Efektifkah Melakukan Detox Dengan Jus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tren diet belakangan ini semakin berkembang. Jenis-jenis diet baru banyak diperkenalkan ke masyarakat. Ada yang memang didasarkan pada ilmu pengetahuan, ada yang didasarkan pada pengalaman semata. Salah satu jenis diet yang mulai terkenal di masyarakat adalah jenis diet detox. Diet ini diklaim dapat melancarkan proses detoksifikasi sehingga membantu pengeluaran racun-racun yang ada di dalam tubuh.

Apa itu detox atau detoksifikasi?

Proses detoksifikasi di dalam tubuh kita dilakukan oleh beberapa organ yaitu hati, ginjal, kulit, dan sistem pencernaan. Hati berfungsi untuk mendetoksifikasi toksin yang berasal dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Toksin yang berasal dari dalam tubuh misalnya bakteri, infeksi, hingga stres. Sementara toksin yang berasal dari luar tubuh bisa berasal dari obat-obatan, pengawet, pewarna, penyedap, pemanis buatan, alkohol, bahkan produk-produk kecantikan yang biasa Anda pakai. Kebanyakan jenis toksin bersifat larut dalam lemak sehingga sulit untuk dikeluarkan dari dalam tubuh, terlebih jika Anda memiliki kadar lemak yang tinggi. Secara sederhana, proses detoksifikasi berfungsi untuk menetralkan racun-racun tersebut agar kemudian dapat dikeluarkan tubuh dalam bentuk yang lebih sederhana, yaitu bersifat larut dalam air.

Ada 2 fase proses detoksifikasi dalam tubuh. Fase pertama merupakan fase di mana toksin-toksin di dalam tubuh dinetralisir. Pada fase ini, berperan proses oksidasi yang menghasilkan radikal bebas cukup banyak. Fase selanjutnya, organ hati akan menambahkan suatu substansi lain ke dalam toksin sehingga menjadikan toksin tidak berbahaya dan bersifat larut air. Jika toksin sudah dapat dilarutkan oleh air, maka toksin bisa keluar dari tubuh melalui urin ataupun keringat.

Apa itu juice detox?

Salah satu jenis diet detox adalah detox menggunakan jus. Juice detox menyarankan Anda untuk mengonsumsi jus buah dan sayuran saja selama beberapa hari. Ada juga yang menambahkan susu kacang sebagai pelengkap saat menjalani detoks ini. Sekarang sudah banyak perusahaan ataupun katering yang menyediakan menu jus detox, biasanya detox dilakukan selama 1 hari, 3 hari, bahkan sampai 5 hari.

Apakah tubuh kita benar-benar butuh diet detox?

Tubuh kita sebenarnya memiliki mekanisme untuk menghilangkan toksin-toksin yang ada. Organ-organ tubuh sudah dirancang sedemikian rupa untuk menetralkan racun yang masuk. Kecuali jika racun yang masuk ke tubuh Anda sangatlah kuat, diet detox sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Diet yang mengklaim dapat mendetoksifikasi tubuh sampai saat ini masih belum teruji kebenarannya, termasuk detox menggunakan jus.

Efek dari diet detox

Jika Anda memutuskan untuk menjalankan diet detox dengan tujuan menurunkan berat badan, maka jenis diet ini bukan diet yang tepat bagi Anda. Kalori yang ditawarkan pada diet detoks beragam antara 800 kalori hingga 1500 kalori. Jika jumlah kalori yang masuk lebih banyak daripada kalori yang keluar, maka tetap saja Anda tidak akan mengalami penurunan berat badan. Selain itu, jenis diet detox yang hanya menyarankan mengonsumsi satu jenis makanan saja (seperti detox jus yang menyarankan konsumsi jus sayur buah saja) tidak disarankan untuk dilakukan dalam jangka panjang karena dapat  meningkatkan risiko kekurangan zat gizi lain.

Bagi mereka yang menderita penyakit tertentu seperti diabetes misalnya, tidak disarankan untuk menjalankan diet ini karena dapat terjadi ketidakseimbangan dalam kadar gula darah. Mereka yang sedang hamil dan menyusui juga tidak disarankan karena selama masa kehamilan dan menyusui dibutuhkan asupan zat gizi yang lengkap untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Beberapa orang mungkin merasa lebih baik setelah menjalankan diet detox, tidak sedikit yang mengklaim diet detox membuat mereka merasa lebih segar dan bertenaga. Pencernaan menjadi lebih lancar dan lidah menjadi lebih sensitif terhadap rasa. Ini dapat disebabkan karena Anda tidak mengonsumsi makanan yang bersifat “berat” bagi pencernaan. Daging, fast food, makanan tinggi karbohidrat dan lemak, seluruhnya membebani kerja saluran cerna Anda. Ketika Anda sama sekali tidak mengonsumsi makanan tersebut dan beralih hanya mengonsumsi sayur buah (terlebih lagi dalam bentuk cairan), bisa saja Anda merasa tubuh menjadi lebih ringan dan segar. Pencernaan yang lebih lancar juga dikarenakan sayur buah yang Anda konsumsi, meningkatnya asupan serat tentu membantu kerja sistem pencernaan menjadi lebih baik.

Tetapi ada orang yang merespon negatif terhadap jenis diet yang membatasi kalori dan jenis makanan. Jumlah kalori yang sedikit dan zat gizi yang tidak beragam biasanya menyebabkan seseorang merasa lemas karena berkurangnya kadar gula darah, kekurangan tenaga, sakit pada otot, kelelahan, hingga pusing-pusing dan mual. Selain itu jika sayur buah sudah menjadi bentuk jus, kadar seratnya menjadi berkurang karena biasanya yang dikonsumsi adalah jus nya saja tidak beserta ampas atau pulp-nya.

Alternatif diet detox

Jika Anda merasa diet detox bukan untuk Anda tetapi Anda tetap ingin mendapat manfaat kesehatan yang sama, cobalah clean eating. Diet detox biasanya menyarankan perubahan kebiasaan dan pola makan baik sebelum ataupun setelah menjalani diet tersebut. Salah satunya adalah clean eating. Clean eating adalah suatu konsep pola makan yang didominasi oleh sayur, buah, whole grain, protein rendah lemak, dan makanan lain yang tidak mengalami pemrosesan yang berlebihan. Kebiasaan ini bagus untuk Anda terapkan dalam jangka waktu yang lama. Minum jus juga sebenarnya dapat Anda masukkan ke dalam kebiasaan makan Anda sehari-hari. Bagi Anda yang tidak terlalu menyukai buah dan sayur dalam bentuk utuh, maka konsumsi jus dapat menjadi alternatif bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan sayur buah harian Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit