Phthalate, Kandungan Utama Plastik yang Katanya Bisa Pengaruhi Kesuburan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pernahkah Anda mendengar bahan kimia yang disebut phthalate? Phthalate adalah bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik.  Phthalate banyak digunakan sebagai salah satu bahan di berbagai produk yang Anda gunakan baik di rumah, rumah sakit, dalam mobil, maupun di kantor. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa phthalate bisa memengaruhi kesuburan, terutama wanita?

Phthalate memengaruhi kesuburan wanita

Phthalate adalah bahan kimia yang banyak digunakan di dalam produk kosmetik, perawatan tubuh, hingga wewangian. Pasalnya, bahan kimia yang satu ini dapat membuat sebuah aroma lebih tahan lama. Tidak heran jika Anda, khususnya wanita, sering terpapar dengan phthalate.

Sayangnya, phthalate dicurigai memiliki dampak yang cukup serius pada sistem reproduksi, termasuk memengaruhi kesuburan dan masalah kesehatan lainnya. Sebuah penelitian yang dimuat di dalam jurnal berjudul Critical Review of Toxicology menyebutkan bahwa wanita yang terpapar oleh phthalate dan obat-obatan yang mengandung zat ini mungkin mengalami masalah kesuburan.

Phthalate memang bisa terserap melalui kulit atau pernapasan. Jadi tak heran apabila bahan kimia yang satu ini diduga dapat berpengaruh terhadap kesehatan maupun kesuburan. Tetapi, masih belum dapat dipastikan berapa banyak jumlah phthalate yang harus terserap ke dalam tubuh hingga bisa memengaruhi kesuburan.

Masalahnya, meski Anda hanya terpapar phthalate dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, namun Anda telah terbiasa dengan bahan kimia yang satu ini selama bertahun-tahun. Maka, tidak dapat dipastikan apakah keterlibatan phthalate dalam hidup Anda masih bisa dibilang wajar.

Tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah hal tersebut benar adanya. Meski diduga dapat memengaruhi kesuburan, phthalate tidak memiliki dampak tertentu pada kesuburan atau pembentukan embrio untuk program bayi tabung.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa phthalate memang diduga dapat memengaruhi kesuburan wanita. Namun, untuk memastikan kebenaran fakta tersebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Pengaruh phthalate terhadap kesehatan lainnya

Meski masih belum dapat dipastikan kebenaran mengenai apakah phthalate memang bisa memengaruhi kesuburan khususnya pada wanita, bukan berarti phthalate adalah bahan kimia yang aman. Pasalnya, phthalate mungkin memberikan efek samping lain terhadap kesehatan Anda.

Phthalate sendiri bukan bahan kimia tunggal, melainkan kelompok senyawa. Beberapa jenis phthalate seperti BBP, DBP, dan DEHP telah dilarang untuk digunakan dalam produk mainan atau produk-produk lain yang digunakan oleh anak-anak di bawah usia tiga tahun.

Salah satu efek samping yang mungkin terjadi jika Anda terpapar phthalate adalah asma. Sebuah penelitian yang dimuat di dalam Environ Health Perspect menyebutkan bahwa anak yang lahir dari seorang ibu yang saat mengandung sering terpapar butylbenzyl dan n-butyl phthalate memiliki risiko lebih tinggi mengalami asma di usia 5-11 tahun.

Oleh karena itu, demi mengurangi risiko kesehatan yang mungkin terjadi akibat paparan bahan kimia ini, Anda mungkin bisa mencoba beralih terhadap produk-produk yang lebih ramah lingkungan. Kurangi penggunaan plastik, khususnya plastik pembungkus makanan.

Selain itu, dalam upaya agar phthalate tidak memengaruhi kesuburan Anda, hindari penggunaan parfum, lotion, dan produk lipstik secara berlebihan. Jika perlu, pilih produk-produk yang minim phthalate. Pasalnya, bahan kimia ini banyak ditemukan pada produk-produk yang banyak digunakan oleh kaum wanita tersebut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 21, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 10, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca