Apa itu kleptomania?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kleptomania?

Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Kondisi ini bisa kambuh dan orang tersebut sering mengalami kesulitan menahan keinginan untuk mencuri barang.

umumnya barang yang dicuri adalah barang yang tidak ia butuhkan dan tidak berguna. Beberapa orang dengan kondisi ini bahkan termasuk orang dengan ekonomi berkecukupan.  Kleptomania adalah gangguan kesehatan jiwa serius yang dapat menyebabkan luka batin mendalam bagi Anda dan orang-orang terdekat jika tidak terobati.

Siapa yang bisa terkena kondisi ini?

Kleptomania bisa terjadi pada siapa saja. Dibanding pria, wanita lebih sering mengalami kondisi kambuhan ini. Mencuri adalah perbuatan yang termasuk dalam kejahatan kriminal

Orang dengan gangguan ini dapat terkena masalah hukum seperti penangkapan, persidangan, dan penahanan sebagai akibat dari gejala kleptomania mereka. 

Menurut sebuah studi terhadap pasien yang memiliki kleptomania, lebih dari 68 persen orang dengan gangguan ini telah ditangkap karena mencuri. Sedangkan lebih dari 20 persen orang klepto telah dihukum dan dipenjara.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala kleptomania?

Ada beberapa gejala kleptomania yang dominan, berikut cirinya:

1. Sulit menahan rasa ingin mencuri

Salah satu gejala yang bisa dimiliki oleh orang dengan kondisi ini adalah adanya kesulitan diri mereka untuk menahan rasa ingin  mencuri. Mereka sadar bahwa mencuri adalah suatu hal yang salah, namun perasaan mencuri orang klepto sangat kuat. Alhasil, orang dengan kondisi ini sering mengabaikan akal sehatnya, dan tetap memilih mencuri.

2. Setelah mencuri, mereka merasa puas

Orang dengan kondisi gangguan perilaku ini sering merasa cemas, gelisah, dan tidak tenang apabila tidak melancarkan aksi mencurinya. Untuk menghilangkan perasaan tidak tenang tersebut, mau tidak mau mereka mencuri untuk melepaskan gelisahnya.

3. Spontan mencuri

Berbeda dengan maling yang umumnya merencanakan sesuatu saat mencuri. Kleptomania umumnya akan melakukan aksi pencurian secara spontan, terjadi begitu saja. Ini karena dorongan mencuri dan rasa gelisah yang timbul bisa datang kapan saja.

4. Sering kambuh

Selain menimbulkan rasa cemas, gelisah, dan spontan mencuri, orang dengan kondisi gangguan ini umumnya akan mengalami masa kambuh. Episode kambuh ini bisa terjadi kapan saja.

Gejala lainnya:

  • Merasa tertekan, cemas, atau terangsang yang hanya bisa diatasi dengan mencuri
  • Merasa sangat bersalah, menyesal, membenci diri sendiri, malu, atau takut ditangkap setelah mencuri
  • Bukan sebagai aksi balas dendam atau cari perhatian
  • Namun selepas itu, muncul kembali keinginan untuk mencuri dan siklus klepto nya kambuh

Apakah ada ciri-ciri untuk mengenali orang yang menderita kleptomania?

Jawabannya, ya. Orang dengan kleptomania umumnya menunjukkan ciri-ciri atau karakteristik berikut:

  • Berbeda dengan pengutil biasanya, pengidap kleptomania tidak terus-menerus mencuri untuk keuntungan pribadi, karena nekat atau memberontak. Mereka mencuri hanya karena keinginan mereka sangat kuat sehingga mereka tidak sanggup menahannya.
  • Episode kleptomania umumnya muncul secara spontan, biasanya tanpa bantuan atau kerjasama dari orang lain.
  • Kebanyakan orang yang mengalami gangguan ini akan mencuri dari tempat umum, misalnya toko dan supermarket. Beberapa mungkin mencuri dari teman atau kenalan, seperti di pesta.
  • Sering kali, barang yang dicuri tidak berharga bagi pengidap kleptomania, dan orang tersebut sanggup membelinya.
  • Barang curian biasanya disimpan, tidak pernah digunakan. Barang-barang mungkin juga disumbang, diberikan kepada keluarga atau teman, atau bahkan diam-diam dikembalikan ke tempat dimana mereka dicuri.
  • Keinginan mencuri mungkin datang dan pergi atau mungkin muncul dengan intensitas yang lebih besar atau lebih kecil sepanjang waktu.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki gejala atau ciri-ciri yang tercantum di atas, Anda harus mencari nasihat medis. Mendapatkan perawatan mungkin membantu Anda mengendalikan kondisi ini.

