backup og meta

9 Manfaat Makan Pare untuk Kesehatan Wanita

9 Manfaat Makan Pare untuk Kesehatan Wanita

Sebagian orang mungkin tidak menyukai pare karena rasanya yang pahit. Padahal, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari sayuran ini, termasuk untuk wanita. Agar lebih jelas, ketahui apa saja manfaat pare untuk wanita di bawah ini.

Manfaat makan pare untuk wanita

Cara memasak pare agar tidak pahit

Pare, dengan nama latin Momordica charantia, dikenal sebagai sayuran pahit yang memiliki banyak manfaat kesehatan.

Berikut adalah beberapa manfaat pare, khususnya untuk wanita.

1. Mengatasi gangguan menstruasi

Beberapa wanita menggunakan pare untuk mendapat manfaat pada daerah Miss V dengan membantu mengatur siklus menstruasi dan mengurangi gejala PMS (premenstrual syndrome).

Ini karena senyawa alami dalam pare bisa membantu menyeimbangkan hormon, sehingga dapat memperbaiki ketidakseimbangan hormonal yang menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur.

Pare juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri yang terkait dengan menstruasi.

Maka dari itu, mengonsumsi pare secara rutin dapat membantu mengurangi kram menstruasi dan nyeri panggul.

2. Mencegah anemia

Saat kekurangan zat besi, tubuh akan kesulitan membuat hemoglobin, yaitu senyawa di dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Akibatnya, anemia defisiensi besi bisa terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat.

Pare diketahui tinggi akan zat besi dan folat (vitamin B9) yang membantu proses pembentukan sel darah merah.

Maka dari itu, mengonsumsi pare bisa membantu mencegah anemia, yang lebih rentan terjadi pada wanita selama menstruasi.

3. Mengatur gula darah

Pare diketahui dapat membantu mengatur kadar gula darah, yang sangat bermanfaat bagi wanita dengan diabetes atau memiliki risiko diabetes.

Apalagi, wanita dapat mengalami diabetes gestasional atau yang terjadi selama kehamilan.

Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional atau memiliki polycystic ovary syndrome (PCOS) juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes di masa depan.

Di dalam pare terdapat senyawa bioaktif, seperti polipeptida-p, vicine, dan charantin, yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Ini berarti sel-sel tubuh lebih efektif dalam menggunakan insulin untuk menyerap glukosa dari darah, sehingga membantu menurunkan kadar gula darah.

4. Menurunkan berat badan

Untuk wanita yang mendambakan berat badan yang ideal, perlu diketahui bahwa pare memiliki berbagai manfaat yang dapat membantu wanita menurunkan berat badan.

Ini karena pare termasuk makanan yang rendah kalori dan tinggi serat.

Kandungan ini dapat membantu wanita merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.

Hal ini membantu dalam menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk penurunan berat badan.

5. Menjaga kesehatan kulit

Sebagai manfaat lainnya untuk wanita, pare diketahui bisa membantu merawat kecantikan kulit. 

Kandungan vitamin C dalam pare diketahui bisa membantu meningkatkan produksi kolagen, sehingga dapat menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.

Selain vitamin C, pare mengandung banyak antioksidan lainnya, seperti vitamin A dan flavonoid yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.

Antioksidan ini dapat mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti keriput dan garis halus.

6. Meningkatkan kekebalan tubuh

Bukan hanya baik untuk kesehatan kulit wanita, manfaat antioksidan yang terkandung dalam pare juga bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi.

Antioksidan ini memainkan peran penting dalam meningkatkan respons imun dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

Selain itu, pare memiliki sifat antimikroba dan antiviral yang membantu melawan berbagai patogen, seperti bakteri dan virus.

Sifat yang dimilikinya ini dapat membantu tubuh wanita dalam mencegah dan melawan infeksi.

7. Mengurangi risiko kanker

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pare memiliki sifat antikanker yang dapat membantu mencegah perkembangan beberapa jenis kanker.

Melansir Cleveland Clinic, pare kaya akan beta karoten yang bisa diubah oleh tubuh menjadi vitamin A.

Pada penelitian tersebut, beta karoten dan vitamin A diketahui bisa membantu mencegah limfoma non-Hodgkin.

Di penelitian lain, ekstrak pare diketahui efektif dalam mengatasi sel kanker pada perut, usus, paru-paru, dan nasofaring.

Selain itu, penelitian lainnya yang dilakukan pada selain manusia menunjukkan ekstrak pare bisa menekan sel kanker payudara triple-negatif yang dialami wanita.

8. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Selain membantu menurunkan berat badan, serat dalam pare dapat membantu mencegah konstipasi atau sembelit serta menjaga kesehatan usus.

Manfaat ini penting untuk wanita karena lebih sering mengalami konstipasi kronis dibandingkan pria, yang bisa dipengaruhi oleh faktor hormonal, diet, dan gaya hidup.

Pare juga dapat merangsang produksi enzim pencernaan dan cairan empedu yang membantu memecah makanan dan meningkatkan penyerapan nutrisi.

