Cara Bijak Menyikapi Orang Terdekat yang Coming Out (Melela)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Fenomena coming out atau melela di Indonesia memang sudah tidak asing lagi didengar. Akan tetapi, masih ada banyak orang yang bingung bagaimana menyikapi coming out orang terdekat mereka. Oleh karena itu, berikut ini beberapa tips agar Anda tidak membuat suasana menjadi lebih canggung dengan orang tersebut.

Apa itu coming out (melela)?

Coming out atau melela adalah ketika seseorang mengungkapkan orientasi seksualnya pada orang lain. Kondisi ini bisa dibilang sebuah proses yang bisa memakan waktu lama bahkan seumur hidup. 

Di dalam masyarakat, terutama Indonesia, beranggapan bahwa orang yang ‘normal’ memiliki orientasi heteroseksual. Nah, orang yang cenderung ke homoseksual, seperti gay, lesbian, biseksual, dan transgender tidak mudah membuka dirinya karena takut ditolak oleh lingkungannya.

Proses coming out sendiri tidaklah mudah. Terdapat beberapa tahapan yang harus mereka lalui dan tidak semuanya sama.

1. Memahami dan memastikan diri sendiri

Pada awalnya mereka harus memahami diri sendiri dulu bahwa orientasi seksualnya berbeda dengan yang lain. Tentu hal ini tidak mudah, menerima dan mengaku pada diri sendiri bahwa mereka berbeda dari orang-orang kebayakan. 

2. Memilih orang yang dapat dipercaya

Untuk diberitahu tentang hal ini, ia akan memulainya dari orang-orang yang paling dipercayainya. Hal tersebut sangat penting mengingat melela ini memiliki perjuangan yang cukup panjang, sehingga menyikapi lgbt orang terdekat adalah hal yang harus diperhitungkan.

Nah, melela bagi orang dengan kondisi LGBTQ adalah sebuah pengalaman yang dapat membebaskan mereka untuk hidup lebih jujur. Selain itu, pengakuan ini juga membuat mereka dapat mengembangkan hubungan yang lebih tulus dengan orang lain, terutama keluarga dan sahabat.

Tips menyikapi coming out orang terdekat

Setelah Anda mengetahui betapa sulit tapi pentingnya melela bagi orang terdekat Anda, tentu Anda tidak ingin menyakiti hati mereka, bukan?

Nah, berikut ini beberapa tips untuk menyikapi coming out dari orang terdekat Anda.

1. Bisa menahan diri

teman tidak suka pacar

Ketika teman atau kerabat Anda sedang mengungkapkan jati diri mereka yang sebenarnya, Anda harus bersabar dan mendengarkan dulu isi hatinya. Memang banyak pertanyaan di kepala Anda, tetapi ada baiknya untuk menahan diri terlebih dahulu ketika mereka coming out ke Anda.

Biarkan mereka mengatakan apa yang ingin mereka katakan. Jika mereka tidak ingin memberitahu rinciannya, Anda harus bersabar karena jujur pun membutuhkan proses.

2. Berterima kasih

Jangan lupa untuk mengatakan terima kasih karena mereka telah percaya pada Anda. Selain itu, hal ini juga menunjukkan dukungan dan penerimaan walaupun tidak secara langsung.

3. Usahakan untuk tidak menghakimi

menghadapi orang yang menyebalkan

Anda mungkin termasuk orang yang kurang setuju dengan hal ini dan menganggap bahwa mereka itu salah oleh mereka adalah hal yang salah. Akan tetapi, usahakan untuk tidak menghakimi mereka dengan mengaitkannya kepada agama, aturan, serta memaksakan prinsip Anda.

Simpanlah hal tersebut di dalam diri Anda karena masih banyak waktu untuk berpendapat. Jika waktunya sudah tepat, barulah Anda boleh mengutarakan pendapatnya. Menilainya ketika dia baru saja melela merupakan langkah yang salah. Emosi mereka masih tidak stabil dan butuh dukungan pada saat itu.

