Pilihan Obat Batuk Berdahak dari Apotek dan Alami, Efektif Redakan Gejala

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/04/2020
Bagikan sekarang

Batuk berdahak perlu diobati sesegera mungkin. Selain batuk berkepanjangan dan dahak yang mengganggu, biasanya Anda juga merasakan rasa gatal yang perih di tenggorokan, dada terasa sesak, dan suara yang berubah serak. Pemulihan gejala-gejala ini bisa dilakukan secara mandiri dengan meminum obat batuk berdahak dari apotek atau memanfaatkan bahan alami.

Apa itu batuk berdahak?

sedang batuk berdahak

Terdapat dua jenis batuk yang kerap dikosultasikan pada dokter oleh banyak orang, yaitu batuk berdahak dan batuk kering.

Seperti namanya, batuk berdahak juga dikenal sebagai batuk produktif karena produksi lendir yang diihasilkan baik di saluran pernafasan atau paru.

Sedangkan pada batuk kering merupakan respon alami tubuh untuk menyingkirkan partikel kotor di tenggorokan tidak disertai dengan produksi lendir.

Dahak atau lendir yang menggumpal di saluran pernapasan dapat disebabkan oleh peradangan pada saluran pernafasan.

Namun dahak tidak hanya diproduksi oleh organ-organ dalam sistem pernapasan, seperti paru-paru dan tenggorokan, dahak juga dapat dihasilkan dari organ pencernaan, beberapa penyebab seperti reflux asam lambung dapat menyebabkan produksi lendir atau dahak.

Secara terjadinya, lendir tak memiliki kandungan yang berbahaya. Lendir akan menimbulkan gangguan kesehatan ketika diproduksi dalam jumlah berlebih, seperti apa yang terjadi pada batuk berdahak ini.

Lantas, obat batuk  seperti apa yang bisa efektif menghentikan batuk yang disertai dahak?

Pilihan obat batuk berdahak

Karena perbedaan gejala dan penyebab timbulnya batuk, maka pengobatan batuk berdahak pun berbeda dengan batuk kering.

Obat batuk yang tepat bukan bertujuan meringankan batuk sebagaimana obat batuk kering bekerja. Namun obat merangsang batuk agar lebih efektif dalam membantu membersihkan saluran pernapasan atau sistem respirasi.

Selain itu, obat batuk berdahak , baik yang diperoleh dari apotek dan yang dibuat secara tradisional di rumah, harus dapat membantu mengencerkan dahak atau lendir yang menumpuk di sepanjang jalur pernapasan, sekaligus mengurangi jumlahnya.

Berbagai jenis obat batuk berdahak apotek

Pilihan pertama yang bisa Anda lakukan untuk pengobatan mandiri penyakit ini adalah dengan mengonsumsi obat batuk berdahak apotek. Setiap jenis obat batuk memiliki cara kerja yang berbeda menyesuaikan dengan gejala lain dan penyebab terjadinya batuk berdahak.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui seperti apa mekanisme kerja, aturan pemakaian, dosis ideal, dan efek samping yang ditimbulkan masing-masing obat. Jangan juga sampai salah membedakan antara obat batuk berdahak dengan obat batuk kering.

Kenalilah beberapa jenis obat tanpa resep yang bisa diperoleh dengan mudah di apotek ini:

1. Ekspektoran 

Obat batuk berdahak ekspektoran mengandung bahan-bahan aktif, seperti bromhexine HCL, guaifenesin yang berfungsi efektif untuk mencairkan lendir. Dengan begitu, Anda bisa batuk dengan lebih mudah sehingga dahak pun bisa ikut dikeluarkan.

Anda dapat mencoba obat ekspektoran seperti guaifenesin (Mucinex). Obat ini biasanya bekerja selama 12 jam, tetapi sebaiknya ikuti aturan minum obat yang tertera di kemasan obat.

Efek samping yang ditimbulkan ketika mengonsumsi obat batuk ini adalah mual, muntah, sakit kepala, dan rasa gatal di kulit. Disarankan bagi Anda untuk membaca petunjuk pemakaian obat  ini pada kemasannya dengan cermat,

2. Dekongestan

Dekongestan dapat mengurangi lendir yang mengalir dalam hidung Anda. Lendir ini bukan dahak, tapi bisa mengganggu tenggorokan Anda. Dekongestan bekerja dengan mengurangi pembengkakan di hidung dan membuka saluran udara Anda.

Obat yang mengandung dekongestan dapat ditemukan dalam bentuk tablet atau kapsul, sirup, puyer, dan juga semprotan hidung.

Obat batuk yang mengandung ekspektoran atau dekongestan tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 4 tahun. Setelah usia 6 tahun, obat-obatan ini aman digunakan, tetapi ikuti instruksi dosis yang dianjurkan.

3.Mukolitik 

Berbeda dengan ekspektoran, obat batuk berdahak ini bekerja dengan mengubah sifat fisik lendir sehingga dapat memecah lendir yang menggumpal menjadi lebih encer.Kandungan aktif pada obat yang menjalankan fungsi ini adalah bromhexine dan asetilsistein.

Contoh obat-obatan yang mengandung mukolitik adalah bromheksin, asetilsisitein, dan ambroksol.

Beberapa efek samping yang bisa disebabkan saat menelan obat ini adalah mual-mual, muntah, diare, sakit kepala, dan sesak nafas.

4. Obat Batuk berdahak kombinasi

Terdapat juga obat apotek yang mengandung ekspektoran dan mukolitik sekaligus, yaitu biasa disebut dengan obat kombinasi. Namun ada juga obat batuk berdahak kombinasi yang hanya mengandung satu bahan aktif dari kandungan ekspektoran dan mukolitik.

Setiap obat kombinasi umumnya mengandung dekongestan dan antihistamin. Adapun yang disertai dengan kandungan cough suppressants serta pereda rasa nyeri. Oleh karena itu, obat ini tidak hanya bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit batuk, namun juga melegakan hidung tersumbat.  

Obat batuk kombinasi yang mengandung cough suppressants sebaiknya tak digunakan untuk mengobati batuk berdahak karena mekanisme kerjanya lebih tepat menyembuhkan batuk kering.

Cobalah untuk membaca komposisi dari obat kombinasi, apalagi bagi Anda yang juga sedang dalam pengobatan meminum obat lainnya karena dapat meningkatkan risiko overdosis. Sebagai contoh meminum obat kombinasi bersamaan dengan paracetamol sama dengan mengonsumsi dosis yang dua kali lipat besarnya.

5. Dornase-Alfa (Pulmozyme)

Dornase-alfa adalah obat pengencer lendir yang sering digunakan oleh orang dengan cystic fibrosis. Obat batuk berdahak ini biasanya harus dengan resep dokter. Obat ini digunakan dengan dihirup melalui nebulizer. Dornase-alfa juga boleh digunakan untuk anak yang berusia 6 tahun ke atas.

Namun, obat batuk  ini memiliki efek samping seperti suara menghilang, ruam kulit, rasa tidak nyaman di tenggorokan,demam, pusing, dan hidung berair.

Batuk berdahak biasanya bertahan hingga 2-4 minggu. Akan tetapi jika gejala batuk berdahak Anda semakin parah, sebaiknya segera kunjungi dokter.

6. Obat batuk berdahak balsam usap

Obat luar seperti balsam usap juga bisa digunakan sebagai obat batuk berdahak.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh American Academy of Pedriatics (AAP) pada tahun 2010, menunjukan bahwa balsam usap menempati nilai tertinggi dalam memberi efek melegakan dalam mengatasi batuk dan sesak napas.

Kombinasi senyawa kampor dan mentol yang terkandung dalam balsem usap dapat membuat tenggorokan terasa lebih lega, menurunkan frekuensi dan gejala batuk, serta membuat nafas terasa lebih plong.

