Penyebab Depresi Pada Remaja dan Bagaimana Cara Mendeteksinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Masa remaja memang terlihat menyenangkan, karena di masa itu Anda tidak perlu memikirkan tagihan, pekerjaan, dan sebagainya. Di masa remaja, Anda mungkin lebih banyak menghabiskan waktu untuk sekolah dan bermain dengan teman. Namun, tahukah Anda jika remaja justru rentan mengalami depresi?

Faktanya, menjadi remaja tidaklah semudah yang terlihat

Sebagai periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa, masa remaja tidak jarang menjadi waktu yang sulit bagi remaja. Dengan emosional yang belum matang, mereka cenderung memberontak pada apa yang mereka tidak sukai atau setujui –sehingga mereka tidak jarang mengalami gejolak emosi.

Mengapa remaja mengalami depresi?

Kehidupan sosial, seperti hubungan keluarga, pertemanan, percintaan atau persoalan akademis di sekolah tidak jarang membuat remaja merasa tertekan. Bahkan, hal tersebut dapat menjadi sumber stres ringan remaja –yang jika dibiarkan dapat berlangsung lama dan menyebabkan terjadinya depresi. Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab depresi pada remaja di antaranya adalah:

  • Faktor genetik
  • Perubahan hormon
  • Faktor biologis, depresi karena faktor biologis terjadi jika neurotransmitter yang merupakan bahan kimia otak alami terganggu
  • Trauma yang terjadi saat masa kanak-kanak, seperti pelecehan fisik atau emosional, kehilangan orangtua
  • Kebiasaan berfikir negatif

Apa saja ciri remaja mengalami depresi?

Ketika remaja mengalami depresi, remaja akan kehilangan motivasi dan semangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan terhadap apa yang ia sukai. Mereka juga akan menyendiri, mengurung diri di kamar selama beberapa waktu untuk menenangkan pikiran dan perasaan.

Remaja yang mengalami depresi juga akan kehilangan nafsu makan, kesulitan tidur, kesulitan konsentrasi, kesulitan mengingat, apatis, merasa sedih, cemas, putus asa, cenderung melakukan hal negatif, bahkan memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Membedakan depresi pada remaja dan perasaan sedih biasa

Perasaan sedih, kecewa, atau putus asa adalah hal yang wajar dialami oleh remaja, dan bukan berarti remaja tersebut menderita depresi. Sehingga untuk membedakan antara perasaan sedih dan depresi, kita harus mengajak mereka berbicara, untuk mengetahui apakah mereka mampu atau tidak mampu dalam mengelola perasaan mereka.

Namun, jika perasaan sedih tersebut berlangsung lama atau mulai mengganggu kehidupan remaja, maka pergi ke dokter untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya dan penanganan yang tepat.

Yang harus dilakukan orangtua untuk membantu remaja yang depresi

  • Pelajari tentang depresi. Langkah pertama adalah dengan mempelajari depresi agar membantu Anda mengetahui tentang tanda atau gejala, pengobatan, dan perawatan anak yang mengalami depresi.
  • Perhatikan tanda atau peringatan. Setelah Anda mengetahui tentang gejala depresi, Anda harus lebih peka terhadap apa yang anak Anda tunjukkan kepada Anda –baik perasaan dan perilakunya. Mengetahui tanda depresi lebih awal dapat mengurangi risiko terjadinya depresi yang lebih buruk.
  • Komunikasi dengan anak. Ketika Anda melihat anak Anda memiliki tanda-tanda depresi, cobalah ajak anak Anda berkomunikasi untuk mengetahui apa yang anak Anda sedang rasakan dan fikirkan. Hal tersebut membuat anak Anda merasa tidak sendirian dalam mengalami masa-masa sulit.
  • Bantu anak Anda melewati masa-masa sulit. Ketika anak Anda mengalami depresi, anak Anda akan mengalami beberapa gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Anda harus membantu anak Anda melewati masa-masa sulit, salah satunya dengan membantu anak Anda berperilaku hidup sehat –yang dapat mengurangi depresi.
  • Ikuti pengobatan dan perawatan dengan teratur. Anda juga harus memastikan anak Anda mengikuti pengobatan dan perawatan dari dokter –termasuk memastikan anak Anda minum obat yang dianjurkan oleh dokter.

Cara mencegah depresi pada remaja

Beberapa cara yang dapat dilakukan remaja untuk mencegah depresi adalah sebagai berikut:

  • Jaga hubungan pertemanan. Hubungan pertemanan yang positif dapat membuat remaja percaya diri dan membantunya tetap terhubung dengan lingkungannya.
  • Tetap aktif. Kegiatan sekolah atau pekerjaan atau berolahraga dapat membuat Anda fokus pada hal-hal positif –sehingga menghindari Anda fokus pada hal-hal yang negatif.
  • Berfikir positif. Dengan berfikir positif, ramaja akan terhindar dari pikiran negatif yang akan membuatnya sedih atau kecewa.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 5, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Yang juga perlu Anda baca