Masturbasi Bikin Ukuran Penis Mengecil, Mitos Atau Fakta?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebiasaan masturbasi sering kali dianggap menimbulkan dampak buruk pada organ intim. Bahkan, tidak sedikit yang percaya bahwa masturbasi dapat menyebabkan penis mengecil. Sebenarnya, adakah hubungan antara masturbasi dengan ukuran penis?

Apakah masturbasi memengaruhi ukuran penis?

Masturbasi adalah kegiatan seksual yang normal dan alamiah. Berbeda dengan anggapan kebanyakan, kegiatan ini tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh maupun kualitas kehidupan seksual Anda.

Ejakulasi saat masturbasi bahkan memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Kendati belum banyak penelitian yang memastikan kebenaran klaim ini, masturbasi dalam frekuensi yang wajar diyakini bermanfaat untuk:

  • Meningkatkan kualitas sperma
  • Meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh
  • Membuat tidur lebih nyenyak
  • Mengurangi gejala sakit kepala

Sampai kini, masih banyak yang meyakini bahwa masturbasi bisa membuat penis mengecil karena saat itu kadar testosteron dalam tubuh juga menurun. Banyak yang percaya bahwa kadar testosteron dalam tubuh akan memengaruhi ukuran penis.

Padahal, belum ada penelitian yang membuktikan hubungan antara masturbasi dengan ukuran penis. Dengan begitu, bisa dibilang bahwa anggapan ini keliru. Mengapa? Berikut alasannya:

1. Testosteron akan naik kembali setelah ejakulasi 

Testosteron dalam tubuh akan meningkat ketika Anda masturbasi atau berhubungan seksual. Jumlah testosteron memang akan turun setelah Anda mengalami ejakulasi. Namun, hal ini hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Produksi testosteron akan kembali normal beberapa saat setelah ejakulasi. Selain itu, ejakulasi juga tidak berpengaruh terhadap serum testosteron. Serum testosteron adalah hormon testosteron yang secara alamiah terdapat pada darah.

2. Ukuran penis tidak ditentukan oleh jumlah testosteron

Tidak ada hubungan antara testosteron yang menurun saat masturbasi dengan ukuran penis. Hormon testosteron juga bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan penis untuk ereksi maupun ejakulasi.

Ukuran penis dipengaruhi oleh gen, sementara kemampuan ereksi dan ejakulasi dipengaruhi oleh banyak faktor selain testosteron. Faktor tersebut antara lain pola makan, gaya hidup, kesehatan tubuh secara keseluruhan, dan stres.

Apa yang bisa mengecilkan ukuran penis?

Masturbasi maupun ejakulasi memang tidak memengaruhi ukuran penis. Namun, penis bisa mengerut atau tampak mengecil akibat beberapa faktor. Berikut di antaranya:

1. Pertambahan usia

Seiring bertambahnya usia, kolesterol dapat menumpuk pada pembuluh darah membentuk plak. Plak menghambat aliran darah menuju penis sehingga penis menjadi lemah. Akibatnya, ukuran penis tampak mengecil saat berhubungan seks atau masturbasi.

2. Merokok

Bahan kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah pada penis sehingga aliran darah menjadi terhambat. Penis akhirnya sulit mengalami ereksi sehingga tampak lebih kecil dari seharusnya.

3. Obesitas

Pertambahan berat badan dapat memengaruhi bentuk penis, walaupun tidak secara langsung mengecilkan ukurannya. Hal ini disebabkan karena penis menempel pada dinding perut. Ketika perut membesar, penis tertarik ke dalam dan tampak lebih kecil.

4. Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie ditandai dengan terbentuknya jaringan luka di dalam penis. Kondisi ini menyebabkan penis membengkok dan tampak lebih kecil. Penderita biasanya perlu menjalani operasi untuk menghilangkan jaringan luka pada penis.

Pada dasarnya, tidak ada hubungan antara masturbasi dengan ukuran penis. Masturbasi justru merupakan aktivitas seksual alamiah yang dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara wajar.

Jika Anda merasa mengalami perubahan ukuran penis, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Dengan begitu, Anda dapat menentukan langkah tepat untuk mengatasi kondisi ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Benar Penis Kecil Berarti Tidak Subur?

Ukuran penis selalu menjadi topik perdebatan antar pria.Namun, apa benar penis berukuran kecil menandakan bahwa seorang pria tidak subur?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesuburan, Kehamilan 23/04/2019 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Masturbasi Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?

Selain membuat tidur lebih nyenyak, masturbasi disebut-sebut mampu turunkan berat badan. Agar tak keliru, yuk, simak faktanya di sini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 20/01/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Penyebab Penis Kemerahan, dari Balanitis Hingga Keseringan Masturbasi

Penis merah atau ruam menjadi salah satu masalah yang bisa menyerang kaum pria. Jangan panik dahulu, kondisinya tidak selalu berbahaya kok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19/12/2018 . Waktu baca 4 menit

5 Mitos Keliru Tentang Masturbasi yang Diam-Diam Masih Dipercaya Banyak Orang

Anda pasti familiar, kan, dengan mitos masturbasi yang bilang bahwa efeknya bisa bikin rambut rontok atau muka jerawatan? Benarkah seperti itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21/09/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya masturbasi

3 Gaya Masturbasi yang Aman untuk Pria

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/12/2019 . Waktu baca 3 menit
terlalu sering masturbasi

Alami 3 Tanda Ini, Itu Artinya Anda Terlalu Sering Masturbasi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 29/10/2019 . Waktu baca 4 menit
masturbasi sebelum seks

Masturbasi Dulu Sebelum Bercinta, Benarkah Bikin Cepat Klimaks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/08/2019 . Waktu baca 4 menit
dead vagina syndrome

Dead Vagina Syndrome, Benarkah Terjadi Karena Sering Pakai Vibrator?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2019 . Waktu baca 3 menit