8 Tips Menjaga Bakteri Baik Dalam Usus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tahu bahwa di dalam tubuh Anda terdapat setidaknya 100 triliun bakteri? Bakteri tersebut menyebar dan berada di permukaan kulit, dalam mulut, dan hidung. Namun paling banyak bakteri-bakteri itu tinggal di sistem pencernaan. Bakteri-bakteri itu terdapat di dalam usus manusia dan berfungsi untuk membantu pencernaan dan metabolisme tubuh.

Ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan sistem pencernaan, bakteri baik juga dapat mencegah penyakit jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu perkembangan kesehatan mental serta kognitif anak, dan dapat membantu menurunkan berat badan Anda. Bahkan para ahli menyebut perut sebagai otak kedua dari manusia karena memiliki bakteri di dalamnya. Bakteri tersebut mempunyai hubungan langsung dengan otak dan dapat mengatur mood dan tindakan Anda hampir sama seperti otak.

Para ahli menyatakan bahwa bakteri baik terbentuk sejak bayi sesaat setelah dilahirkan. Kelahiran yang normal dapat membuat anak memiliki bakteri baik lebih banyak dan beragam, dan hal ini bisa membantu perkembangan serta pertumbuhannya. Di dalam tubuh, bakteri baik tumbuh pada kisaran pH sebesar 6,7 hingga 6,9. Namun tidak semua bakteri yang ada di dalam usus manusia itu baik, ada beberapa jenis bakteri yang justru dapat mengganggu kesehatan. Jumlah bakteri baik ataupun buruk ditentukan dengan berbagai faktor, terutama gaya hidup. Lalu bagaimana agar bakteri baik jumlahnya meningkat dan bakteri buruk jumlahnya menurun?

1. Mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan

Gula merupakan jenis karbohidrat sederhana (monosakarida) yang sangat mudah dicerna oleh tubuh dan terdiri dari glukosa dan fruktosa. Ketika gula terlalu banyak masuk ke tubuh, gula tersebut akan langsung diserap  dan tidak memerlukan bantuan bakteri baik untuk mencernanya sehingga  bakteri baik tidak mendapatkan ‘makanan’ dan kemudian kelaparan. Kemudian bakteri yang lapar akan menggerogoti lapisan lendir dinding-dinding usus. Padahal, lapisan lendir yang ada di usus berperan sebagai pelindung usus dan jika rusak maka akan terjadi peradangan pada usus. Selain itu, gula merupakan sumber makanan utama dari bakteri buruk dalam tubuh, yaitu Candida Albican –bakteri yang menyerang dan merusak dinding usus.

2. Makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, dan serat

Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat memperbanyak jenis bakteri baik di dalam usus. Berbeda dengan gula, serat sangat memerlukan bakteri baik untuk mencernanya dan agar bisa diserap oleh tubuh. Serat bisa disebut sebagai sumber makanan yang diperlukan bagi bakteri baik karena proses pencernaanya tidak mudah. Konsumsi serat yang dianjurkan untuk dimakan dalam satu hari yaitu sebanyak 33 hingga 39 gram serat per hari. Selain itu, serat juga mampu menjaga lapisan lendir yang ada di usus.

3. Membatasi antibiotik

Antibiotik merupakan musuh dari bakteri dalam tubuh. Tidak hanya bakteri yang tidak baik yang dilawan oleh antibiotik, namun bakteri baik pun terkena dampaknya. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi antibiotik dalam waktu yang lama dan dosis yang banyak akan mengurangi jumlah serta jenis dari bakteri baik di dalam usus.

4. Konsumsi probiotik

Probiotik merupakan mirkoorganisme yang dapat membantu menjaga jumlah bakteri baik dan menyeimbangkan jumlah bakteri buruk di dalam tubuh. Probiotik terdiri dari dua jenis yaitu lactobacillus dan bifidobacterium serta terdapat diberbagai makanan dan minuman seperti, yogurt, tempe, kimchi, dark chocolate, atau makanan yang telah difermentasi.

5. Tidak stress

Ketika Anda mengalami stress, tubuh akan mengeluarkan berbagai jenis hormon untuk merespon stress yang terjadi, seperti meningkatkan adrenalin dan sistem imun mengeluarkan sitokin yaitu zat untuk menangani peradangan. Jika stress terus terjadi maka sistem kekebalan tubuh akan terus mengirimkan sinyal peradangan ke seluruh bagian tubuh, termasuk bakteri baik. Pada keadaan normal, bakteri baik bersama sistem kekebalan tubuh akan menjaga dan melawan semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Namun ketika sinyal peradangan terus diterima oleh bakteri baik, ini dapat mengganggu fungsi dan bahkan jumlahnya di dalam usus.

6. Tidur yang cukup

Jumlah bakteri yang ada di dalam tubuh sangat mudah berubah, dan salah satunya disebabkan karena kekurangan tidur. Ketika tidur, bakteri yang ada dengan alami akan memperbanyak atau memproduksi dirinya sendiri. Namun memang belum jelas hubungan antara keduanya. Para ahli memiliki hipotesis bahwa bakteri berhubungan dengan sirkulasi darah, mengatur jantung, mengatur siklus tidur, serta mempengaruhi hormon yang berfungsi untuk mengontrol waktu tidur. Saat tubuh tidak cukup tidur, maka hormon akan terganggu dan ritme sirkulasi tidak normal. Hal inilah yang mempengaruhi bakteri baik dalam tubuh.

7. Berolahraga

Bahkan, bakteri baik yang ada di dalam tubuh Anda perlu melakukan aktivitas fisik dan bergerak secara rutin. Sebuah penelitian yang dilakukan di Irlandia melibatkan sebanyak 40 pemain rugby dan hasil penelitiannya menyatakan bahwa bakteri baik yang ada pada pemain olahraga itu lebih banyak jenisnya dibandingkan dengan jenis bakteri baik pada orang yang tidak melakukan olahraga secara rutin. Tidak hanya itu, diketahui juga terjadi peningkatan jumlah Lactobacillus , Bifidobacterium, dan B.coccoides-E pada orang yang sering melakukan olahraga rutin.

8. Membatasi konsumsi daging merah dan berbagai produk hewani

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti dari Harvard melakukan percobaan beberapa orang responden yang diberikan berbagai makanan protein hewani dalam beberapa minggu. Hasil penelitianya menunjukkan bahwa jumlah bakteri baik yang ada pada responden tersebut menurun. Percobaan lain dilakukan pada tikus yang diberikan asupan makanan sumber hewani dan diketahui bahwa pada usus tikus jumlah bakteri Bilophila meningkat. Bakteri tersebut merupakan bakteri buruk yang menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    proses inflamasi

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    Penyebab sakit pinggang

    Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    makanan pedas atasi migrain

    Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    arti warna dahak

    Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit