Apa Benar Suara Alam Memicu Relaksasi Tubuh dan Pikiran?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Suara alam dan lingkungan  yang hijau telah lama dikaitkan berhubungan dengan relaksasi dan kesejahteraan manusia selama selama ratusan tahun yang lalu. Contohnya seperti suara ombak, kicau burung, serta hembusan angin ke pohon dipercaya bisa menenangkan pikiran manusia. Tapi, bagaimana bisa pengaruh suara alam bikin rileks tubuh dan pikiran?

Benarkah suara alam bikin rileks tubuh dan pikiran?

Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Brighton and Sussex Medical School, meneliti serta meriset 17 orang dewasa menggunakan pemindai resonansi magnetik atau (fMRI). Mereka disuruh mendengar 5 serangkaian suara alam asli dan suara alam buatan manusia yang berbeda-beda selama 5 menit. Para peneliti juga menggunakan pemindai otak, monitor tingkat-jantung, serta tes eksperimen perilaku untuk menyimpulkan penyebab fisiologis dari efek suara alam tersebut.

Setiap rekaman suara alam yang berbeda, peserta ditugaskan untuk mengukur fokus pikiran dan reaksi mereka. Detak jantung mereka juga dilihat untuk membangun pada sistem saraf otonom. Tidak luput juga untuk memantau sistem organ yang terlibat dalam proses ini, seperti pernapasan, tekanan darah, suhu tubuh, metabolisme, dan pencernaan.

Suara alam cenderung menghasilkan dampak rileks dan tenang pada tubuh

Ketika periset mempelajari hasil fMRI peserta, mereka melihat bahwa ada aktivitas di jaringan mode bawaan otak, yaitu area yang terlibat dalam pikiran peserta untuk menenangkan diri.

Namun, aktivitas otak yang dihasilkan bervariasi, tergantung pada suara latar alam yang dimainkan dalam test tersebut. Secara khusus hasilnya ditemukan, kalau suara alam yang dibuat manusia berdampak pada pikiran peserta menjadi fokus ke alam. Sedangkan suara alam alami berdampak mendorong ke perhatian eksternal dari peserta menjadi lebih terfokus dengan dirinya sendiri.  

Perhatian yang dihasilkan dari suara alam alami, yaitu mencakup pada hal-hal yang lebih spesifik dan dikaitkan dengan kondisi yang melibatkan tekanan psikologis. Contohnya termasuk depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca trauma para peserta. Lalu, waktu bereaksi peserta juga dinilai lebih lambat saat mereka mendengarkan suara buatan dibandingkan dengan yang suara alam alami.

Selain itu, ditemukan juga perbedaan denyut jantung peserta yang terdeteksi. Mereka menunjukkan adanya respon sistem saraf otonom tubuh ketika mendengar suara alam asli. Dan secara keseluruhan, suara alam dikaitkan dengan penurunan respons simpatik tubuh ( perasaan tidak puas dan memberontak) serta adanya peningkatan respons parasimpatis yang membuat tubuh rileks dan berfungsi dalam keadaan normal, disebut sebagai rest-digest respon.

Tidak semua orang merasakan efek yang sama

Namun, hasil tersebut tidak sama untuk semua orang. Untuk beberapa orang dengan memiliki respon simpati yang tinggi saat penelitian, hasil tes ini mencatat adanya manfaat relaksasi besar dari alam untuk orang tersebut. Sedangkan orang yang memulai dengan respon simpatik rendah, mereka benar-benar mengalami sedikit peningkatan relaksasi tubuh saat mendengarkan suara alami dan buatan.

Suara alam, alam terbuka dengan suasana hijau memang menyegarkan bagi pikiran dan tubuh, Peneliti juga menyarankan, bahkan jalan-jalan beberapa menit saja di alam mampu memberi manfaat ketenangan di dalam tubuh. Kalau pun tak bisa jalan-jalan di alam terbuka, silakan mendengarkan rekaman suara alam untuk bikin rileks dan tenang pikiran Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sarang nyamuk

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit