Apakah Demam Tinggi Saat Hamil Berbahaya Bagi Janin?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum.

Demam saat hamil mungkin termasuk masalah ringan. Namun, tetap saja tidak boleh disepelekan, apalagi jika ibu hamil mengalami demam tinggi. Tidak sembarang obat demam bisa dikonsumsi saat hamil. Lalu, bagaimana mengatasi kondisi ini? Apakah demam tinggi saat hamil bisa membahayakan bayi dalam kandungan?

Apakah demam tinggi saat hamil bisa membahayakan bayi?

Demam ringan di bawah 38 derajat Celcius umumnya tidak menimbulkan kekhawatiran dan biasanya tidak akan berpengaruh pada kehamilan Anda. Namun, demam yang lebih tinggi dari itu bisa menjadi serius.

Anda mungkin akan merasa tidak nyaman saat demam, suhu tubuh tinggi, berkeringat, kadang menggigil, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan bahkan dehidrasi.

Ibu hamil dan bayi dalam kandungannya lebih mungkin mengalami komplikasi serius dari demam yang tinggi. Demam tinggi meningkatkan risiko cacat lahir, kelainan jantung bawaan atau keguguran pada awal kehamilan. Semakin tinggi demam dan semakin lama demam, semakin tinggi risikonya.

Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Molecular Psychiatry, melaporkan bahwa infeksi pada kehamilan dan respon sistem kekebalan tubuh yang terjadi saat itu,mungkin dapat meningkatkan risiko autisme.

Demam tinggi saat hamil, termasuk dalam kondisi ini. Penelitian tersebut menemukan bahwa demam saat hamil memiliki 34 persen risiko lebih tinggi mengalami autisme pada anak yang dilahirkan. Sementara demam tinggi saat hamil selama trimester kedua memiliki risiko 40 persen lebih tinggi.

Tetapi, banyak juga laporan dari ibu hamil yang mengalami demam tapi bayi dalam kandungannya baik-baik saja. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa menyepelekannya. Demam saat hamil juga memerlukan perhatian khusus dan pengobatan yang tepat, untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi pada bayi.

Apakah ibu boleh minum obat saat demam?

Anda dapat mengobati demam dengan minum air putih yang banyak dan beristirahat.,tetaplah di tempat tidur jika Anda merasa sangat tidak sehat. Namun jangan terlalu menutupi diri Anda dengan selimut. Ini bisa membuat tubuh Anda berkeringat berlebihan dan terlalu panas, juga tidak baik untuk bayi Anda.

Anda juga dapat mengambil obat paracetamol untuk mengobati demam selama kehamilan. Tetapi tetap konsumsi sesuai dosis (total dosis dalam sehari tidak lebih dari dosis maksimal) dan tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Hindari mengonsumsi obat non steroid antiinflamasi (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin, untuk meredakan demam. Obat NSAID dapat menembus plasenta sehingga dapat membahayakan janin, serta dapat memengaruhi sistem kardiovaskular (jantung) bayi di kemudian hari.

Bila demam Anda semakin tinggi, dan gejala lainnya semakin parah. Segera hubungi dokter Anda. Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat untuk meredakan demam Anda.

Dokter juga mungkin akan menawarkan beberapa tes jika ia tidak menemukan penyebab yang jelas dari demam Anda. Tes ini bisa melibatkan sampel urine dan tes darah.

Cara lain untuk mengatasi demam saat hamil

Bila Anda tidak ingin menurunkan demam dengan obat, Anda dapat mencoba melakukan beberapa cara ini.

  • Berbaring dan kompres kening Anda dengan air dingin.
  • Mandi air hangat. Hindari mandi air dingin, karena dapat menyebabkan Anda menggigil, sehingga demam Anda bisa meningkat. Air hangat bisa menurunkan demam ketika air menguap dari kulit Anda.
  • Minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan dapat membantu mendinginkan tubuh Anda.
  • Pastikan sirkulasi udara di rumah Anda berjalan lancar agar Anda tidak kepanasan.
  • Hindari mengenakan pakaian yang terlalu tebal.
  • Tetap di dalam ruangan yang dingin atau teduh.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca