Benda Asing Dalam Rektum

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu benda asing dalam rektum?

Rektum adalah bagian dari saluran usus yang berujung pada anus, lubang bukaan untuk mengeluarkan feses dari dalam tubuh. Masuknya benda asing ke dalam rektum atau anus dapat menyebabkan komplikasi berbahaya. Maka, harus segera dikeluarkan.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala adanya benda asing dalam rektum?

Kebanyakan orang yang kemasukan benda asing di dalam rektumnya tidak menunjukkan gejala sama sekali. Hal ini dapat menyulitkan diagnosis terutama pada anak-anak dan pasien dengan gangguan jiwa.

Pada beberapa kasus tertentu, menunda mendapatkan pertolongan dapat menyebabkan komlikasi yang menimbulkan gejala-gejala, termasuk:

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Perdarahan rektum (misalnya, terlihat saat BAB)

Jika benda asing tersebut menyebabkan peradangan pada dinding perut, disebut peritonitis, Anda akan merasakan perut Anda terasa sangat lunak.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda kedapatan memiliki benda asing dalam rektum Anda, segera ke rumah sakit untuk mengeluarkannya.

Segera dapatkan pertolongan medis jika Anda berpikir Anda mempunyai benda asing dalam rektum dan mengalami sakit perut, perdarahan, atau demam.

Penyebab

Apa penyebab masuknya benda asing dalam rektum?

Kebanyakan kasus dimulai dengan benda yang secara sengaja dimasukkan ke dalam anus. Misalnya, mainan seks (dildo atau vibrator). Namun kadang, benda asing tersebut dapat tertelan dan berjalan melewati saluran pencernaan dan pada akhirnya terperangkap di dalam rektum.

Benda-benda yang umum ditemukan dalam rektum termasuk:

  • Buah dan sayuran
  • Botol
  • Lilin

Benda asing dalam rektum bisa ditemukan pada:

  • Anak-anak
  • Pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ)
  • Korban kekerasan (KDRT/kekerasan seksual)
  • Cedera di rumah sakit setelah tes medis tertentu (misalnya ujung kateter enema yang patah)
  • Orang-orang yang melakukan aktivitas seksual dengan tidak aman

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis benda asing dalam rektum?

Dokter pada umumnya akan melakukan tes pemeriksaan fisik dasar. Mereka akan bertanya pada Anda, apa kemungkinan benda yang ada dalam rektum Anda, berapa lama sudah tersangkut di dalam sana, dan apa saja yang telah Anda lakukan untuk mencoba mengeluarkannya sendiri di rumah.

Dokter mungkin juga akan ingin tahu tentang gejala yang Anda rasakan, seperti sakit perut, demam, dan apakah ada perdarahan di rektum Anda.

Dari informasi ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan perut dan rektum.

  • Dokter akan meminta Anda berbaring menyamping untuk memeriksa bagian bokong dan anus Anda; apakah ada luka lecet, bengkak, atau sobek.
  • Dokter kemudian akan memeriksa bagian dalam rektum Anda dengan memasukkan jarinya ke dalam anus Anda (menggunakan sarung tangan karet).
  • Kadang, dokter dapat menggunakan alat bernama protoskop yang dimasukkan ke dalam anus. Protoskop berbentuk seperti selang tipis yang dapat membantu dokter melihat ke dalam anus Anda.

Setelah pemeriksaan di atas, dokter dapat merujuk Anda untuk melakukan rontgen perut agar dapat mengetahui lebih pasti di mana keberadaan benda asing tersebut. Lewat rontgen ini, dokter juga dapat mengetahui adanya gelembung udara di perut Anda yang menandakan usus telah berlubang (perforasi).

Jika Anda mengalami sakit perut, perdarahan rektum, atau demam, maka infus akan segera diberikan dan Anda akan diminta untuk menjalani tes darah.

Bagaimana mengeluarkan benda asing yang masuk dalam rektum?

Pada beberapa kasus, kebanyakan benda asing terperangkap di dekat lubang anus sehingga dapat segera dikeluarkan di IGD rumah sakit. Pengeluaran obyek akan lebih sulit jika obyek terjepit di antara dinding rektum akibat adanya kontraksi otot. Jika ini adalah kasus Anda, maka:

  • Dokter kadang akan memasukkan selang kecil untuk meredakan tekanannya sembari mengeluarkan obyek. Prosedur ini dapat terasa sakit sehinga Anda akan diberikan obat bius.
  • Jika obyek masuk terlalu dalam, pengeluarannya mungkin harus dilakukan lewat operasi dan Anda akan dibius total.
  • Jika ada tanda-tanda infeksi di perut, perlubangan usus, atau perdarahan berat pada rektum, Anda membutuhkan operasi darurat

Setelah benda tersebut berhasil dikeluarkan, dokter akan melakukan sebuah tes yang disebut sigmoidoskopi, menggunakan selang tipis panjang (40-45 cm, dengan diameter ≤ 2,5 cm) untuk melihat kondisi dalam anus. Prosedur ini dilakukan untuk memastikan apakah ada kerusakan di dinding dalam usus, baik itu dari kejadian awal benda tersebut masuk atau dari upaya pengeluarannya. Prosedur ini dilakukan setelah pasien mendapat bius lokal atau total, tergantung dari kebutuhan masing-masing.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

    Rasisme masih menjadi masalah dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai belahan dunia. Ternyata, ini faktor yang menjadi penyebab rasisme.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Wabah Virus Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Penanganannya?

    Wabah Ebola di Kongo sebelumnya diprediksi akan berakhir dalam waktu dekat. Namun, virus yang menyerang sistem imun manusia ini kembali muncul.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020

    Mengulik Berbagai Manfaat Kacang Pistachio untuk Kesehatan

    Tak hanya memiliki citarasa khas yang manis dan gurih, berbagai manfaat kesehatan dari kacang pistachio ini sayang untuk Anda lewatkan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Nutrisi, Hidup Sehat 05/06/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
    junk food menurunkan konsentrasi

    Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
    protein untuk anak saat puasa

    Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    persiapan puasa untuk lansia

    3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020