Hipertensi Pulmonal Itu Apa, Sih? Apakah Saya Berisiko?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Pulmonary arterial hypertension, atau lebih sering disebut sebagai hipertensi pulmonal adalah kondisi yang terjadi ketika arteri di paru-paru menyempit, dan sisi kanan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru. Hal ini menyebabkan tekanan darah tinggi pada arteri, yang disebut arteri pulmonalis.

Seiring waktu, jantung terus bekerja keras sehingga akan menimbulkan kelemahan otot dan gagal jantung. Meskipun hipertensi arteri pulmonal tidak dapat disembuhkan, kondisi ini bisa dikendalikan dengan obat dan perubahan gaya hidup. 

Jenis-jenis hipertensi pulmonal

Hipertensi pulmonal adalah penyempitan arteri paru-paru yang terbagi jadi dua jenis, yaitu hipertensi arteri pulmonal idiopatik (idiopathic pulmonary arterial hypertension) dan hipertensi arteri pulmonal sekunder (secondary pulmonary arterial hypertension). Kedua jenis ini sangat langka.

Pada hipertensi arteri pulmonal idiopatik, tidak ada penyebab yang diketahui untuk kondisi tersebut. Tampaknya kondisi ini berkembang dengan sendirinya, meskipun kadang-kadang diturunkan secara genetik. Pada hipertensi arteri pulmonal sekunder, kondisinya muncul karena beberapa masalah kesehatan yang sudah dimiliki seseorang (sebagai komplikasi penyakit).

Apa saja gejala hipertensi arteri pulmonal?

Sebagian besar tanda-tanda dan gejala hipertensi pulmonal mirip dengan masalah jantung dan paru-paru lainnya.  Gejala-gejalanya termasuk:

  • Sesak napas
  • Pusing atau pingsan 
  • Jantung berdebar-debat
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Pembengkakan perut atau lengan, kaki, dan pergelangan kaki
  • Kulit membiru, terutama pada ujung jari

Apa saja faktor risiko hipertensi pulmonal?

Hipertensi pulmonal adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja. Ada sejumlah faktor risiko yang dapat membuat seseorang lebih rentan terkena kondisi ini serta masalah jantung atau paru-paru lainnya, yaitu:

1. Umur dan jenis kelamin

Meski hipertensi pulmonal adalah kondisi yang dapat menyerang pada usia berapa pun, kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa. Sedangkan terkait jenis kelamin, hipertensi arteri pulmonal idiopatik dua kali lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Perempuan muda di usia subur juga lebih mungkin terkena hipertensi pulmonal.

2. Riwayat keluarga

Seperti disebutkan sebelumnya, hipertensi arteri pulmonal idiopatik terjadi tanpa penyebab yang jelas. Dalam beberapa kasus, riwayat keluarga tampaknya berpengaruh dan hasil tes akan menunjukkan gen penandanya.

Namun, tidak semua penderita hipertensi arteri pulmonal idiopatik memiliki gen penanda ini ini, dan beberapa pasien bahkan tak memilki riwayat keluarga terhadap penyakit jantung dan paru lainnya.

3. Kondisi kesehatan lainya

Kondisi kesehatan lain yang merupakan faktor risiko dari hipertensi pulmonal adalah:

  • Obesitas dan sleep apnea dapat mengurangi kadar oksigen dalam tubuh. Akibatnya, jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru.
  • Anda mengidap infeksi HIV.
  • Anda mengalami masalah paru-paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit sisi kiri jantung.
  • Anda pernah punya riwayat pembekuan darah di arteri paru.
  • Anda memiliki penyakit hati.
  • Anda mengidap lupus dan penyakit lain dari jaringan ikat.
  • Anda sedang hamil dan ini berbahaya karena bisa fatal akibatnya.

4. Penggunaan obat-obatan

Obat-obatan seperti methamphetamine dan kokain, serta obat-obatan diet seperti fen-phen telah terbukti menyebabkan hipertensi pulmonal. Kadang, kondisi tidak muncul sampai bertahun-tahun setelah Anda berhenti menggunakan obat-obatan tersebut.

5. Tinggal di dataran tinggi

Mereka yang tinggal di dataran tinggi lebih berisiko terkena hipertensi arteri pulmonal. Kenapa begitu? Pasalnya, semakin tinggi datarannya, semakin rendah pula tekanan udaranya. Karena itulah paru-paru Anda pun harus bekerja lebih keras.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hipertensi pulmonal dapat membaik jika Anda pindah ke dataran rendah (misalnya di dekat laut). Sedangkan orang yang sudah terkena hipertensi arteri pulmonal dan pergi ke dataran tinggi akan merasakan gejala penyakitnya bertambah parah.

Mencegah hipertensi pulmonal

Sebagian besar dari faktor risiko ini sulit dikendalikan. Akan tetapi, kunjungi dokter pada saat gejala pertama terjadi. Ada beberapa tes diagnostik yang dapat menentukan penyebab dari gejala Anda. Pengobatan hipertensi arteri pulmonal umumnya melibatkan pengelolaan gejala, konsumsi obat-obatan, dan perubahan gaya hidup.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Explore pulmonary hypertension. (2013, July 5) National Heart, Lung, and Blood Institute. http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/pah/

Penaloza, D. and Arias-Stella, J. (2007). The heart and pulmonary circulation at high altitudes: Healthy highlanders and chronic mountain sickness. Circulation, 115, 1132-1146. https://circ.ahajournals.org/content/115/9/1132.full.pdf+html

Pulmonary arterial hypertension. (n.d.). American Lung Association. http://www.lung.org/lung-disease/pulmonary-arterial-hypertension/

Pulmonary arterial hypertension. (2012, September). Genetics Home Reference. http://ghr.nlm.nih.gov/condition/pulmonary-arterial-hypertension

Risk factors. (n.d.). Pulmonary Hypertension Association. http://www.phassociation.org/Patients/WhoGetsPH3

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Menurut penelitian di tahun 2018, keadaan post-traumatic stress disorder yang dimiliki seseorang bisa memicu naiknya risiko hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Tidur Siang Baik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sebuah studi menyatakan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Simak selengkapnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020