Jika setelah mengonsumsi obat apotek ternyata tak kunjung membuat gejala batuk berdahak Anda membaik, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep obat yang lebih manjur.

Berbagai obat batuk berdahak alami

Kekurangan dari obat batuk yang bisa dibeli di apotek adalah sebagian besar tidak aman dikonsumsi oleh balita.

AAP juga melansir kandungan guaifenesin, dextromethorphan, dan antitusif yang terdapat pada obat OTC (Over-The-Counter) atau obat apotek, tidak disarankan penggunaanya pada anak berumur di bawah 4 tahun.

Namun masih terdapat alternatif untuk dapat menyembuhkan penyakit batuk berdahak secara mandiri. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar rumah sebagai obat batuk berdahak alami.

Dalam artikel ilmiah yang dipublikasikan Journal of Pharmaceutical Science Invention menganjurkan beberapa pengolahan bahan-bahan dapur untuk dijadikan sebagai obat batuk berdahak yang tentunya aman bagi orang dewasa maupun anak-anak, di antaranya:

1. Air Garam Hangat 

air garam hangat untuk obat batuk berdahak

Kombinasi air putih hangat dan garam dapat menjadi pilihan obat batuk berdahak yang paling murah, sekaligus yang terbaik.

Pasalnya, meminum air putih hangat secara rutin saja dapat membantu mencegah pengentalan lendir pada tenggorokan. Sementara garam dapat mengurangi lendir yang berada di tenggorokan. Maka, saat air garam dihangat dapat mengobati batuk berdahak secara optimal.

Namun dalam mengonsumsi obat batuk  ini sebaiknya tak langsung diminum, Anda dapat menggunakannya sebagai obat kumur. Cara membuatnya adalah dengan melarutkan garam sebanyak setengah sendok teh ke dalam air hangat. Berkumurlah dengan larutan ini setiap tiga jam sekali.

Selain melegakan tenggorokan, berkumur dengan air garam ini juga berguna untukdan memelihara kesehatan saluran pernapasan, seperti mengurangi pembekakan dan menjaga tenggorokan tetap segar dan bersih.

2. Obat batuk berdahak alami dari rempah-rempah

Beberapa bahan rempah yang biasa disimpan di dapur, seperti jahe, kunyit dapat diolah untuk menyembuhkan batuk berdahak. Keduanya merupakan bahan herbal yang berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Batuk berdahak yang berkepanjangan dapat menyebabkan otot leher menegang. Saat dikonsumsi kedua bahan rempah tersebut mampu memberikan efek hangat yang melegakan dan merilekskan tenggorokan. 

Untuk mendapatkan manfaat jahe secara maksimal sebagai obat batuk berdahak, Anda sebenarnya bisa langsung mengonsumsinya mentah-mentah. Atau meminum jahe tumbuk yang telah dilarutkan di air hangat.

Namun, jika Anda tidak suka dengan aromanya yang terlalu menyengat dan rasanya yang pahit, cobalah untuk mencampurnya dengan air perasan lemon atau teh dan madu.

Lendir-lendir yang menutupi jalur udara di tenggorokan dan paru dapat berangsur mencair, jika Anda rutin mengonsumsi ramuan obat batuk ini sebanyak dua kali dalam sehari.

Sedangkan untuk kunyit, Anda bisa mencampur 1/2 sendok teh kunyit ke dalam satu gelas susu. Setelah meminum obat batuk ini, jangan langsung meminum air putih karena dapat menganggu kerja senyawa anti-inflamasi yang terdapat pada kunyit untuk mengencerkan lendir-lendir di tenggorokan.

3. Madu

Madu bisa merupakan salah satu obat batuk berdahak alami yang cukup efektif. Minumlah campuran madu yang dilarutkan ke dalam teh atau susu hangat setiap malam selama gejala batuk berdahak muncul. 

Mengonsumsi ramuan obat batuk  ini secara rutin mampu meredakan rasa sakit di tenggorokan dan otot bagian atas perut serta mengembalikan suara yang serak.