Banyak penderita kleptomania tidak mau mencari perawatan karena mereka takut ditangkap atau dipenjara. Namun, penyedia layanan kesehatan jiwa biasanya tidak melaporkan kasus pencurian Anda kepada otoritas. Selalu diskusi kepada dokter untuk mendapatkan situasi terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab kleptomania?

Penyebab kleptomania tidak diketahui. Beberapa dokter memandang kleptomania sebagai bagian dari gangguan obsesif-kompulsif. Alasannya, bagi para dokter, perilaku klepto bisa diartikan sebagai instruksi yang tidak diinginkan oleh mental pasien.

Selain itu, ada juga bukti lain yang cenderung menunjukkan bahwa orang dengan gangguan klepto dipengaruhi oleh gangguan mood seperti depresi. Teori lain menduga adanya perubahan di dalam otak mungkin merupakan penyebab kondisi ini. Berikut dugaannya:

1. Masalah pada serotonin di dalam otak

Serotonin adalah zat kimia alami yang diproduksi tubuh. Serotonin terbuat dari asam amino dan zat ini bisa ditemukan di otak, sistem pencernaan dan trombosit manusia.

Fungsi zat ini juga penting untuk mengatur suasana hati dan emosi.

Nah, terkadang kadar zat serotonin yang rendah bisa membuat seseorang jadi berlaku impulsif.

Peneliti menyimpulkan bahwa orang yang klepto mengalami gangguan pada serotonin di otaknya. Ini diperkuat dengan suasana hati yang suka berubah hingga bertindak mencuri alias klepto tanpa memikirkan risikonya.

2. Opioid dalam otak tidak seimbang kadarnya

Pemakaian narkoba, ganja, dan obat terlarang lainnya bisa bikin opioid dalam otak tidak dalam jumlah yang normal. Banyak pula orang yang jadi candu dengan hal-hal terlarang tersebut.

Efek dari opioid di otak yang tidak seimbang adalah bisa menyebabkan gangguan adiktif pada seseorang. Gangguan ini bisa berupa kesulitan diri untuk menahan melakukan sesuatu, salah satunya adalah mencuri.

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang meningkatkan risiko kleptomania?

Kleptomania dianggap bukan sesuatu yang umum terjadi. Beberapa orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengidap kondisi ini sampai seseorang lain yang melihatnya mencuri.

Namun, karena banyak orang dengan gangguan ini tidak pernah mencari pengobatan  atau karena mereka takut di penjara setelah mencuri, banyak kasus kleptomania yang tidak pernah terdiagnosis.

Kondisi orang dengan gangguan perilaku mengutil atau mencuri  ini sering dimulai pada masa remaja. Akan tetapi dalam kasus langka mulai pada tahap dewasa yang lebih tua.

Beberapa faktor risiko yang bisa menjadi penyebab mungkin termasuk:

  • Riwayat keluarga. Memiliki keluarga, seperti orang tua atau saudara, dengan kondisi kleptomania, bisa meningkatkan risiko ini.
  • Selain itu, kelainan obsesif-kompulsif, atau masalah penyalahgunaan zat terlarang atau alkohol, mungkin meningkatkan risiko klepto
  • Sekitar dua pertiga pengidap gangguan klepto adalah wanita.
  • Memiliki penyakit kejiwaan lain macam kelainan bipolar, gangguan kecemasan, masalah penggunaan zat terlarang atau gangguan kepribadian.
  • Pernah mengalami trauma kepala atau cedera otak.

Komplikasi

Apa saja risiko komplikasi kleptomania?

Apabila tidak diobati, gangguan ini dapat menyebabkan masalah emosional, keluarga, pekerjaan, hukum dan masalah finansial. Selain itu, risiko hukum juga bisa menimpa orang dengan gangguan ini misalnya ditangkap dan ditahan di penjara.

Orang dengan kleptomania mungkin akan merasa malu setelah ketahuan mencuri. Rasa malu ini lah yang dapat menyebabkan mereka menghabiskan banyak waktu sendirian dan menghindari berinteraksi secara sosial

Selain itu, mereka mungkin juga mengalami kesulitan menjaga hubungan sahabat atau pertemanan dengan orang lain karena perilaku mereka. Ini karena efek mencuri yang bikin orang-orang sekitar tidak percaya, tidak mengerti, dan pelaku tidak bisa menghentikan gangguannya.

Komplikasi dan kondisi lain yang berhubungan dengan perilaku klepto mungkin termasuk:

  • Timbulnya gangguan kontrol impuls lainnya, seperti kompulsif berjudi atau berbelanja
  • Adanya candu alkohol dan penyalahgunaan zat
  • Mengalami gangguan kepribadian
  • Mengalami gangguan makan
  • Mengalami depresi
  • Gangguan bipolar
  • Kegelisahan
  • Pikiran bunuh diri, percobaan bunuh diri dan bunuh diri

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kleptomania?

Ketika Anda memutuskan untuk mencari perawatan gejala klepto, Anda boleh mengikuti penilaian fisik dan psikologis yang dilakukan dokter, Nantinya, hasul pemeriksaan fisik dapat menentukan apakah ada kemungkinan penyebab medis yang memicu gejala.

Banyak ahli menggunakan kriteria pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders DSM-5, yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, untuk mendiagnosis kondisi kejiwaan.

Berikut adalah  Kriteria DSM-5 yang bisa menentukan ciri-ciri kleptomania yang ada di dalam diri pasien terduga diagnosis:

  • Anda tidak mampu menahan keinginan mencuri barang yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan pribadi atau nilai moneter yang terjadi berulang kali
  • Anda semakin tegang segera sebelum mencuri
  • Anda merasa senang, reda atau puas selama mencuri
  • Pencurian tidak dilakukan sebagai cara untuk balas dendam atau untuk mengutarakan kemarahan dan tidak dilakukan saat berhalusinasi atau delusi
  • Pencurian ini bisa menjadi cabang episode kelainan bipolar manik atau gangguan kepribadian antisosial

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Beberapa cara mengobati kleptomania

Kleptomania sulit diatasi oleh diri sendiri. Tanpa pengobatan dari dokter atau terapis, orang yang mengalam gangguan ini bisa  menjadi jadi berkelanjutan dalam jangka panjang.

Pengobatan kleptomania umumnya melibatkan obat-obatan dan psikoterapi, terkadang bersama dengan kelompok bantuan diri. Namun, tidak ada pengobatan kleptomania standar, dan peneliti masih mencoba untuk mengerti apa yang bekerja terbaik. Anda mungkin harus mencoba beberapa jenis pengobatan untuk menemukan sesuatu yang manjur bagi Anda.

Dengan obat-obatan

Tidak ada obat khusus yang langsung bisa menyembuhkan kondisi gangguan mental ini. Namun pada perawatan dokter, Anda akan diresepkan beberapa obat berikut untuk mencegah gejala perilaku impulsif terjadi:

  1. Obat antidepresan jenis inhibitor reuptake serotonin selektif seperti Fluoxetine (Prozac), Fluvoxamine (Luvox), Paroxetine (Paxil), dan Sertraline (Zoloft). Nantinya obat ini dapat digunakan apabila Anda punya gejala depresi hingga punya efek perilaku impulsif.
  2. Obat untuk mengatasi kecanduan yang bisa diresepkan dokter dan psikoterapis adalah naltrexone dan antagonis opioid. Obat-obatan ini berguna untuk mengurangi dorongan dan mengurangi rasa senang ketika mencuri

Dengan terapi

Terapi yang digunakan untuk orang kleptomania adalah terapi kognitif. Terapi kognitif akan membantu Anda mengurangi pikiran untuk mencuri atau mengutil. Selain itu, terapi ini juga bisa membantu pasien untuk mengenali munculnya hasrat ketika ingin mencuri.  Anda juga dilatih untuk melakukan hal lain yang lebih positif ketika dorongan mencuri muncul.

Ada beberapa teknik yang bisa Anda lakukan:

1.Covert sensitization

Ini adalah teknik yang dilakukan dengan membayangkan diri Anda atas hal buruk yang menimpa Anda setelah ketahuan mencuri. Salah satunya seperti mendekam di penjara atau terluka karena dikeroyok massa.

2. Aversion therapy

Teknik ini dilakukan cara dengan menahan napas ketika ada keinginan dan dorongan untuk mengutil. Pasien juga dilatih untuk bisa mencegah pemicu keinginan mencurinya muncul. Misalnya mencegah perasaan depresi, sedih, atau terlalu senang.

3. Systematic desensitization

Ini adalah teknik relaksasi untuk mengendalikan dorongan mencuri dengan menghambat hasrat ingin mencuri pasien kleptomania.

Dukungan dan bantuan orang sekitar

Selain terapi dan obat-obatan, dukungan dari keluarga atau orang yang peduli kondisi Anda juga bisa membantu. Disarankan untuk berobat atau menjalani terapi dengan ditemani keluarga. Terapis atau dokter nantinya akan menjelaskan pada pendamping Anda mengenai kondisi Anda dan cara mengatasi apabila sewaktu-waktu Anda kambuh.

Penting untuk diketahui, bahwa dokter dan terapis Anda akan menjaga kerahasiaan identitas pribadi Anda. Tidak akan ada laporan pencurian apabila Anda ingin sembuh.

Pengobatan di rumah

Bagaimana cara hidup dengan kondisi kleptomania?

Anda bisa merawat diri sendiri dengan kemampuan coping (menghadapi masalah) secara sehat. Maka penting dari Anda untuk berniat dan menjalani konsultasi serta pengoabat di dokter. Berikut hal yang bisa Anda lakukan:

  • Ikuti rencana perawatan. Minum obat sesuai arahan dan hadiri sesi terapi yang dijadwalkan.
  • Bekali diri Anda dengan Informasi Pelajari tentang kleptomania sehingga Anda dapat lebih mengerti tentang faktor risiko, pengobatan, dan kejadian pemicu.
  • Temukan hal yang mendorong Anda. Identifikasi situasi, pikiran, dan perasaan yang mungkin memicu keinginan mencuri sehingga Anda sanggup mengambil langkah untuk mengatasinya.
  • Dapatkan pengobatan untuk penyalahgunaan zat terlarang atau gangguan kesehatan jiwa lainnya.
  • Temukan jalan keluar yang sehat. Jelajahi cara yang sehat untuk menahan keinginan mencuri atau mengutil melalui olahraga dan aktivitas rekreasi.
  • Pelajari relaksasi dan penanganan stres. Cobalah teknik pengurangan stres macam meditasi, yoga atau tai chi.
  • Tetap fokus pada target perawatan Anda.

Cara mendukung orang terdekat

Jika orang terdekat Anda menjalani terapi serta pengobatan karena kleptomania, pastikan Anda memahami detail rencana pengobatannya dan secara aktif mendukung kesembuhannya.

Menghadiri satu atau lebih sesi terapi dengan orang yang ingin sembuh mungkin membantu, Anda juga akan mengerti faktor yang bisa memicu keinginan pasien mengapa sampai  mencuri dan cara paling efektif untuk mengatasinya.

Cara mencegah kleptomania

Karena penyebab kondisi ini tidak jelas, belum diketahui cara mencegahnya secara pasti. Mendapatkan pengobatan segera setelah pencurian kompulsif dimulai dapat mencegah kondisi mengutil semakin memburuk dan mencegah beberapa akibat negatif.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: April 9, 2019

Yang juga perlu Anda baca