Berbagai jenis dan fungsi obat maag yang dijual di pasaran mempunya kegunaan yang berbeda-beda. Apalagi jika Anda salah satu yang mengidap penyakit maag kronis, pastinya Anda tidak asing dengan berbagai merk obat-obatan maag yang dapat membantu meredakan rasa sakit pada lambung Anda. 

Penyakit maag dalam dunia medis sering dikenal dengan sebutan GERD (gastroesophageal reflux disease) atau refluks asma lambung. Pengobatannya berbagai macam mulai dari pencegahan, pengobatan melalui jenis obat-obatan, sampai perlunya tindakan operasi. Pencegahan merupakan cara terbaik daripada Anda harus ketergantungan mengonsumsi obat-obatan setiap saat. Coba mulai dengan makan teratur, mengonsumsi makanan yang sehat, serta usahakan menghindri stresss yang dapat memengaruhi hormonal Anda.

Tetapi dari berbagai jenis obat dan merek obat sakit maag yang ada. Baiknya Anda mengetahui beda jenis dan beda fungsi obat maag untuk menetralisir rasa sakit tersebut. Pada dasarnya tidak semua obat maag mempunyai kegunaan yang sama untuk mengobati perih pada perut Anda. Simak penjelasan mengenai obat maag yang bisa Anda konsumsi.

Obat maag antacid untuk menetralisir asam lambung

Antacid atau antasida adalah obat maag yang digunakan untuk menetralkan asam lambung atau mengikat cairan asam lambung.  Dipakai untuk mengobati penyakit pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh asam lambung, seperti tukak pada esofagus, lambung, atau usus dengan gejala seperti nyeri lambung, mual, dan muntah.

Antasida biasanya diproduksi berbentuk cairan, atau tablet yang dapat larut dalam air minum. Obat maag ini baiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat-obatan yang lain karena dapat menghambat penyerapan antasida pada tubuh Anda.

Obat maag jenis penghambat receptor H2

Kandungan dalam obat asam lambung ini berfungsi untuk menghambat naiknya efek histamin. Histamin ini berfungsi menghasilkan asam lambung dalam tubuh. Contoh obat yang mengandung penghambat receptor H2 adalah raniditine, femotidine ataupun cemotidine.

Raniditine dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Khusus untuk ibu hamil, baiknya penggunaan raditine digunakan dengan ketentuan resep dokter mengingat obat yang dikonsumsi berpengaruh pada kesehatan janin. Raniditine baiknya dikonsumsi pada jam yang sama secara teratur. Efek samping mengonsumsi raditin adalah mual, pusing, sakit kepala, sulit menelan, bahkan air kencing berwarna keruh.

Obat maag jenis penghambat pompa proton (PPP)

Obat-obatan jenis seperti esomeprazole, lansoprazole,dan omeprazole merupakan obat maag yang berfungsi untuk menghambat sel-sel penghasil asam lambung dalam perut. Dengan dihambatnya sel ini diharapkan produksi asam lambung akan menurun. Obat ini pada umumnya memerlukan resep dari dokter.

Omeprazole lebih baik untuk dikonsumsi sebelum makan. Fungsi lainnya adalah membantu menyembuhkan kerusakan asam di perut dan kerongkongan, membantu mencegah luka lambung, dan dapat juga mencegah kanker kerongkongan. Omeprazole tergolong dalam obat maag golongan proton pump inhibitors (PPIs). Efek samping omeprazole yang bisa terjadi adalah sakit kepala, diare, sakit perut, nyeri sendi, sakit tenggorokan, keram otot.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca