Mengapa Wanita Juga Perlu Angkat Beban?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Angkat beban (weight lifting) adalah istilah umum jenis pelatihan daya tahan yang digunakan untuk menggambarkan metode pengangkatan beban berat.

Banyak orang, terutama wanita, masih ragu akan manfaat dari angkat beban. Hal tersebut didasari oleh mitos bahwa wanita yang mengikuti latihan angkat berat akan memiliki otot-otot besar seperti pria.

Benarkah angkat beban akan membuat wanita jadi kekar?

Latihan beban menawarkan perempuan sejumlah manfaat termasuk penurunan berat badan, pembakaran lemak, meningkatkan massa otot, serta memerangi osteoporosis. Perlu kita ketahui bahwa peningkatan otot pada wanita hanya akan menonjolkan penampilan feminin mereka. Wanita tidak akan memiliki otot seperti pria. Wanita tidak akan menjadi “jantan” jika mereka berlatih beban, karena wanita tidak memiliki hormon yang dapat membentuk otot-otot seperti yang ada pada pria, kecuali jika wanita tersebut diberi penguat hormon seperti steroid anabolik.

Menurut Alexandra Rohloff, dalam karya ilmiahnya mengenai wanita dan latihan angkat beban, pria dan wanita sama-sama memiliki keinginan untuk mengencangkan otot. Namun, masing-masing memiliki anggapan yang berbeda. Wanita mungkin lebih menganggap bahwa otot-otot tidak berkaitan dengan berat badan dan bentuk tubuh, sedangkan pria menganggap hal tersebut saling berkaitan dengan kuat. Wanita biasanya mencoba berbagai cara untuk menjadi lebih ramping, sedangkan pria memiliki keinginan yang kuat untuk meningkatkan masa otot dan berat badan mereka. Dalam budaya pria, peningkatan massa otot merupakan hal yang paling diinginkan, sedangkan wanita merasa tertekan terhadap kenaikan berat badan dan kenaikan masa otot.

Image mengenai tubuh yang dipikirkan oleh wanita sangat membingungkan dan tidak masuk akal, bagaimana mungkin kita bisa meningkatkan massa otot tapi juga menurunkan berat badan? Inti dari peningkatan massa otot adalah dengan mengurangi jumlah lemak dalam tubuh, bukan dengan penurunan berat badan.

Manfaat latihan angkat beban

1. Lemak berkurang 40%

Jika Anda berpikir latihan kardio adalah kunci untuk menghilangkan lemak di perut, lihatlah hasil dari penelitian Penn State yang mengamati penurunan lemak seseorang dengan membagi orang-orang, berdasarkan jenis latihannya, menjadi 3 kelompok yaitu: orang yang tidak melakukan latihan, orang yang hanya mengikuti latihan aerobik, dan orang yang melakukan aerobik sekaligus mengangkat beban. Kelompok yang melakukan aerobik dan angkat beban dapat menghilangkan lemak sebanyak 9,5 kg, namun para pengangkat beban dapat menurunkan lemak lebih banyak 3 kg ketimbang yang tidak mengangkat beban. Mengapa? Karena pengangkat beban hanya kehilangan lemak, sedangkan yang lain kehilangan lemak dan ototnya.

Penelitian lain terhadap orang yang diet namun tidak melakukan latihan angkat beban memperlihatkan 75% dari berat tubuh yang hilang adalah lemak dan 25%-nya otot. Kehilangan otot dapat menurunkan berat badan, namun tidak memiliki pengaruh terhadap penampakan tubuh Anda. Selain itu, risiko untuk kembalinya lemak pada tubuh akan lebih besar.

2. Membakar lebih banyak kalori

Angkat beban akan meningkatkan kalori yang terbakar, karena setelah Anda menjalani latihan, otot Anda akan membutuhkan banyak energi untuk memperbaiki seratnya. Bahkan, para peneliti menemukan bahwa mengangkat beban akan meningkatkan metabolisme dalam tubuh bahkan selama 39 jam setelahnya.

3. Mengatasi stres

Melepaskan keringat ketika berlatih angkat beban akan membuat Anda menikmati hidup tanpa tekanan. Para ilmuwan menyatakan bahwa orang yang rajin berolahraga menunjukkan tingkat hormon stres yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga. Studi lain menunjukkan bahwa setelah Anda menghadapi situasi yang membuat stres, orang yang memiliki masa otot paling banyak lebih mudah mengembalikan tekanan darah ke kondisi semula.

4. Membangun kekuatan tulang

Semakin Anda berumur, massa tulang akan terkikis secara perlahan. Hal tersebut dapat menyebabkan meningkatnya kemungkinan Anda menderita patah tulang suatu hari nanti akibat tulang yang lemah. Sebuah studi menemukan bahwa mengikuti latihan daya tahan tubuh seperti mengangkat beban selama 16 minggu dapat meningkatkan kepadatan tulang pinggul dan pertumbuhan tulang sebesar 19%.

5. Mempercepat pembentukan tubuh

Istilah kardio seharusnya tidak hanya berkutat seputar latihan aerobik saja. Sebuah studi menemukan bahwa rangkaian pelatihan angkat beban dapat meningkatkan denyut jantung Anda sebanyak 15 denyut lebih banyak per menitnya dibandingkan dengan berlari. Latihan angkat beban ini dapat memperkuat otot dan memberikan banyak manfaat bagi kardiovaskular yang mirip dengan latihan aerobik.

6. Menyehatkan jantung

Para peneliti University of Michigan menemukan bahwa orang yang melakukan tiga kali latihan beban dalam seminggu selama dua bulan dapat menurunkan tekanan darah diastolik (angka tekanan terendah) dengan rata-rata 8 poin. Hal tersebut cukup untuk mengurangi risiko stroke sebesar 40% dan kemungkinan serangan jantung sebesar 15%.

7. Meningkatkan produktivitas dalam bekerja

Para peneliti menemukan bahwa pekerja yang rajin berolahraga memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi 15% dibandingkan dengan yang tidak berolahraga. Jadi, pada keseharian Anda bekerja, secara teoritis Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 8 jam sedangkan yang lain menyelesaikannya selama 9 jam 12 menit. Atau, ketika Anda bekerja selama 9 jam akan lebih banyak pekerjaan yang telah dilakukan, sehingga Anda dapat mengurangi stres dan lebih bahagia dengan pekerjaan Anda.

8. Memperpanjang umur

Peneliti University of South Carolina menyatakan bahwa kekuatan tubuh total dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan kanker. Demikian pula menurut ilmuwan lain yang menyatakan bahwa memiliki tubuh yang kuat semasa usia pertengahan berkaitan dengan keberlangsungan hidup yang luar biasa, yang diartikan sebagai hidup pada umur 85 tahun tanpa memiliki penyakit khusus.

9. Meningkatkan kecerdasan

Otot dapat memperkuat tubuh dan pikiran. Peneliti Brasil menemukan bahwa rangkaian pelatihan oleh pengangkat beban selama 6 bulan dapat meningkatkan fungsi kognitif. Bahkan, sesi berkeringat menghasilkan peningkatan pada memori jangka pendek dan jangka panjang, meningkatkan penalaran verbal, serta lamanya tingkat konsentrasi seseorang.

BACA JUGA: