stres atau tekanan mental.
  • Makan permen pelega tenggorokan untuk melemaskan otot-otot esofagus.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Inilah Pantangan Makanan dan Minuman Penyakit Infeksi Saluran Kemih

Ternyata, ada beberapa makanan yang bisa memicu gejala infeksi saluran kemih yang Anda derita, makanan ini juga menjadi pantangan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Pasien Kanker Selama Pandemi: Cegah COVID-19, Rawat Kankernya

Selama masa pandemi, pasien kanker harus menjalani pengobatannya sesuai yang dijadwalkan dokter dengan tetap memperhatikan pencegahan penularan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi

Cara mencegah infeksi saluran kemih dapat dimulai dengan banyak minum air putih, menjaga kebersihan, mengenakan celana katun, juga minum suplemen cranberry.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 7 menit

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

ISK diakibatkan oleh bakteri yang biasanya lebih sering menyerang perempuan. Cari tahu obat dan cara alami sembuhkan infeksi saluran kencing.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit
seks infeksi saluran kencing pasangan

Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit
rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 di transportasi umum kereta

Risiko Penularan COVID-19 di Kereta dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit