Vasektomi Bilateral

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu vasektomi bilateral?

Vasektomi adalah metode kontrasepsi permanen untuk pria. Prosedur vasektomi bilateral melibatkan pemotongan dua saluran ejakulasi, yang mengangkut sperma dari testis sampai ke penis Anda. Pemotongan dilakukan agar sperma tidak bercampur bersama air mani. Air mani yang tidak mengandung sperma tidak bisa membuahi ovum, maka dari itu vasektomi dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi.

Kapan saya perlu menjalani vasektomi bilateral?

Saat Anda dan pasangan Anda tidak ingin menggunakan metode kontrasepsi lainnya, Anda dapat memertimbangkan prosedur vasektomi bilateral.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum melakukan vasektomi bilateral?

Pengangkatan saluran ejakulasi tidak akan memengaruhi kemampuan seksual Anda, maupun fungsi dan sensasi ereksi. Jumlah air mani selama orgasme juga tidak akan berkurang setelah Anda melakukan vasektomi. Hanya saja, air mani Anda tidak lagi mengandung sperma.Vasektomi umumnya aman dan merupakan cara yang efektif, namun Anda juga perlu memahami kemungkinan terjadinya komplikasi sebelum memutuskan untuk menjalani vasektomi.

Penting bagi Anda untuk mengetahui peringatan dan pencegahan sebelum melakukan tes ini. Bila Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan kepada dokter untuk informasi dan instruksi lebih lanjut.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum vasektomi bilateral?

Prosedur ini dilakukan setelah Anda diberikan anestesi, lokal atau total. Sebelum prosedur, Anda diminta untuk mencukur rambut kemaluan Anda di bawah pengawasan dokter. Kemudian cuci dan bilas besih area genital Anda. Anda diperbolehkan untuk sarapan terlebih dulu sebelum memulai prosedur. Anda akan diminta untuk membawa kompres berisi es batu untuk menyokong buah zakar (skrotum) Anda saat Anda pergi ke klinik. Dianjurkan untuk meminta seseorang, anggota keluarga atau relasi, menemani Anda pergi ke rumah sakit.

Bagaimana proses vasektomi bilateral?

Prosedur vasektomi bilateral berlangsung sekitar 15 – 20 menit.

Dokter bedah akan membuat irisan kecil pada setiap sisi skrotum Anda. Pada beberapa kasus, dokter akan hanya membuat irisan tepat di tengah skrotum. Kemudian, dokter akan memotong saluran ejakulasi mulai dari pangkal testis sampai ke ujung penis dan menjahit kedua ujungnya agar tidak lagi terhubung antara satu sama lain.

Apa yang harus saya lakukan setelah vasektomi bilateral?

Anda dapat langsung pulang di hari yang sama setelah menjalankan prosedur ini. Mungkin Anda akan merasakan nyeri pada testis selama beberapa hari.

Anda dapat kembali ke rutinitas sehari-hari (bekerja/sekolah) dua hari kemudian, atau seminggu setelahnya jika pekerjaan Anda meliputi pekerjaan kasar dan menggunakan tenaga besar.

Olahraga rutin akan membantu Anda mengembalikan kekuatan Anda untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Sebelum memulai, minta saran kepada tim dokter seputar olahraga yang cocok untuk Anda.

Dokter akan meminta 1- 2 sampel air mani Anda setelah Anda melakukan ejakulasi sebanyak 20 kali, setelah pembedahan. Sampel ini akan diuji untuk memeriksa apakah masih ada sperma yang terkandung di dalamnya.

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Komplikasi

Komplikasi ?

Komplikasi Umum

  • rasa nyeri
  • perdarahan
  • infeksi pada area pembedahan (luka)

Komplikasi Spesifik

  • Anda mungkin masih berpeluang untuk memiliki anak
  • nyeri pada testis yang berkepanjangan
  • epididimitis kongestif
  • granuloma sperma

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan risiko komplikasi, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    http://www.ppdocs4.com/bilateral-vasectomy.html

    Yang juga perlu Anda baca

    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

    Luka bakar tidak boleh sembarangan diobati dengan obat luka biasa. Seperti apa cara penanganan pertama pada luka bakar yang benar?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Direkomendasikan untuk Anda

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020