Teman Divonis Autoimun, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menyemangatinya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
Bagikan sekarang

Mendengar teman dekat didiagnosis mengidap autoimun, pasti ada rasa empati yang datang pada diri kita. Rasanya ingin terus berada di sampingnya dan memberikan dukungan pada teman yang sakit autoimun. 

Mereka akan melalui perjuangan panjang semasa hidupnya dan itu tidak mudah. Ada rasa bingung, harus bicara atau melakukan apa untuk teman. Bila Anda sedang berada dalam posisi ini, yuk baca apa saja yang bisa dilakukan untuk memberi dukungan pada teman yang sakit.

Memberi dukungan teman yang divonis autoimun

Semua orang ingin melanjutkan kehidupannya dengan kondisi yang sehat dan tak kekurangan suatu apapun. Di luar kendali manusia bahwa seseorang mengalami penyakit autoimun. Mungkin Anda berada di dalam posisi menerima berita bahwa teman dekat mengidap penyakit autoimun.

Sebagai orang terdekat, percayalah Anda masih bisa memberi dukungan teman yang sakit autoimun dengan mengatakan beberapa hal berikut ini.

1. Tetap berpikiran terbuka

memberi dukungan teman yang sakit autoimun

Teman Anda masih bisa tertawa, tersenyum, bahkan bertingkah seru. Namun, Anda sudah tahu apa yang dialaminya. Meskipun ia tidak terlihat sakit dengan penyakit autoimunnya, tetaplah berpikiran terbuka. 

Selama Anda masih bisa menghiburnya, cobalah tetap berada di sampingnya. Mungkin ia belum bercerita sepenuhnya, tetapi yakinkan bahwa Anda selalu ada untuknya. 

Anda bisa memberi dukungan teman yang divonis sakit autoimun. Paling tidak bisa sedikit melegakan perasaannya dengan berkata, “Bila ada yang mau diobrolin boleh kok di-share. Jangan disimpan sendiri ya, aku selalu ada di sini kalau kamu mau cerita apapun dengan nyaman.”

Tak perlu memaksanya bercerita, tetapi yakinkan ia bisa mengobrol dengan kondisinya secara nyaman dengan Anda.

2. Tawarkan bantuan

teman tidak suka pacar

Jangan ragu memberi dukungan pada teman yang sakit autoimun. Anda bisa menawarkannya bantuan yang mungkin saja ia butuhkan. Segala jenis bantuan yang ditawarkan pasti akan membuat teman Anda merasa dihargai. 

Anda bisa menawarkan dengan cara ini, “Ada yang bisa aku bantu untuk membuatmu lebih baik? Kalau ada hal yang bisa meringankan, jangan sungkan kasih tahu aku ya. Jangan cemas.”

Karena setiap orang membutuhkan bantuan yang berbeda. Maka itu, Anda pun jangan ragu untuk bertanya menawarkan bantuan kepadanya. Teman pun jadi tahu bahwa ia tidak sendiri.

3. Berikan ia perhatian

mendukung teman setelah keguguran

Memberi dukungan untuk teman yang sakit autoimun juga bisa dilakukan dengan memberikannya perhatian. Anda bisa melakukan sedikit riset mengenai penyakitnya, pantangan, rekomendasi gaya hidup sehat, dan perawatan apa saja yang akan dijalaninya.

Tak ada salahnya sekadar mengobrol mengenai penyakitnya. Anda bisa mengingatkan untuk tetap menjaga gaya hidup sehat. Misalnya, dokter yang menanganinya dan artikel penelitian yang Anda baca juga menyarankan kondisi teman untuk tetap melakukan aktivitas fisik.

Nah, di sini Anda bisa mengingatkannya secara lembut untuk tetap berolahraga. Libatkan diri Anda untuk ikut olahraga bersamanya. Setidaknya, cara ini bisa memberikan semangat untuk tetap menjalankan gaya hidup sehat.

4. Yakinkan ia tidak sendiri

sahabat sejati menjaga kesehatan mental

Sebagian orang dapat menghadapi penyakitnya dengan tegar. Sementara itu, mungkin teman Anda salah satu orang yang membutuhkan dukungan dan penguatan lebih. Di satu sisi mungkin ia masih berproses dalam menerima kenyataan dengan kondisi kesehatannya.

Ada kalanya teman merasa terpuruk dan depresi karena harus hidup berdampingan dengan autoimun. Namun, yakinkan ia bahwa Anda tetap bersamanya dan tetap memberi dukungan. Terkadang perasaan depresi bisa membuatnya merasa kesepian.

Selalu menemani apapun kondisinya merupakan sebuah cara memberi dukungan untuk teman Anda yang sakit autoimun. Anda juga bisa menemaninya sesekali ketika ia kontrol ke rumah sakit. Ini memang tidak mudah, tetapi apapun situasinya berikan pengertian bahwa hidup harus terus berjalan.

5. Mendengarkan

curhat masalah pernikahan pada teman dan keluarga

Anda tak perlu banyak bicara dan bercerita soal penyakit yang dialami teman. Ingatlah untuk jadi pendengar dan bukan jadi penasihat, karena kondisi hatinya mungkin saja rapuh dan dilanda depresi atas kondisinya. Tentu wajar ia memberikan reaksi negatif karena keadaan yang harus dijalaninya.

Namun, lebih baik kita berhati-hati dalam bicara dan komunikasikan hal penting soal penyakit yang dia alami seperlunya saja. Untuk memberi dukungan untuk teman Anda yang sakit autoimun, cukup dengarkan ia saat bercerita. Terimalah semua keluhan dan kelelahannya. Jadilah pendengar, karena teman butuh didengar agar ia bisa melegakan hatinya.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

7 Do’s and Don’ts When Your Friend Has a Chronic Illness. (n.d.). Retrieved March 24, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/health/ulcerative-colitis/chronic-illness-dos-donts#1

Wellness, A. (2016, November 17). 5 Things to Say to Someone With Autoimmune Disease. Retrieved March 24, 2020, from Autoimmune Wellness website: https://autoimmunewellness.com/5-things-say-someone-autoimmune-disease/

Todd, C. L. (n.d.). 9 Ways to Support a Friend Who’s Just Been Diagnosed With a Chronic Illness. Retrieved March 24, 2020, from SELF website: https://www.self.com/story/support-friend-chronic-illness

Janevic, M., Rosland, A.-M., Wiitala, W., Connell, C. M., & Piette, J. D. (2012). Providing Support to Relatives and Friends Managing Both Chronic Physical Illness and Depression: the Views of a National Sample of U.S. Adults. Patient Education and Counseling89(1), 191–198. https://doi.org/10.1016/j.pec.2012.05.009

Yang juga perlu Anda baca

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13/05/2020

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR

5 Alasan Pentingnya Punya Tim Support System untuk Kesehatan Mental

Masalah bisa datang kapan saja dan belum tentu bisa terlewati dengan baik. Maka dari itu, Anda perlu tahu pentingnya support system atau dukungan!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Direkomendasikan untuk Anda

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
Bisakah Penyakit Infeksi Menyebabkan Terjadinya Autoimun?

Bisakah Penyakit Infeksi Menyebabkan Terjadinya Autoimun?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020