Hal ini mendukung pencernaan yang lebih efisien dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.

9. Menjaga kesehatan jantung

Pare dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang penting untuk kesehatan jantung pada wanita.

Apalagi, risiko penyakit jantung pada wanita bisa lebih tinggi, terutama setelah menopause.

Dengan menurunkan LDL, pare membantu mencegah penumpukan plak di dinding arteri yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Sementara itu, HDL membantu mengangkut kolesterol jahat dari arteri ke hati, di mana kolesterol tersebut dapat diolah dan dikeluarkan dari tubuh.

Meski memberi banyak manfaat, makan pare juga perlu dilakukan dengan hati-hati karena konsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan efek samping, seperti gangguan pencernaan atau menurunkan kadar gula darah terlalu drastis.

Sebaiknya konsultasikan kepada dokter sebelum menambahkan pare secara signifikan dalam diet Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang hamil.

Kapan pare tidak boleh dimakan?

Seperti yang dilansir dari Cleveland Clinic, Ahli Gizi Beth Czerwony, RD, LD., menyatakan bahwa jumlah pare yang dikonsumsi juga bisa berpengaruh terhadap manfaatnya. Untuk memastikan keamanannya, sebaiknya konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi pare.

Aturan makan pare yang tepat untuk wanita

Memotong dalam proses cara memasak pare agar tidak pahit

Meskipun pare menawarkan banyak manfaat kesehatan, termasuk bagi wanita, penting untuk mengonsumsinya dengan cara yang tepat.

Hal ini untuk memastikan Anda mendapatkan khasiat pare yang optimal dan menghindari potensi efek samping.

Berikut adalah beberapa panduan dan aturan makan pare yang tepat untuk wanita agar mendapat manfaat yang diinginkan.

  • Mulailah dengan porsi kecil. Jika Anda baru pertama kali mengonsumsi pare, mulailah dengan porsi kecil untuk melihat bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadapnya.
  • Frekuensi konsumsi. Konsumsi pare 2—3 kali seminggu sudah cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatannya. Mengonsumsi dalam jumlah berlebihan setiap hari dapat menyebabkan efek samping.
  • Rendam dalam air garam. Rendam irisan pare dalam air garam selama 30 menit sebelum dimasak untuk mengurangi rasa pahit.
  • Memasak dengan benar. Pare bisa dimasak dengan cara ditumis, direbus, atau dikukus. Hindari menggoreng pare dengan banyak minyak untuk menjaga kandungan nutrisi dan menghindari kalori tambahan.

Jika Anda memilih mengonsumsi ekstrak atau suplemen pare, pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan pada kemasan atau sesuai petunjuk dokter.

Penting juga untuk menjaga variasi dalam diet Anda dengan mengonsumsi pare disertai berbagai jenis sayuran dan buah-buahan guna mendapatkan manfaat nutrisi yang seimbang.

Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes, sedang hamil, atau menyusui, konsultasikan kepada dokter sebelum menambahkan pare secara signifikan ke dalam diet Anda.

Kesimpulan

Jika dikonsumsi secara tepat dan tidak dalam jumlah berlebihan, pare menawarkan banyak manfaat kesehatan untuk wanita, diantaranya:
  • mengatasi gangguan menstruasi,
  • mencegah anemia,
  • mengatur gula darah,
  • menurunkan berat badan,
  •  meningkatkan kekebalan tubuh,
  • menjaga kesehatan kulit,
  • menjaga kesehatan jantung, hingga
  • mengurangi risiko kanker.

[embed-health-tool-ovulation]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Cleveland Clinic. (2024). The Health Benefits of Bitter Melon. Retrieved 2 June 2024, from https://health.clevelandclinic.org/bitter-melon-benefits

An Analysis of Health Benefits of Bitter Melon. (N.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://www.ijirem.org/DOC/13-an-analysis-of-health-benefits-of-bitter-melon.pdf

Saeed, F., Afzaal, M., Niaz, B., Arshad, M. U., Tufail, T., Hussain, M. B., & Javed, A. (2018). Bitter melon (Momordica charantia): a natural healthy vegetable. International Journal of Food Properties21(1), 1270–1290. https://doi.org/10.1080/10942912.2018.1446023

Health benefits of bitter melon. (N.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://www.researchgate.net/publication/275045666_Health_benefits_of_bitter_melon

Bitter Melon: MedlinePlus Supplements. (n.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://medlineplus.gov/druginfo/natural/795.html

Bitter Melon. (N.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://www.tnstate.edu/extension/documents/Bitter%20melon%20fact%20sheet.pdf

Bitter Melon. (2023). Retrieved 2 June 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK590483/

Bitter Melon. (n.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-2043009

Versi Terbaru

16/07/2024

Ditulis oleh Reikha Pratiwi

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto

Diperbarui oleh: Ihda Fadila


Artikel Terkait

8 Rahasia Wanita agar Tampil Cantik Alami, Luar dan Dalam

10 Penyakit Sistem Reproduksi pada Wanita yang Umum Terjadi


Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 16/07/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan