Mungkinkah Lensa Kontak (Softlens) Bergerak ke Belakang Bola Mata?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Penggunaan lensa kontak (softlens) punya aturan atau cara pakai tertentu yang harus dipatuhi oleh setiap penggunanya. Misalnya, Anda tidak disarankan untuk tidur dengan memakai lensa kontak, dan harus menaati waktu pakai lensa kontak. Sebab dikhawatirkan, softlens akan berpindah posisi dan masuk ke belakang mata. Memangnya bisa atau tidak, sih?

Bisakah softlens masuk sampai ke belakang mata?

efek pakai softlens infeksi mata akibat lensa kontak

Normalnya, softlens atau lensa kontak digunakan tepat di bagian depan bola mata. Hanya saja, Anda mungkin pernah mengalami atau sekadar mendengar bahwa lensa kontak juga bisa bergerak dan berjalan di sekitar bola mata.

Hal inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan softlens bergerak dan masuk ke belakang bola mata. Apalagi jika Anda sesekali pernah kehilangan softlens, dan cemas kalau ia berpindah ke balik mata.

Kabar baiknya, menurut Gary Heiting, OD, seorang dokter mata, bahwa softlens yang berpindah masuk ke belakang mata sebenarnya tidak mungkin terjadi. Kadang kala, softlens bisa saja terlepas dari bola mata yang dilindungi oleh lapisan kornea (pelindung mata).

Softlens mungkin akan bergerak-gerak di kelopak mata bagian bawah. Namun, pergerakan softlens biasanya hanya berada di sekitaran kelopak mata dan tidak akan berjalan terlalu jauh, apalagi sampai masuk ke belakang bola mata.

Ini dikarenakan pada permukaan bagian dalam kelopak mata, terdapat lapisan tipis, bening, dan lembap yang bernama konjungtiva. Konjungtiva bisa membantu kantung berukuran kecil, yang terletak di antara kelopak mata dan mata yang dipenuhi oleh air mata.

Sementara di bagian belakang kelopak mata, konjungtiva membentuk lipatan ke belakang. Dengan kata lain, konjungtiva bisa menjadi lapisan penutup luar untuk bagian putih dari bola mata, mengutip dari The University of Illinois College of Medicine.

Ketika softlens atau lensa kontak yang Anda gunakan tampak hilang, umumnya hanya bisa mencapai tepi atau ujung kantung konjungtiva, bukan sampai masuk ke belakang bola mata.

Perlindungan dari konjungtiva yang menyeluruh mulai dari kelopak mata sampai bola mata, membuat mustahil bagi benda apa pun, termasuk softlens, untuk bisa masuk ke belakang mata. Terlebih lagi sampai terjebak dan sulit dikeluarkan dari sana.

Bagaimana caranya mengeluarkan softlens yang “menghilang”?

bahaya pakai obat tetes mata steroid

Ketika sedang menggunakan softlens tapi rasanya tiba-tiba Anda tidak menemukan lensa kontak tersebut pada bola mata, Anda mungkin menduga softlens bergerak dan masuk ke belakang mata.

Padahal, kebiasaan mengucek mata atau mata tidak sengaja terbentur selama menggunakan lensa kontak dapat membuatnya bergeser.

Hal tersebut yang mungkin memicu softlens terlipat menjadi dua, dan kemudian terlepas dari kornea mata. Softlens yang terlipat tersebut kemungkinan tersangkut di kelopak mata bagian atas atau bawah, sehingga tampak seolah menghilang.

Agar lebih mudah, coba rasakan apakah seperti ada benda asing yang tersangkut di kelopak mata maupun area sekitarnya? Jika ini terjadi, Anda bisa mengembalikan softlens yang “menghilang”, atau mengiranya masuk ke belakang bola mata, dengan meneteskan obat tetes mata untuk softlens.

Selanjutnya pijat perlahan bagian kelopak mata atas atau bawah, tempat di mana softlens terasa tersangkut. Lakukan hal ini sembari Anda menutup mata. Biasanya, softlens akan bergerak ke posisi mata di mana Anda bisa melihatnya lagi.

Segera keluarkan softlens tersebut, dan sebaiknya hindari dulu pemakaian softlens untuk sementara waktu. Bila ketika dikeluarkan dari mata kondisi softlens terlipat menjadi dua, coba rendam di dalam air softlens selama beberapa waktu.

Setelah itu, Anda bisa membuka lipatan softlens tersebut perlahan-lahan guna mengembalikannya ke bentuk semula. Tak lupa, usahakan untuk lebih berhati-hati lagi saat pakai softlens agar kejadian “hilangnya” lensa kontak saat digunakan ini tidak terulang kembali.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 20, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca