Herpes di mulut(bawah bibir) umur 19 tahun, tapi tidak pernah berhubungan seksual secara oral
Dok, saya laki-laki usia 19 tahun. Saya sudah pernah periksa ke dokter karena ada lepuhan di area bawah bibir, dan dokter mengatakan kemungkinan herpes. Namun saya masih bingung karena saya tidak pernah melakukan oral seks, tidak pernah berciuman, dan tidak pernah melakukan aktivitas seksual yang berisiko. Apakah herpes di area mulut bisa tertular tanpa kontak seksual? Selain itu, bagaimana cara memastikan diagnosis herpes tersebut sudah benar? Pemeriksaan apa yang paling akurat untuk membedakan herpes dengan penyakit lain yang gejalanya mirip?
























Halo sobat sehat, terima kasih atas pertanyaannya
Salah satu kelainan kulit yang cirinya vesikel bergerombol di satu sisi tubuh saja dirasakan perih dan terbakar bisa mengarah ke herpes zoster yang disebabkan oleh virus herpes zoster. akan tetapi perlu dipastikan dengan pemeriksaan langsung dengan pasiennya.
kalaupun tidak ada riwayat berhubunngan oral, penularan bisa karena kontak dengan penderita lainnya mungkin dari penggunaan bareng bersama, karena virus herpes adalah reaktivasi virus cacar. jadi ketika imun lemah, virus cacar yang sebelumnya menginfeksi akan aktif kedua kalinya sebagai herpes karena virusnya itu dorman atau tidur, dan ketika imun lemah bisa aktif menjadi herpes.
Herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes, sesuai jenisnya yaitu herpes zoster, herpes simpleks 1 dan herpes simpleks 2.
salah satu tanda khas herpes yaitu lesi atau kelainan kulitnya hanya di satu sisi tubuh saja mengikuti arah dermatom saraf. jika di kiri maka di kiri saja, jika di sebelah kanan maka di kanan saja.
apabila ada di kedua sisi tubuh saran sebaiknya periksakan kembali dan tidak mengkonsumsi obat yang sebelumnya. perlu dicek dulu untuk keluhan yang baru ini.
upayakan tidak menggaruk luka, mandi seperti biasa, bersihkan lembut area wajah seperti biasa, perhatikan apakah menggunakan produk yang membuat iritasi.
belum pasti itu adalah herpes karena bisa juga akibat gigitan hewan atau alergi.
sebaiknya periksakan ke dokter spesialis kulit (SpDVE) untuk penanganan yang tepat di RS terdekat.
terima kasih
Untuk memastikan diagnosis herpes dan membedakannya dari kondisi lain yang gejalanya mirip, ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan. Selain pemeriksaan fisik oleh dokter yang sudah Anda jalani, pemeriksaan yang paling akurat adalah dengan mengambil sampel cairan dari lepuhan (lesi) yang ada. Sampel ini kemudian dapat diperiksa melalui kultur virus, di mana virus akan dibiakkan di laboratorium. Atau, bisa juga dengan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) yang mendeteksi materi genetik virus, ini seringkali lebih sensitif. Pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi (serologi) juga bisa dilakukan, namun ini hanya menunjukkan apakah Anda pernah terpapar virus di masa lalu, bukan berarti sedang ada infeksi aktif. Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter umum, dokter spesialis kulit dan kelamin (Dermatologi), atau dokter spesialis penyakit dalam (Infectious Disease) untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti dan penanganan yang tepat. Penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat agar penanganan yang diberikan sesuai.
Related content