Pentingnya Asupan Vitamin C untuk Bantu Lawan Demam Berdarah

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Demam berdarah merupakan penyakit yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Meskipun begitu, demam berdarah menjadi penyakit berbahaya jika tidak dilakukan tindakan medis yang memadai. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan upaya untuk mencegah demam berdarah. Tak hanya untuk pribadi, tapi juga orang-orang terdekat. Selain menjaga kebersihan lingkungan sekitar, mencegah demam berdarah juga dapat dilakukan dengan cara meningkatkan konsumsi salah satu jenis nutrisi, yaitu vitamin C.

Alasan untuk mencegah demam berdarah

obat demam berdarah dbd

Dilansir dari laman resmi WHO (World Health Organization), kejadian demam berdarah secara drastis meningkat di seluruh dunia pada satu dekade terakhir. Sebuah penelitian tentang prevalensi DBD memperkirakan bahwa 3,9 miliar orang berisiko terinfeksi virus dengue (DBD). Jumlah tersebut diambil dari 128 negara dan sekitar 70% di antaranya merupakan Asia.

Setengah juta pasien dirawat di rumah sakit setiap tahunnya karena demam berdarah. Meski sebagian besar mengalami pemulihan setelah dua hingga tujuh hari, penyakit demam berdarah dapat menjadi lebih parah dan mungkin berdampak pada kerusakan organ, pendarahan, dehidrasi, dan bahkan kematian. Oleh karena itu, mencegah demam berdarah merupakan salah satu hal penting untuk diperhatikan masyarakat, terutama di kawasan Asia.

Lalu gejala yang ditimbulkan penyakit demam berdarah di antaranya sebagai berikut:

  • Sakit kepala parah
  • Nyeri di bagian belakang mata
  • Mual
  • Muntal
  • Nyeri otot dan sendi
  • Pembengkakan kelenjar
  • Ruam

DBD memasuki fase yang lebih kritis yaitu pada hari ketiga hingga ketujuh. Pada saat ini, ketika demam mulai turun ada beberapa tanda bahaya yang dapat muncul. Tanda bahaya dari demam berdarah yang lebih parah ini termasuk:

  • Rasa sakit hebat di perut
  • Muntah secara terus-menerus
  • Napas cepat
  • Gusi berdarah
  • Kelelahan
  • Gelisah
  • Muntah darah

Mengapa vitamin C penting untuk demam berdarah?

Vitamin C dapat melindungi tubuh dari virus secara efektif dan aman karena vitamin ini dapat dikonsumsi dalam dosis yang tinggi. Demam berdarah termasuk penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, sehingga vitamin C yang merupakan agen alami dapat secara efektif mencegah dan mengobati infeksi tersebut.

Namun, tentu terdapat aturan agar vitamin C dapat bermanfaat secara efektif sebagai agen antiinfeksi. Anda perlu memberikan vitamin C kepada orang yang terkena DBD sesegera mungkin dalam dosis tinggi dan jangka waktu yang panjang.

Terkadang vitamin C dianggap tidak mampu atau efektif untuk mencegah atau mengobati infeksi termasuk demam berdarah. Hal ini seringkali dikarenakan dosis yang tidak cukup dan jangka waktu pemberiannya yang kurang lama.

Terdapat beberapa bukti klinis dalam penggunaan vitamin C untuk mengatasi infeksi virus. Pemberian vitamin C dapat diberikan dengan dosis tinggi asalkan menggunakan metode intravena (infus) dan oral (melalui mulut).

Penelitian pada tahun 2017 dilakukan untuk menganalisis efek vitamin C dalam merawat pengidap demam berdarah. Dari 100 pasien yang mendapat asupan vitamin C melalui oral, terjadi peningkatan jumlah trombosit yang lebih besar dibanding dengan pasien yang tidak mendapat vitamin C.

Peningkatan jumlah trombosit ini kemudian menjadi faktor yang mempengaruhi durasi tinggal di rumah sakit. Studi ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan vitamin C dan durasi perawatan pengidap demam berdarah di rumah sakit.

Meningkatkan asupan vitamin C untuk mencegah demam berdarah

makanan sembuhkan DBD

Vitamin C dapat membantu dalam melawan demam berdarah sekaligus dalam upaya pencegahan. Apalagi Indonesia termasuk wilayah di Asia yang rentan terserang penyakit ini. Untuk mendapat asupan vitamin C yang cukup, Anda dapat mengonsumsi makanan sumber vitamin C.

Dari data yang dilansir di MedicalNewsToday, dari 20 jenis makanan yang disebutkan, jambu biji merupakan sumber vitamin C paling tinggi. Kabar baiknya, jambu biji tidak sulit untuk ditemukan di Indonesia karena termasuk buah tropis. Anda dapat mengonsumsi buah ini dalam bentuk jus jika ingin lebih praktis.

Sebuah studi dari sebuah universitas di Indonesia menekankan potensi manfaat jus jambu biji untuk pengidap DBD. Vitamin C dalam jambu biji berpotensi meningkatkan trombosit darah sekaligus menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus dengue.

Ditambah lagi, jus jambu biji juga mengandung flavonoid yang berfungsi dalam menghambat virus untuk berkembang atau bereplikasi sehingga dapat mencegah pendarahan akibat rusaknya trombosit akibat serangan virus demam berdarah.

Langkah awal dalam mencegah demam berdarah adalah menghentikan nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak. Setelah itu, menambah konsumsi vitamin C dapat membantu Anda terhindar dari DBD.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Jenis Sayur dan Buah yang Bisa Jadi Sumber Vitamin C Saat Sahur

Kurangnya asupan makanan saat puasa membuat kebutuhan vitamin Anda tidak terpenuhi. Apa saja makanan atau minuman untuk memenuhi vitamin C saat sahur?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Kebutuhan Vitamin C dalam Tubuh Meningkat saat Sakit atau Sama Saja?

Vitamin C pentin agar sistem imun tetap bekerja melawan berbagai virus atau bakteri. Tapi apakah kebutuhan vitamin C dalam tubuh meningkat saat sakit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
Nutrisi, Hidup Sehat 23 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memilih vitamin untuk balita memang harus hati-hati. Kalau salah, bisa sebabkan alergi dan masalah lain. Berikut penjelasan seputar vitamin untuk balita.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 13 April 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengapa Tubuh Terasa Lemas Setelah Pengobatan DBD Selesai?

Tubuh lemas setelah pasien DBD menjalani pengobatan, ini wajar adanya. Untuk memulihkan tubuh kembali seperti semula, ada hal yang perlu diperhatikan.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Musiman, Health Centers 8 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Vitamin atau suplemen penambah darah dapat atasi anemia.

4 Jenis Suplemen dan Vitamin Penambah Darah untuk Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
vitamin c dan zinc untuk puasa

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit