6 Gangguan Kesehatan Mulut & Gigi Pada Penderita Bulimia

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/04/2020
Bagikan sekarang

Bulimia nervosa adalah salah satu bentuk sindrom penyimpangan makan yang sering kali dialami oleh remaja perempuan. Banyak alasan seseorang menjadi penderita bulimia, tapi yang paling banyak adalah ketidakpercayaan diri terhadap bentuk tubuh. Orang yang memiliki sindrom bulimia nervosa biasanya mempunyai kebiasaan makan dengan porsi yang cukup banyak dan kemudian dimuntahkan kembali.

Apa ciri-ciri bulimia?

Pada dasarnya, bulimia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

Purging type, yaitu selama mengalami sindrom, penderita secara sengaja memuntahkan makanannya kembali.

Nonpurging type, adalah tipe bulimia yang tidak memuntahkan makanannya, namun melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang berat atau melakukan puasa, sebagai ganti dari makan besar yang telah ia lakukan sebelumnya.

Berikut adalah tanda-tanda dari orang yang mengalami sindrom bulimia nervosa:

  • Terlalu takut dengan kenaikan berat badan
  • Merasa tidak bisa mengontrol perilaku makan
  • Ketika makan, justru tidak bisa mengontrol nafsu makan, sehingga makan sampai sangat kenyang dan berlebihan
  • Makan dalam porsi yang sangat banyak
  • Memaksakan diri untuk melakukan olahraga yang berat atau melakukan puasa yang ekstrem
  • Memuntahkan makanan yang telah dimakan
  • Menggunakan obat pencahar
  • Menyesali perilaku makan yang dilakukan sebelumnya dengan membatasi kalori makanan yang akan dimakan
  • Menggunakan suplemen makanan atau obat-obatan untuk menurunkan berat badan

Penyimpangan perilaku makan ini menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan seperti dehidrasi, masalah pada fungsi jantung, gangguan sistem pencernaan, depresi, serta rasa cemas yang berlebihan. Tidak hanya itu, penderita bulimia nervosa juga akan mengalami masalah pada kesehatan mulutnya.

Masalah kesehatan gigi dan mulut yang dimiliki oleh penderita bulimia nervosa

Kebiasaan memuntahkan makanan yang dilakukan oleh penderita bulimia nervosa bisa menyebabkan kerusakan yang serius pada gigi. Cairan yang dimuntahkan sebenarnya merupakan racun karena terdiri dari zat asam lambung yang seharusnya berfungsi untuk memecah makanan di dalam perut agar makanan dapat dicerna dengan mudah. Tetapi, di dalam mulut zat asam ini bersifat korosif dan mengakibatkan lapisan enamel yang melindungi enamel gigi menjadi terkikis. Menyikat gigi terlalu keras setelah memuntahkan makanan juga bisa menyebabkan kerusakan pada gigi.

1. Karies gigi

Karies gigi adalah kondisi gigi berlubang yang disebabkan oleh berbagai hal. Jika Anda sering memuntahkan makanan Anda, maka zat asam yang ada di dalam cairan muntahan tersebut mengakibatkan enamel gigi menjadi terkikis. Semakin sering hal ini terjadi, bagian gigi akan semakin banyak yang terkikis dan kemudian berlubang. Mengonsumsi makanan manis juga bisa menyebabkan karies gigi.

2. Gigi berwarna kuning dan rapuh

Karena zat asam lambung sangat korosif, maka semakin lama gigi yang terkena asam lambung akan mengubah warna dan tekstur gigi. Gigi menjadi berwarna lebih kuning dan rapuh. Bahkan pada orang yang memiliki sindrom bulimia, kebiasaan memuntahkan makanan bisa mengubah bentuk dan panjang giginya.

3. Kelenjar ludah membengkak

Asam lambung juga mengakibatkan iritasi serta peradangan pada kelenjar ludah. Kelenjar ludah berada di sisi pipi kanan-kiri dan berfungsi untuk memproduksi air ludah yang digunakan untuk mencerna makanan ketika masuk ke mulut dan membantu makanan untuk tertelan. Air liur juga berfungsi untuk melindungi gigi dari kerusakan yang mungkin timbul dari makanan yang masuk. Sehingga, ketika kelenjar ludah membengkak dan air ludah yang dihasilkan sedikit, maka hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan gigi juga.

4. Sariawan

Sama seperti lapisan enamel yang dapat terkikis akibat zat asam lambung yang naik karena muntah, dinding-dinding mulut juga mengalami iritasi. Iritasi yang ditimbulkan akhirnya menjadi sariawan. Semakin sering memuntahkan makanan maka sariawan yang dihasilkan akan semakin parah.

5. Mulut kering

Berkurangnya air liur membuat mulut Anda lebih kering dari biasanya. Mulut yang kering menyebabkan banyak bakteri yang tumbuh di sekitar mulut karena tidak ada air liur yang membersihkannya. Selain itu, kurangnya air liur juga bisa mengakibatkan penurunan kemampuan merasakan suatu rasa makanan atau minuman.

6. Rasa sakit

Kerusakan dan pembengkakan gusi juga bisa terjadi pada orang yang mengalami bulimia nervosa. Hal ini juga bisa menyebabkan gangguan pada saraf gigi dan gigi menjadi sensitif. Kerusakan ini mengakibatkan rasa nyeri saat mengunyah dan menelan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Masalah ini terjadi akibat dampak dari zat asam lambung yang naik, oleh karena itu untuk mencegah kondisi semakin parah sebaiknya para penderita melakukan terapi dan pengobatan untuk menyembuhkan sindrom bulimia nervosa yang dialaminya. Lalu, tidak kalah penting juga untuk menjaga kebersihan mulut serta gigi dengan rutin menyikat gigi dan menggunakan obat kumur.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

    7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

    Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020