Cuci Tangan Dengan Sabun atau Hand Sanitizer, Mana yang Lebih Baik?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda ingin mensterilkan tangan Anda dengan cepat, Anda dapat meraih botol hand sanitizer. Tetapi, seberapa efektif sanitizer dibandingkan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air?

Pembersih berbasis alkohol dapat digunakan untuk membersihkan tangan, tetapi tidak boleh digunakan sebagai pengganti sabun dan air. Meski pembersih tangan berbasis alkohol (dengan persentase alkohol 60% atau lebih) dapat mengurangi jumlah kuman, namun ia tidak dapat mengurangi penyebaran beberapa virus, seperti norovirus, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbandingan antara sabun dan sanitizer berbasis alkohol, mari kita lihat di bawah ini.

Pro dan kontra mencuci tangan menggunakan hand sanitizer

Meskipun hand sanitizer dapat mengurangi pertumbuhan mikroorganisme tertentu, namun ada beberapa pro dan kontra dari para ahli mengenai pembersih tangan berbasis alkohol berikut ini:

  • Pembersih tangan berbasis alkohol bukan merupakan agen pembersih yang baik dalam memberantas kotoran. Mereka tidak pernah dimaksudkan untuk digunakan sebagai pengganti cuci tangan dalam segala situasi. Jika terdapat kotoran yang tampak pada tangan Anda, sanitizer tidak akan efektif untuk membersihkannya.
  • CDC menunjukkan bahwa sanitizer dapat menonaktifkan banyak mikroba dengan sangat efektif jika digunakan dengan benar. Namun, banyak orang tidak menggunakan sanitizer dengan volume yang cukup atau bahkan tidak menggosok tangannya selama waktu yang direkomendasikan (antara 40-60 detik).
  • Dua isu utama yang dapat menantang para perawat dalam memenuhi kebersihan tangan adalah waktu dan akses untuk mencuci tangan. Karena sanitizer tidak memerlukan wastafel dan pipa, maka pembersih berbasis alkohol tersebut dapat diletakkan di mana saja. Bahkan Anda juga dapat membawanya di dalam saku pakaian.
  • Dr. Richard T. Ellison III dari University of Massachusetts Medical School, mengatakan bahwa sanitizer dapat mengganti sabun dan air jika tidak ada kotoran yang terlihat pada tangan. Antibakteri dalam alkohol sangat efektif dalam membunuh mikroorganisme, namun alkohol harus langsung menyentuh mikroorganisme tersebut. Jika pada tangan terdapat banyak kotoran, sanitizer mungkin tidak akan mencapai mikroorganisme yang ada di bawah kotoran.

Pro dan kontra mencuci tangan menggunakan sabun

Menurut CDC, mencuci tangan menggunakan sabun dan air merupakan cara yang paling baik dalam mencuci tangan. Meskipun begitu, mencuci tangan dengan sabun juga memiliki kekurangan. Berikut adalah pro dan kontra menggunakan sabun ketika mencuci tangan:

  • Dr. David Hooper, seorang kepala Infection Control Unit di Massachusetts General Hospital, mengatakan bahwa sanitizer mudah dan cepat jika digunakan. Penelitian juga menunjukkan bahwa ia memiliki aktivitas antibakteri yang lebih cepat dibandingkan dengan sabun dan air. Rumah sakit menggunakan sanitizer karena jika Anda mencuci tangan dengan sabun dan air beberapa kali dalam sehari maka kulit akan menjadi kering, terutama jika dalam cuaca dingin.
  • Carol McLay, RN, seorang Konsultan Pencegahan Infeksi di Lexington, Ky, mengatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun merupakan hal yang paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit. Meskipun sanitizer dapat mengurangi jumlah bakteri dengan cepat di tangan Anda, namun mereka tidak dapat menghilangkan semua jenis kuman.

Cara mencuci tangan yang baik

1. Dengan sabun dan air

CDC menunjukkan bahwa cara terbaik untuk bebas kuman pada tangan adalah dengan menggunakan sabun dan air hangat untuk mencuci tangan Anda. Teknik yang tepat sangatlah menentukan. Anda harus meletakkan tangan Anda di bawah air hangat yang bersih, menggunakan sabun, lalu menggosok tangan Anda bersama-sama selama 20 detik. Anda dapat mengukur waktu dengan bernyanyi lagu “ABC” atau lagu “Selamat Ulang Tahun” dari awal hingga akhir. Setelah itu bilas tangan hingga bersih, kemudian gunakan handuk bersih atau pengering tangan untuk mengeringkan tangan Anda.

2. Dengan sanitizer

Jika Anda menggunakan sanitizer, maka pastikan bahwa ia mengandung 60% alkohol. Jika kurang dari itu, maka ia tidak akan efektif dalam membersihkan kuman. Ketika menerapkan pembersih tangan berbasis alkohol, setidaknya sebanyak setengah sendok teh, gosok tangan Anda selama 15-20 detik hingga tangan mengering. Hal ini juga penting untuk dicatat bahwa sanitizer tidak membunuh semua jenis kuman.

Kesimpulan

Jika Anda memiliki pilihan, mencuci tangan dengan sabun dan air harus selalu menjadi pilihan pertama Anda. Meskipun keduanya baik untuk membersihkan tangan, tetapi penting untuk diingat bahwa sanitizer tidak dapat digunakan sebagai pengganti sabun dan air. Melainkan, ia hanya alternatif jika Anda tidak memiliki peralatan untuk mencuci tangan Anda dengan sabun.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Jangan biarkan alergi mengganggu aktivitas harian Anda. Ketahui cara cepat mengatasi alergi obat yang kambuh sekaligus perawatan kondisinya di rumah.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi paracetamol

Alergi Paracetamol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit