Phthalate, Kandungan Utama Plastik yang Katanya Bisa Pengaruhi Kesuburan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/02/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar bahan kimia yang disebut phthalate? Phthalate adalah bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik.  Phthalate banyak digunakan sebagai salah satu bahan di berbagai produk yang Anda gunakan baik di rumah, rumah sakit, dalam mobil, maupun di kantor. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa phthalate bisa memengaruhi kesuburan, terutama wanita?

Phthalate memengaruhi kesuburan wanita

Phthalate adalah bahan kimia yang banyak digunakan di dalam produk kosmetik, perawatan tubuh, hingga wewangian. Pasalnya, bahan kimia yang satu ini dapat membuat sebuah aroma lebih tahan lama. Tidak heran jika Anda, khususnya wanita, sering terpapar dengan phthalate.

Sayangnya, phthalate dicurigai memiliki dampak yang cukup serius pada sistem reproduksi, termasuk memengaruhi kesuburan dan masalah kesehatan lainnya. Sebuah penelitian yang dimuat di dalam jurnal berjudul Critical Review of Toxicology menyebutkan bahwa wanita yang terpapar oleh phthalate dan obat-obatan yang mengandung zat ini mungkin mengalami masalah kesuburan.

Phthalate memang bisa terserap melalui kulit atau pernapasan. Jadi tak heran apabila bahan kimia yang satu ini diduga dapat berpengaruh terhadap kesehatan maupun kesuburan. Tetapi, masih belum dapat dipastikan berapa banyak jumlah phthalate yang harus terserap ke dalam tubuh hingga bisa memengaruhi kesuburan.

Masalahnya, meski Anda hanya terpapar phthalate dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, namun Anda telah terbiasa dengan bahan kimia yang satu ini selama bertahun-tahun. Maka, tidak dapat dipastikan apakah keterlibatan phthalate dalam hidup Anda masih bisa dibilang wajar.

Tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah hal tersebut benar adanya. Meski diduga dapat memengaruhi kesuburan, phthalate tidak memiliki dampak tertentu pada kesuburan atau pembentukan embrio untuk program bayi tabung.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa phthalate memang diduga dapat memengaruhi kesuburan wanita. Namun, untuk memastikan kebenaran fakta tersebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Pengaruh phthalate terhadap kesehatan lainnya

Meski masih belum dapat dipastikan kebenaran mengenai apakah phthalate memang bisa memengaruhi kesuburan khususnya pada wanita, bukan berarti phthalate adalah bahan kimia yang aman. Pasalnya, phthalate mungkin memberikan efek samping lain terhadap kesehatan Anda.

Phthalate sendiri bukan bahan kimia tunggal, melainkan kelompok senyawa. Beberapa jenis phthalate seperti BBP, DBP, dan DEHP telah dilarang untuk digunakan dalam produk mainan atau produk-produk lain yang digunakan oleh anak-anak di bawah usia tiga tahun.

Salah satu efek samping yang mungkin terjadi jika Anda terpapar phthalate adalah asma. Sebuah penelitian yang dimuat di dalam Environ Health Perspect menyebutkan bahwa anak yang lahir dari seorang ibu yang saat mengandung sering terpapar butylbenzyl dan n-butyl phthalate memiliki risiko lebih tinggi mengalami asma di usia 5-11 tahun.

Oleh karena itu, demi mengurangi risiko kesehatan yang mungkin terjadi akibat paparan bahan kimia ini, Anda mungkin bisa mencoba beralih terhadap produk-produk yang lebih ramah lingkungan. Kurangi penggunaan plastik, khususnya plastik pembungkus makanan.

Selain itu, dalam upaya agar phthalate tidak memengaruhi kesuburan Anda, hindari penggunaan parfum, lotion, dan produk lipstik secara berlebihan. Jika perlu, pilih produk-produk yang minim phthalate. Pasalnya, bahan kimia ini banyak ditemukan pada produk-produk yang banyak digunakan oleh kaum wanita tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Fakta Soal Kesuburan Wanita yang Sering Disalahpahami

Mungkin Anda kira bercinta saat ovulasi dijamin paling tokcer; padahal belum tentu. Apa lagi fakta soal kesuburan wanita yang belum Anda tahu? Cek di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/12/2018 . Waktu baca 4 menit

Minum Aspirin Bisa Meningkatkan Peluang Hamil, Kata Penelitian

Penelitian menemukan bahwa wanita dengan peradangan, bisa memiliki peluang hamil lebih besar dengan minum aspirin. Namun, benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 29/09/2018 . Waktu baca 3 menit

5 Mitos Seputar Penyakit PCOS yang Sebenarnya Keliru

Lima dari 10 wanita didiagnosis memiliki penyakit PCOS. Penyakit ini cukup umum terjadi, tapi masih banyak yang salah kaprah soal penyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 19/09/2018 . Waktu baca 3 menit

Bikin Sesi Bercinta Makin Nikmat Dengan Makan 5 Makanan Ini Sebelum Memulainya

Faktanya ahli menyatakan ada beberape persiapan sebelum bercinta yang perlu Anda lakukan, salah satunya dari segi makanan. Berikut ulasan lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11/08/2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 3 menit
makanan berlemak meningkatkan kesuburan

Makan Makanan Berlemak Ternyata Ada Pengaruhnya Bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020 . Waktu baca 4 menit
usia kesuburan wanita

Mengapa Bertambahnya Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/12/2019 . Waktu baca 3 menit
tes kesuburan wanita

Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019 . Waktu baca 4 menit