Untuk mengoptimalkan kerja analgesik pada madu, satu sendok teh madu bisa dikonsumsi secara langsung dalam keadaan perut sedang kosong. Selain itu, obat batuk  ini dapat membantu menghilangkan lendir yang menyangkut di tenggorokan.

Ramuan obat batuk  dari madu ini juga bisa menghentikan gejala efek samping yang muncul kala mengonsumsi obat batuk OTC. Namun jika gangguan tidak juga pulih, baiknya Anda segera berkonsultasi pada dokter.

4. Cuka Sari Apel 

Sebagai cairan yang mengandung zat antibakteri alami, cuka sari apel dapat memerangi infeksi yang terjadi di dalam tenggorokan sehingga bisa digunakan sebagai obat batuk. Sifatnya yang asam dan antimikroba dapat dimanfaatkan untuk memecah gumpalan lendir dan menghentikan penyebaran bakteri yang menyerang saluran pernapasan.

Untuk mengolah cari suka apel menjadi obat batuk berdahak, Anda dapat mencairkan 1 sampai 2 sendok cuka sari apel ke dalam satu gelas air.

Kemudian, berkumurlah dengan larutan obat ini, lalu minum. Ulangi cara ini secara berturut-turut selama satu sampai dua kali dalam satu jam. Pada jeda mengonsumsi obat batuk ini, minumlah air putih sebanyak-banyaknya.

5. Minyak Atsiri 

Beberapa jenis minyak atsiri atau minyak esens dapat membantuk melegakan rasa sesak yang timbul akibat batuk berdahak. Minyak atsiri juga mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang menginfeksi saluran pernafasan.

Jenis minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai obat batuk berdahak adalah yang memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan astringent, di antaranya adalah chamomile dan peppermint. Dalam peppermint terkandung mentol yang dapat mengencerkan lendir dan meredakan rasa sakit di tenggorokkan.

Cara memperoleh manfaat dari obat batuk alami ini salah satunya adalah dengan menghirup aroma minyak atsiri yang telah dilarutkan di dalam air hangat. Selain efek melegakan, mengoleskan obat batuk dari minyak atsiri ke permukaan kulit juga dapat memberi sensasi menenangkan.

6. Bawang Putih

Bahan tradisional lainnya yang bisa digunakan sebagi obat batuk berdahak adalah bawang putih. Selain memiliki sifat antibakteri, bawang putih juga mengandung allicin yaitu senyawa organosulfer yang kerap diandalakan dalam pengobatan alami untuk melawan infeksi dari virus yang menimbulkan lendir.

Cara mengolahnya menjadi obat batuk alami adalah dengan menambahkan bawang putih sebagai penyedap makanan sehat atau diet Anda, atau mengonsumsi bawang putih tersebut secara langsung.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Tips yang Dapat Dilakukan Agar Batuk Berdahak Cepat Hilang

Batuk berdahak tidak dapat dianggap sepele. Selain dapat mengganggu aktivitas, batuk ini dapat menjadi pertanda gejala dari penyakit yang lebih serius.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Efektif Menghentikan Batuk, Coba 13 Ragam Obat Batuk Alami Ini

Selain murah, aman, dan mudah diperoleh, pilihan obat batuk alami ini dapat bekerja sama efektifnya dengan obat batuk apotek atau yang diberikan dokter.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Jika ingin menghindari risiko efek samping dari obat apotek, sebaiknya gunakan berbagai obat batuk alami untuk ibu hamil ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Mucohexin

PenggunaanUntuk apa mucohexin digunakan? Mucohexin adalah sebuah merek obat yang tersedia dalam bentuk sirup. Obat ini mengandung bromhexine sebagai kandungan utamanya. Bromhexine termasuk ke dalam golongan obat ...

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
minum obat batuk

Kapan Harus Minum Obat Saat Sudah Mulai Batuk?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
anak batuk sampai muntah

Penyebab Anak Batuk Sampai Muntah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
cara memilih obat batuk

Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020