Mengenal Jenis Hemofilia A, B, dan C Beserta Bejalanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hemofilia adalah kondisi genetik (turunan) yang mengakibatkan tubuh tidak bisa membekukan darah. Akibatnya, orang yang memilikinya akan mengalami perdarahan lebih lama saat terjadi luka. Ada tiga macam jenis hemofilia yang paling umum, yaitu hemofilia A, hemofilia B, dan hemofilia C. Simak perbedaan ketiganya berikut ini.

Jenis-jenis penyakit hemofilia

Penyakit hemofilia adalah gangguan perdarahan yang diakibatkan oleh kurangnya protein faktor pembekuan darah dalam tubuh. Faktor pembekuan darah adalah protein yang membantu proses pembekuan darah.

Di dalam tubuh manusia, terdapat sekitar 13 macam faktor pembekuan yang bekerja sama dengan trombosit untuk membekukan darah. Apabila salah satu faktor berkurang, proses pembekuan darah pun dapat terganggu.

Akibatnya, darah tidak bisa menggumpal dengan normal. Ketika orang-orang yang hidup dengan hemofilia mengalami luka, luka tersebut akan sangat lama sembuhnya.

Ada tiga jenis hemofilia yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Hemofilia A

Hemofilia A sering juga disebut sebagai hemofilia klasik atau hemofilia yang “didapat” (acquired) karena beberapa kasusnya tidak disebabkan oleh faktor genetik. Menurut National Hemophilia Foundation, sekitar 1/3 kasus hemofilia jenis A terjadi secara spontan tanpa adanya faktor keturunan.

Hemofilia tipe pertama ini terjadi saat tubuh kekurangan faktor pembekuan darah VIII (delapan) yang umumnya terkait kehamilan, kanker, dan penggunaan obat-obatan tertentu, serta berkaitan dengan penyakit seperti lupus dan rheumatoid arthritis.

Hemofilia jenis A tergolong sebagai kelainan darah yang lebih umum terjadi dibanding dengan jenis lainnya. Kondisi ini ditemukan pada 1 dari 5.000 bayi laki-laki.

2. Hemofilia B

Berbeda dengan tipe A, hemofilia B terjadi karena tubuh kekurangan faktor pembekuan darah IX (sembilan). Kondisi ini biasanya diwariskan oleh ibu, tapi bisa juga terjadi ketika gen berubah atau bermutasi sebelum bayi dilahirkan.

Hemofilia B adalah jenis hemofilia yang juga banyak ditemukan kasus kejadiannya, meski tidak sebanyak hemofilia A. Menurut situs Indiana Hemophilia and Thrombosis Center, penyakit ini ditemukan pada 1 dari 25.000 bayi laki-laki.

3. Hemofilia C

Dibanding dua tipe hemofilia di atas, kasus hemofilia C tergolong amat jarang ditemukan. Hemofilia tipe C disebabkan oleh tubuh yang kekurangan faktor pembekuan darah XI (sebelas).

Hemofilia tipe C juga disebut dengan plasma thromboplastin antecedent (PTA) deficiency, atau sindrom Rosenthal.

Hemofilia C cukup sulit didiagnosis karena meski perdarahannya berlangsung lama, aliran darahnya sangat ringan sehingga lebih sulit diketahui dan dikelola. Jenis C juga terkadang dikaitkan dengan adanya penyakit lupus.

Menurut Hemophilia Federation of America, kondisi ini hanya terjadi pada 1 dari 100.000 orang. Ini yang membuat hemofilia C tergolong langka dibanding dengan jenis A dan B.

Apakah setiap jenis hemofilia memiliki gejala yang berbeda?

makanan untuk menyembuhkan luka

Walaupun berbeda, gejala yang ditimbulkan oleh tiga jenis hemofilia ini hampir serupa.

Gejala umum hemofilia meliputi:

  • Mudah memar
  • Mudah berdarah, seperti:
    • Sering mimisan
    • BAB berdarah
    • Muntah darah
    • Urine berdarah
  • Nyeri sendi
  • Mati rasa
  • Kerusakan sendi

Segera konsultasi ke dokter terutama jika Anda menemukan gejala khas, yaitu bagian tubuh mudah memar dan perdarahan yang sulit dihentikan. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya risiko komplikasi hemofilia.

Bagaimana cara mengetahui jenis hemofilia?

Kebanyakan kasus hemofilia A, B, dan C adalah kondisi genetik. Maka dari itu, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosisnya.

Setelah pemeriksaan fisik dasar, hemofilia bisa didiagnosis dengan tes darah untuk kemudian dicari tahu faktor pembekuan darah mana yang kurang jumlahnya. Cara ini juga dapat memberi tahu dokter hemofilia jenis apa yang dimiliki oleh pasiennya.

Dari sampel darah akan diketahui juga tingkat keparahan gejala, seperti:

  • Hemofilia ringan ditunjukkan dengan faktor pembekuan dalam plasma di antara 5-40 persen.
  • Hemofilia sedang ditandai dengan faktor pembekuan dalam plasma sekitar 1-5 persen
  • Hemofilia berat diidnikasi dengan faktor pembekuan dalam plasma kurang dari 1 persen.

Dokter akan mempertimbangkan pengobatan yang dilakukan sesuai dengan keparahan hemofilia yang Anda miliki. Untuk saat ini, belum ada pengobatan yang benar-benar menyembuhkan hemofilia jenis apa pun. Penggunaan obat-obatan hanya mampu mengurangi gejala dan mencegah kondisi bertambah parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sederet Fakta Mengejutkan Tentang Darah Manusia

Darah yang mengalir di dalam tubuh Anda memiliki banyak fakta mengejutkan yang mungkin tidak pernah bayangkan sebelumnya. Apa saja? Yuk, intip di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah 17 April 2019 . Waktu baca 12 menit

Berbagai Penyakit Kelainan Darah yang Paling Umum

Darah Anda tersusun dari empat komponen utama. Jika salah satu komponen tersebut mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan penyakit kelainan darah.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 16 Desember 2018 . Waktu baca 10 menit

Berkenalan Dengan Spesialis Hematologi, Dokter yang Menangani Masalah Darah

Diagnosis kanker darah atau hemofilia biasanya dibuat oleh spesialis hematologi. Namun, lingkup pekerjaan hematolog tidak cuma itu, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 30 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Darah Encer, Apa Penyebab dan Risikonya Bagi Kesehatan?

Ada beberapa kondisi darah encer yang perlu Anda ketahui juga lho karena darah encer juga bisa berbahaya, sama parahnya dengan kondisi darah terlalu kental

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 10 Desember 2017 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kelainan darah

Kelainan Darah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
penyakit kelainan trombosit

Berbagai Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Kelainan Trombosit Darah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 8 menit
hemofilia hemophilia

Hemofilia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
bahaya penyakit hemofilia

Berbagai Bahaya dan Komplikasi yang Mengintai Pemilik Penyakit Hemofilia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit