Jangan Ucapkan Tiga Kata Ini Jika Tak Ingin Hubungan Asmara Anda Kandas

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Ketika bertengkar atau adu argumen dengan pasangan, mungkin Anda sering kali tidak sadar mengeluarkan kata-kata yang negatif padanya. Tentu semua ini karena emosi yang meluap-luap saat itu. Namun, ada beberapa kata yang sebaiknya tidak Anda katakan pada pasangan saat bertengkar, atau kalau tidak hubungan Anda dan pasangan berada di ujung tanduk. Apa kata yang tak boleh diucapkan itu?

Jangan ucapkan “tidak akan lagi” saat bertengkar dengan pasangan

Menurut Dan Neuharth, PhD, terapis pernikahan dan keluarga, kata-kata “tidak akan lagi” bisa menjadi bumerang untuk hubungan. Misalnya, saat Anda dan pasangan mengalami masalah, kemudian Anda dalam hati bergumam “Saya tidak akan lagi bergantung dengan kamu”, “Saya tidak akan lagi membiarkan diri saya terlalu percaya dengan perkataannya”, dan sejumlah kalimat lainnya.

Kebanyakan orang bersumpah dengan mengatakan “tidak akan lagi” dalam kondisi yang tidak ia sadari dan diselimuti emosi. Saat Anda mengatasi kekecewaan dengan melindungi diri dengan janji seperti itu, Anda biasanya akan menyimpan kemarahan untuk tetap ada dan memilih untuk tidak menyelesaikannya.

Anda akan diam seribu bahasa dan menyimpannya rapat-rapat tanpa membicarakannya dengan pasangan. Mungkin Anda tidak menyadarinya tetapi kata-kata tersebut akan memenuhi pikiran Anda yang justru bisa merusak hubungan Anda dan pasangan secara permanen.

mesra dengan pasangan setelah bertengkar

Namun, perlu dipahami bahwa kata “tidak akan lagi” bukan dimaksudkan untuk hubungan yang kasar di mana Anda sebagai korban. Justru Anda wajib mengucapkan kata “tidak akan lagi” jika berada dalam hubungan seperti itu. Anda wajib mengucapkan “Saya tidak akan lagi membiarkan diri disiksa oleh dia.”

Neuharth menyatakan kata “tidak akan lagi” dimaksudkan untuk orang-orang yang selalu menggunakan kata tersebut saat bahkan masalah sepele yang sebenarnya bisa diselesaikan.

Berdasarkan kasus pasien yang pernah ditanganinya, kekuatan kata “tidak akan lagi” sangat berefek besar pada hubungan. Biasanya, pihak yang merasa menjadi korban akan menyimpannya selama bertahun-tahun dan justru membuat masalah tidak pernah terselesaikan, hingga berujung perpisahan.

Bicarakan semua masalah pada pasangan

Neuharth menyatakan langkah pertama yang perlu Anda lakukan saat memiliki masalah bukan melindungi diri dengan kata “tidak akan lagi” tetapi justru membicarakannya secara terbuka. Katakan pada pasangan mengenai pandangan Anda terhadap masalah tersebut dan apa yang Anda rasakan.

Memang tidak mudah, mungkin pasangan Anda justru akan bersikap seperti membela dirinya dan tidak mau tahu perasaan Anda. Akan tetapi, yakinkan pasangan bahwa apa yang Anda lakukan adalah cara untuk membuat hubungan menjadi lebih baik.

Saat Anda sepakat untuk menjalin hubungan sudah seharusnya Anda dan pasangan menurunkan ego masing-masing dan membuat “aku dan kamu” menjadi “kita”. Sehingga semua masalah yang datang diselesaikan untuk tujuan kebahagiaan bersama. Ingat,  setiap masalah yang datang tidak bisa selesai dengan sendirinya tanpa adanya penyelesaian dari kedua belah pihak.

bahagia dengan hubungan asmara

Hilangkan pikiran-pikiran beracun yang ada di pikiran. Kata “tidak akan lagi” menjadi salah satu racun yang bisa membuat hubungan tidak sehat. Justru tanamkan pada diri bahwa hal terpenting yang seharusnya Anda mulai tumbuhkan ialah komunikasi yang baik untuk menghindari hubungan tidak sehat.

Komunikasi yang jujur dan terbuka bisa memperbaiki hubungan yang mungkin selama ini telah rusak. Saling membicarakan pendapat dan perasaan masing-masing saat mengalami masalah bisa membuat Anda dan pasangan paham bahwa hubungan yang baik perlu diusahakan.

Anggaplah masalah sebagai pelajaran dan ujian untuk memperkuat hubungan Anda dan pasangan. Sehingga dibandingkan mengatakan “Tidak akan lagi” akan jauh lebih baik Anda menyemangati diri dengan “Ayo coba lagi”.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca