Apa Bedanya Bipolar Disorder dan Borderline Personality Disorder?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Orang sering sulit membedakan apa perbedaan gangguan bipolar dan borderline personality disorder. Bipolar dan borderline personality disorder (juga disebut gangguan kepribadian ambang) adalah dua kondisi kesehatan mental yang memengaruhi jutaan orang tiap tahunnya. Meskipun sama-sama kondisi kesehatan mental dengan gejala yang mirip, keduanya tetap memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan bipolar dan borderline personality disorder?

Perbedaan gangguan bipolar dan borderline personality disorder (BPD)

Meskipun gangguan bipolar dan BPD sekilas terlihat sama, tetap ada perbedaan pada gejala keduanya. Bagaimana membedakannya?

Gangguan bipolar

Gangguan ini disebut bipolar (yang berarti dua kutub) karena penderitanya menunjukkan dua kutub emosi yang sangat berbeda. Yang pertama adalah mania, yaitu fase atau episode kebahagiaan ekstrem dan meledak-ledak. Sementara kutub yang kedua adalah depresi. Kutub kedua ini merupakan kebalikan drastis dari mania. Penderitanya akan memasuki fase yang begitu sedih, sendu, tidak bersemangat, dan sangat lesu.

Gejala gangguan bipolar terbagi dua, yaitu pada fase mania dan fase depresi. Berikut adalah gejala fase mania.

  • Tidak bisa diam, harus bergerak terus atau berjalan mondar-mandir.
  • Merasakan kegembiraan yang meluap-luap.
  • Jadi lebih waspada terhadap lingkungan sekitarnya, mulai dari barang jatuh, sentuhan orang lain, hingga suara-suara yang didengarnya.
  • Bicara sangat cepat tanpa arah yang jelas (sulit dipahami).
  • Tidak bisa tidur, begadang semalaman tapi tidak merasa mengantuk atau lelah di pagi hari.
  • Bertingkah sembrono, misalnya belanja gila-gilaan, bertengkar dengan guru atau atasan, mengundurkan diri dari perusahaan, berhubungan seks dengan orang asing tanpa kondom, mengemudi ugal-ugalan, atau mabuk minuman keras.
  • Psikosis, yaitu tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada dalam pikirannya.

Sedangkan pada fase depresif, Anda akan menunjukkan ciri-ciri seperti:

  • Menarik diri dari lingkungan dan orang terdekat.
  • Kehilangan minat pada kegiatan yang tadinya dinikmati.
  • Kehilangan tenaga dan energi secara drastis, biasanya penderita tidak bisa meninggalkan tempat tidur hingga berjam-jam atau berhari-hari.
  • Bicara sangat lambat, kadang seperti orang yang sedang melantur.
  • Gangguan daya ingat, konsentrasi, dan nalar.
  • Terobsesi terhadap kematian, ingin bunuh diri, atau percobaan bunuh diri.
  • Perubahan pola makan secara drastis, entah nafsu makan hilang atau meningkat.
  • Terus-terusan merasa diri bersalah, tidak berguna, atau tidak layak.

Yang membedakan gangguan bipolar dengan perubahan suasana hati pada umumnya adalah intensitasnya. Penderita bipolar akan menunjukkan fase mania dan depresi yang sangat parah sehingga mereka bisa kehilangan kendali atas emosinya sendiri.

ciri bipolar

Borderline personality disorder

Orang dengan kondisi BPD memiliki pola pikir yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini membuat mereka sulit untuk mengatur emosi. Orang dengan BPD cenderung memiliki sejarah hubungan yang tidak stabil. Mereka akan berusaha keras untuk tidak diabaikan oleh sekitar, dengan apapun caranya. Inilah salah satu perbedaannya dibandingkan dengan bipolar.

Orang dengan gangguan kepribadian borderline lebih cenderung memiliki masalah kesehatan mental lainnya juga. Mereka juga cenderung memiliki beberapa jenis trauma saat kecil dibandingkan dengan orang yang mengalami bipolar.

Selain memiliki masalah kesehatan mental lainnya, BPD biasanya juga memiliki masalah dengan gangguan makan, citra tubuh, dan kecemasan. Orang dengan BPD mengalami respons emosional yang terlalu kuat, mereka sering memiliki hubungan yang kacau dengan orang di sekitarnya.

Seseorang dengan gangguan BPD mengalami masalah dalam mengendalikan pikrian dan mengelola perasaannya, dan seringkali memiliki perilaku impulsif dan sembrono.

Inilah gejala-gejala BPD:

  • Ketakutan berlebihan akan penolakan atau ditinggalkan seseorang. 
  • Perasaan yang sangat cemas, khawatir, dan depresi.
  • Memiliki sejarah asmara yang tidak stabil (berubah drastis) dari cinta yang amat sangat berubah menjadi kebencian.
  • Mengalami perubahan mood yang terus menerus, berlangsung selama beberapa hari atau hanya beberapa jam.
  • Memiliki citra diri yang tidak stabil.
  • Kesulitan merasakan empati terhadap orang lain.
  • Perilaku impulsif, berisiko, merusak diri sendiri yang berbahaya. Misalnya suka menyakiti diri sendiri secara fisik, mengemudi dengan sembrono, atau melakukan penyalahgunaan narkoba dan alkohol.
  • Paranoid.
  • Perasaan terasing, bosan, dan hampa.

Jadi di mana letak perbedaan gangguan bipolar dan borderline personality disorder?

Sekilas, kedua gangguan ini memang sangat mirip. Namun, kunci membedakannya adalah pada intensitasnya. Pada orang dengan borderline personality disorder, mood swing ini akan tetap ada terus. Sedangkan pada orang dengan gangguan bipolar, akan ada masa-masanya di mana mereka tidak akan merasakan gejala-gejala mania atau depresif sama sekali. Mereka akan tampak tenang seperti orang pada umumnya.

Selain itu, para ahli juga percaya bahwa gangguan bipolar bisa terjadi tanpa pemicu yang jelas alias muncul tiba-tiba. Berbeda lagi dengan borderline personality disorder. Pada BPD, biasanya mood swing atau ledakan emosi akan muncul ketika dipicu oleh faktor-faktor seperti konflik dengan orang terdekat.

Bila Anda curiga Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala gangguan bipolar atau borderline personality disorder, segera temui dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca