Le Fort 1 Osteotomy

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu Le Fort 1 osteotomy?

Le Fort 1 osteotomy adalah operasi untuk mengubah posisi rahang atas agar gigi Anda dapat  menjadi  rata.  Ada  keterbatasan  pada  penggunaan  kawat  gigi  untuk  merapikan gigi. Kadang gigi tidak dapat  rapi dengan  sempurna tanpa memperbaiki posisi  rahang atas Anda.

Kapan saya perlu menjalani Le Fort 1 osteotomy?

Jika Anda  atau  anak Anda memiliki  malocclusion (gigi dan  rahang  yang tidak  sejajar) disebabkan  oleh  celah  pada  langit‐langit,  Le  Fort  1  osteonomi  dapat  menjadi  pilihan untuk perawatan.

Pencegahan & peringatan

Apa yang perlu saya ketahui sebelum menjalani Le Fort 1 osteotomy?

Anda mungkin  akan terlihat berbeda dengan  yang Anda bayangkan  setelah menjalani operasi  Le  Fort.  Perubahan  pada  wajah  dapat  berlangsung  sampai  1  tahun  setelah operasi.  Perpindahan  pada  tulang  wajah  dapat  mengubah  bentuk  hidung  atau  bibir Anda. Tulang Anda dapat retak pada bagian lain. Gigi Anda dapat mengalami kerusakan atau Anda  akan  mengalami  kesulitan  dalam menggunakan  gigi.Jarang terjadi,  namun tulang  pada  kepala  Anda  dapat  retak,  menyebabkan  cairan  tulang  belakang  keluar melalui telinga dan hidung. Dokter gigi Anda akan memasang kawat gigi untuk merapikan gigi Anda, namun Anda akan  merasa  kesulitan  menggigit  dengan semestinya.  Anda  akan  memerlukan  kawat permanen  pada  bagian  belakang  gigi  Anda  atau  menggunakan  penahan  pada  malam hariuntuk menjaga gigi Anda pada tempatnya.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani Le Fort 1 osteotomy?

Diskusikan  dengan  dokter  Anda  tentang  obat‐obatan  yang  sedang  Anda  konsumsi, alergi, atau kondisi kesehatan lainnya sebelum menjalani operasi. Sebelum operasi, atur jadwal pertemuan dengan ahli anestesi Anda. Penting untuk Anda ikuti instruksi dokter untuk berhenti makan atau minum sebelum operasi. Anda akan diberi instruksi sebelum operasi, seperti apakah Anda diperbolehkan makan sebelum  operasi.  Pada  umumnya,  Anda  harus  berpuasa  6  jam  sebelum  prosedur dimulai. Anda mungkin diperbolehkan untuk meminum  cairan,  seperti kopi, beberapa jam sebelum operasi.

Bagaimana proses Le Fort 1 osteotomy?

Operasi biasanya dilakukan dengan bius total dan berlangsung selama sekitar 1 jam. Ahli  bedah  akan  membuat  sayatan  pada  bagian  dalam  mulut  Anda,  di  atas  gigi  atas Anda.  Ahli  bedah  akan  menggunakan peralatan  khusus  untuk  memisahkan  bagian rahang  atas  yang  menahan  gigi  Anda.  Posisi  rahang  dengan  diperbaiki  dengan menggunakan plat dan sekrup.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani Le Fort 1 osteonomy?

Anda diperbolehkan pulang setelah 1 sampai 3 hari. Bengkak biasanya akan mereda setelah minggu ketiga. Berolahraga  dapat  membantu  Anda  kembali  beraktivitas  seperti  biasa.  Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Konsumsilah makanan halus selama 4 sampai 6 minggu, lalu perlahan mulai konsumsi makanan padat jika Anda sudah dapat mengunyah dengan nyaman. Anda dapat kembali bekerja setelah 2 sampai 4 minggu, tergantung tingkat operasi dan jenis aktivitas Anda.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Anda mungkin mengalami kehabisan darah selama operasi dan membutuhkan transfusi darah. Anda mungkin juga mengalami nyeri, infeksi, pendarahan  atau kerusakan kulit disebabkan  oleh  operasi.  Plat  logam  dan  sekrup  yang  dipasang  saat  operasi  dapat menjadi  kendur,  bergeser  atau  menyebabkan  infeksi.  Jika  infeksi  terjadi,  Anda  perlu menjalani  operasi  lain  untuk  memperbaikinya.  Anda  juga  dapat  merasakan  adanya perangkat keras di bawah kulit Anda. Tulang Anda mungkin  sulit pulih dengan benar atau malah akan kembali kepada posisi sebelum operasi.

Anda  dapat  meminimalisir  risiko  komplikasi  dengan  mengikuti  instruksi  dari  dokter sebelum operasi, seperti berpuasa dan berhenti mengkonsumsi obat tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

    Luka bakar tidak boleh sembarangan diobati dengan obat luka biasa. Seperti apa cara penanganan pertama pada luka bakar yang benar?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Kanker Payudara

    Kanker payudara adalah sel kanker yang berasal dari payudara. Pertumbuhan abnormal membuat sel ini menjadi tumor ganas. Bisakah kondisi ini disembuhkan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Direkomendasikan untuk Anda

    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    mengukur tekanan darah anak

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
    pencegahan anemia

    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020
    Terserang penyakit saat liburan

    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020