4. Jangan terlalu serius

manusia bersosialisasi

Walaupun topiknya pada saat itu memang sangat serius, usahakan untuk tetap menyelipkan lelucon agar suasananya tidak terlalu tegang. Selain itu, Anda bisa menanyakan beberapa pertanyaan yang mungkin Anda ingin ketahui.

Ingatlah bahwa terdapat beberapa pertanyaan yang mungkin teman atau kerabat Anda tidak bisa jawab saat itu juga. Oleh karena itu, Anda harus menahan diri dan berusaha jadi pendengar yang baik.

5. Tidak mengubah hubungan kalian berdua

Bagi kebanyakan orang yang ingin coming out, mereka khawatir bahwa hal tersebut dapat mengubah hubungan orang yang terlibat. Nah, agar mereka tidak merasa tersisihkan karena pengungkapan jati dirinya, usahakan untuk tetap melakukan aktivitas bersama-sama layaknya tidak terjadi apa-apa.

Misalnya, jika Anda rutin menonton film setiap hari Jumat, tetap melakukan hal tersebut akan menghargai perasaan teman Anda setelah mereka coming out.

6. Menunjukkan dukungan 

mendukung teman setelah keguguran

Salah satu cara menyikapi coming out dari orang terdekat adalah mendukungnya. Walaupun Anda tidak langsung mengatakan setuju tentang ini, Anda bisa memperlihatkannya dengan gestur tubuh yang bersahabat. Misalnya, berpelukan atau mengakui bahwa perubahan ini memang sangat berarti bagi Anda.

Hal tersebut bertujuan agar mereka yang coming out tidak merasa terkucilkan dan tidak penting dalam hidup Anda. Oleh karena itu, usahakan untuk tetap menunjukkan dukungan entah melalui cara apapun, seperti mempelajari tentang komunitas LGBT.

Kesimpulannya, menyikapi coming out dari orang terdekat memang tidak pernah mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan persiapan mental mengenai hal ini. Jika Anda melihat tanda-tanda bahwa teman atau kerabat Anda mengalami kondisi di atas, usahakan untuk diam sampai mereka memberitahu kepada Anda.

Menebak dan mengungkapkannya bisa jadi akan menyakiti perasaan mereka karena LGBT merupakan topik yang masih cukup tabu untuk dibicarakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Punya Fantasi Seks Sesama Jenis, Apa Artinya Saya Homoseksual?

Pernah berimajinasi bercinta dengan sahabat sendiri? Anda mungkin jadi bertanya-tanya punya fantasi berhubungan seks sesama jenis itu wajar tidak sih?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 8 Januari 2019 . Waktu baca 5 menit

Jangan Bawa Bunga Atau Buah Saat Menjenguk Pasien di Rumah Sakit! Ini Sebabnya.

Menjenguk pasien yang sedang opname di rumah sakit rasanya tak lengkap tanpa membawa bunga atau buah. Tapi, tahukah Anda bahwa hal tersebut bisa berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andina Dewanty
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit

Mungkinkah Hamil Akibat Saling Menggesekkan Alat Kelamin (Petting)?

Petting adalah aktivitas yang menjurus ke hubungan seks tanpa benar-benar melakukan penetrasi. Apakah melakukan petting bisa hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 16 November 2017 . Waktu baca 4 menit

Apakah Saya Seorang Biseksual? Coba Jawab Pertanyaan Anda di Sini

Apakah saya biseksual? Jawaban dari pertanyaan tersebut hanya bisa dirasakan oleh Anda sendiri. Memang, seperti apa ciri biseksual itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Oktober 2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pentingnya support system

5 Alasan Pentingnya Punya Tim Support System untuk Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 7 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
wanita menjadi lesbian

Bagaimana Wanita Straight Berubah Orientasi Seksual Menjadi Lesbian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan sosial emosional anak usia dini

Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia Dini 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2019 . Waktu baca 9 menit
trauma masa lalu

Masih Terbayang-bayang Trauma Masa Lalu? Ini yang Mesti Dilakukan

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16 Mei 2019 . Waktu baca 6 menit